
Cerita ini bersifat fiktif dan khayalan. Jangan di sangkut pautkan dengan dunia nyata. Seperti nama pengarang dan tulisannya.
Selamat membaca
Mau liat banyak yang kommen gak hhehe kalo banyak nanti di lanjut.
maaf ye lama update
ckck.
💦💦💦
Suri selesai mandi. Ia membaringkan badannya di kasur baru yang nyaman. Tak lama suaminya datang, Allexe ikut berbaring sambil memejamkan mata. Suri menghadap ke suaminya dan menyangga kepalanya dengan tangan.
"Apa kamu tidur sini?" Tanya Suri. Allexe membuka matanya lalu menghadap Suri yang tengah tersenyum manis.
"Tentu." Jawabnya.
"Oh, kalau gitu selamat tidur. Terima kasih jalan- jalannya." Suri merentangkan badannya lalu berbalik memunggungi sang suami. Allexe mendekat dan memeluk Suri kemudian memejamkan matanya.
"Jangan bergerak, tidurlah." Kata Allexe dan Suri nampak kaget dan mengangguk saja. Malam ini Suri tidak melupakan satu hari mereka.
❣❣❣
Pagi ini Suri bangun lebih awal, wangi khas makanan menyeruak di penjuru dapur, wajan dan sutil saling beradu membuat suara memekakan telinga. Nasi goreng seafood adalah menu pagi untuk sang suami tercinta. Suri dengan cekatan menyajikan makanan dengan di bantu oleh beberapa pelayan. Tak lama Allexe datang dengan wajah khas bangun tidur, matanya menatap Suri yang sibuk menata.
"Selamat pagi." Sapa Suri ke Allexe. Allexe tidak bergeming ia menyeret kursi dan duduk. Ia meminum segelas air putih lalu menyeruput teh hangat. Teh dengan aroma yang khas, entah Suri memasukan apa di sana yang jelas sangat berbeda dari teh biasanya.
"Pagi." Balas Allexe setelah itu menyantap nasi gorengnya. Suri duduk di samping Allexe melihat lelaki tampan itu makan tanpa komplain. Mau komplain gimana kalau makanan yang di sajikan sangat cocok di lidahnya.
"Apa dirimu hari ini akan keluar?" Tanya Suri. Allexe mengangguk singkat dan sibuk mengunyah.
"Kalau gitu aku boleh keluar juga? Aku ingin perpustakaan kota." Izin Suri. Allexe menaikan alisnya sebelah dan menatap Suri.
__ADS_1
"Mau ketemu siapa?" Tanya Allexe. Suri menggeleng cepat ia menunjukan brosur yang ia dapat di mall kemarin.
"Disana ada pameran novel langka, dan aku ingin kesana kebetulan salah satu novel yang kusuka di lelang untuk membantu anak yatim." Suri memberikan brosur di atas meja lalu menundukan kepalanya. "Kalau gak boleh juga gakpapa kok." Lanjut lagi.
"Pergilah." Izin Allexe. Suri tak salah dengar ia menaikan wajahnya melihat Allexe dengan mata berbinar penuh harapan.
"Boleh?" Gumam Suri. Allexe memakan suapan terakhir lalu menjauhkan piringnya. Ia meminum teh hingga habis lalu melihat Suri.
"Supir akan mengantarmu, jangan pernah mengaku bahwa kau istriku atau apapun denganku. Itu saja." Allexe berdiri kemudian pergi ke kamarnya, ia akan pergi untuk menemui istri tercinta dan berbicara bulan madu.
❣❣❣
Suri masuk ke dalam perpuastakaan kota, betapa senangnya saat terdapat banyak penjual buku di luar perpus dan jualan jajajanan. Sebelum masuk ke gedungnya Suri menyempatkan diri untuk berkeliling toko dadakan di pinggir. Novel lawas di era 90an banyak di jual, Suri di berikan Allexe uang yang banyak agar saat wanita itu ingin membeli tidak memikirkan uangnya cepat habis.
Suri bejongkok ia kemudian mengambil salah satu novel dan diusapnya. Judulnya mawar karya Sukma subekti, berkisah tentang seorang kakak yang bekerja menjadi pelacur demi menyekolahkan adiknya, ibunyalah yang menjual sang kakak demi uang. Suri mengambil novel tersebut dan membayarnya.
"Berapa?" Tanya Suri sambil merogoh tas dan mengeluarkan uang lima puluh ribu.
"Tidak apa- apa, walaupun sampulnya sudah mengelupas dan buram yang penting isinya masih bagus." Jawab Suri sambil memberikan uangnya. Suri melihat- lihat lagi novel yang ia sukai, ternyata ada judulnya cinta suci cinta abadi karya Fredy, berkisah tentang seorang penulis bernama Kusuma dan Suci seorang pelajar. mereka bertemu di toko buku tak lama saling jatuh cinta namun karena Kusuma miskin ibunya Suci tidak merestui dan menjodohkan Suci dengan lelaki kaya. Jika di kisahkan ceritanya amat sedih dan mampu menyayat hati.
Suri mengambil dua buku dan di masukan kedalam tas.
"Gak usah di kembaliin, sisa uangnya buat Bapak aja." Kata Suri setelah itu berdiri. Sang penjual nampak bersyukur dan berterima kasih ke Suri.
❣❣❣
Ini yang paling Suri tunggu, pelelangan satu set novel karya salah satu penulis lokal. Suri menghitung budget di tasnya, rupanya Allexe memasukan uang lebih ke dalam sana. Sekitar 20 jt dan kartu kredit. Tas putih itu ia letakan di kamar mungkin saat Suri mandi Allexe diam- diam memasukan uang ke dalam sana. Suri duduk sambil melihat di atas panggung, novel kegemarannya berada di atas meja. Novel itu akan di lelang terakhir setelah novel yang lain habis.
Lelangan pertama karya Ummah Sabbah penulis terkenal tahun lalu dengan karya religinya, Suri tidak berminat lalu lelangan yang kedua karena Suryo Cikto lalu ketiga keempat kelima sampai ke tujuh.
Ketujuh itulah yang Suri tunggu rupanya peminatnya juga banyak.
"Terakhir pelelangan karya Annisa dengan 12 judul buku. Kita buka dari angka 500 ribu." Kata Mc.
__ADS_1
"Satu juta." Kata orang di depan Suri. Suri mengangkat papan dan bersua. "Lima juta." Kata Suri. Para pengunjung lain berdecak, ke arah Suri.
"Sepuluh juta." Kata seorang lelaki, Suri menengok ke samping, pria tampan nan santai menyebutkan nilai dua kali lipat. Bila di lihat ia memakai celana jeans belel, kaos kuning, kemeja hijau dan tas celempang serta rambutnya berantakan. Suri tidak mau kalah ia mengangkat papannya lagi.
"Lima belas juta." Seru Suri. Pria tersebut menengok dan tersenyum ramah.
"Wah nilaimu fantastis juga ya, tapi aku butuh novel itu." Kata lelaki yang tidak mau kalah. Lelaki itu berdiri dan mengangkat papan.
"50 juta, kash bayar di tempat." Kata pria tersebut. Telak Suri langsung lemas ia langsung menurunkan papannya dan tertunduk sedih. Suri menggeleng setelah itu berdiri dan pergi.
Hatinya sedih tidak bisa membawa pulang novel kesayangannya. Tapi gakpapalah toh ia mendapatkan dua novel langka yang ia beli di pinggiran tadi. Sebaiknya ia pulang saja sebelum Allexe mencarinya walaupun tadi sudah izin.
❣❣❣
Gelayutan manja melingkar di tubuh Lonas. Allexe baru saja menyelesaikan having sex mereka. Lonas menatap suaminya.
"Apa Suri sudah hamil?" Tanya Lonas. Allexe menggeleng.
"Aku belum menyentuhnya lagi, aku tidak bisa lembut terhadap dirinya." Kata Allexe.
"Kau harus mencoba, sama aku aja bisa masa sama dia enggak." Jawab Lonas. Allexe mengeratkan pelukannya dan bersua layaknya anak- anak.
"Heh heh. Kamu karena adanya cinta sedangkan dia enggak."
"Semakin cepat lebih baik, kau bisa.memulangkannya ke ibunya."
"Bagaimana bisa aku mengembalikannya sedangkan ibunya sudah tiada. Selama ini aku membohonginya. Mau kemana dia setelah ini? Aku masih memikirkannya." Kata Allexe.
"Beneran? Ya Ampun Beb, gimana kalau Suri tau?" Lonas kaget dan Allexe memilih bungkam.
"Bagaimana kalau kalian tinggal serumah? Setelah Suri hamil. Kita tinggal di luar negeri, hal ini untuk menjauh dari keluarga. Soalnya aku gak mau orang tuaku tau kalau kau tidak bisa hamil."
"Kenapa? Kau takut kalau orang tuamu tau kalau kau menikah dengan transgender?" Ucap Lonas.
__ADS_1