
Suri dan Allexe berada di klinik Yenni, sepupunya Allexe.
Yenni nampak sumringah ketika menyambut istrinya Allexe.
‘’Oh Honey, you
look so beautifull. Kemarilah aku akan memeriksa babymu.’’ Yenni menyambut
Suri dengan hangat. Ia membawa Suri ke ruang USG dan berbaring di ranjang.
Suri melihat Allexe dan tersenyum begitupun sebaliknya.
‘’Permisi ya.’’ Yenni menyingkap kaos Suri hingga dada
lalu mengoleskan Gel di perutnya. ‘’Tadi pagi sempat pingsan ya?’’ tanya Yenni.
Suri mengangguk
‘’Iya, mual sekali Dok, kepala saya juga pusing dan
pening.’’ Jawab Suri.
‘’Hm gitu ya? Suka makan tidak? Untuk seukuran tubuhmu
yang mungil ini harus makan yang banyak dan asupan vitamin buat baby.’’
‘’Saya termasuk jarang makan Dok, paling Cuma makan siang
habis itu udah.’’
‘’Oh sayang, tidak bisa begitu. Kamu hidup tidak sendiri
sekarang. Look...’’ Yenni meletakan alat di perut Suri lalu menggerakannya.
‘’Waduh!’’ seru Yenni. Allexe dan Suri melihat layar
monitor.
‘’Allexe anakmu ada empat!’’ seru Yenni. Allexe sontak
tergakaget sekaligus bahagia.
‘’Serius? Jangan bohong ya.’’ Kata Allexe. Allexe tetap
fokus pada layar monitor. Suri tersenyum senang sambil melihat monitor juga.
‘’Serius, ini lihat.’’ Yenni menggerakan benda di
tangannya dan memperlihatkan kepada Allexe dan Suri anak mereka.
‘’1, 2, 3 dan empat berada di belakang sedang bersembunyi
ck. Suri kamu beruntung.’’ Kata Yenni ke Allexe lalu ke Suri kemudian. Allexe
merasakan dadanya lega.
Bahagia? Tentu saja. Untuk meninggalkan Lonas semakin
menjadi dan akan sesegera mungkin.
Allexe melihat Suri dan mengusap kepala istrinya,
__ADS_1
senyuman ketulusan keluar dari wajahnya. Tidak ada kata- kata yang pas untuk
kebahagian ini, pokoknya ia akan tulus mencintai Suri dan anak- anaknya kelak.
‘’Pantesan, aku merasakan perutku besar sekali Dok.’’
Kata Suri.
‘’Ternyata Allexe sangat hebat ya. Sekali jalan langsung
sampai tujuan.’’ Canda Yenni. Suri tertawa pelan. Yenni selesai memeriksa Suri
dan menyuruh Suri untuk duduk.
‘’Kapan kau akan membawanya ke keluarga inti Al? Papi dan
Mamimu pasti bangga.’’ Kata Yenni sambil duduk di kursi kerja dan menulis
beberapa resep obat untuk Suri.
‘’Secepatnya Yen, tapi aku masih ada urusan dengan Lonas.
Aku ingin menceraikannya.’’ Kata Allexe. Suri terkaget ia mendongakan kepalanya
ke atas melihat Allexe dengan serius.
‘’Bu..bukannya---‘’ Kalimat Suri terputus saat Allexe
menjawab.
‘’Aku akan mempertahankanmu sayang,’’ Allexe tersenyum
menaikan dagu Suri dan menunduk sejajar. ‘’Aku ingin kita bersama- sama selamanya. Kita
akan hidup bahagia sampai tua dan melihat baby kita tumbuh besar.’’ Lanjutnya lagi.
‘’Aku sudah tuliskan resep obat. Ini adalah vitamin untuk
Suri dan babynya. Ingat Allexe Suri harus makan yang banyak! Pastikan 3 kali
sehari.’’ Kata Yenni sambil memperbaiki kaca matanya.
‘’Siap!’’ jawab Allexe sambil menegakan badannya.
‘’Al habis ini kita beli sate ya? Aku pengen makan sate sama
soto banjar.’’ Pinta Suri sambil berdiri dari kasur dengan dibantu oleh Allexe
‘’Iya sayang.’’ Allexe mengambil resep di meja Yenni. ‘’Yen
makasih sudah bantu, kita pulang dulu.’’ Kata Allexe ke Yenni. Yenni
melambaikan tangannya.
‘’Pulanglah tapi jangan lupa bayar di administrasi.’’ Kata
Yenni sambil menyerahkan juga hasil pemeriksaan Suri.
‘’Kamu tau! Gedung ini milik siapa? Peralatan ini punya
siapa hah?’’ kata Allexe mulai menyombong, semua ini adalah milik Allexe. lelaki
__ADS_1
itu membangun klinik untuk sepupunya Yenni.
‘’Hehe Iya ya, tapi bayarlah.’’ Jawab Yenni tak mau
kalah.
‘’Al, harus bayar.’’ Kata Suri pelan. Allexe
mengehmbuskan nafasnya.
‘’Baiklah sayang Ayo kita bayar.’’ Allexe menggandeng
Suri dan keluar dari ruangan Yenni.
‘’Memang ya, bucin life.’’ Gumam Yenni sambil melihat Allexe
dan Suri kelua dari pintu.
***
Allexe menutup dompetnya dan berbalik dari meja
administrasi, ia lalu memasukan dompetnya ke dalam saku celana dan mendatangi
Suri. Suri yang sibuk melihat foto usg 4D mengongak tatkala bayangan suaminya
hadir.
‘’Sudah?’’ tanya Suri. Allexe mengangguk sambil memegang
tangan Suri dan menggandengnya menuju keluar dari klinik.
‘’Mau makan sate?’’ tanya Allexe dan Suri mengangguk.
‘’Kita makan di restoran mana ya.’’ Pikir Allexe Suri berhenti jalan membuat Allexe bingung.
‘’Loh kok berenti mobilnya disana yang.’’ Kata Allexe.
‘’Aku mau makan di melawai, katanya Devina dan Shinta di
sana enak.’’ Kata Suri. Allexe memiringkan kepalanya sambil mengingat tempat
itu.
‘’emang tau tempatnya?’’ tanya Allexe dan Suri
menggeleng.
‘’Telp Devina atai Shinta aja suruh kesini buat nunjukin
tempatnya. Allexe menggeleng tidak mau.
‘’Mereka rusuh, ayo ke mobil dan kita kesana.’’ Allexe
membuka google map dan mencari melawai.
Melawai adalah tempat nongkrong atau makan di pinggir
pantai, biasanya sangat ramai jika malam. Dan berhubung ini sudah habis maghrib
maka Allexe dan Suri akan kesana.
__ADS_1