Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 25


__ADS_3

Suri dan Allexe berada di klinik Yenni, sepupunya Allexe.


Yenni nampak sumringah ketika menyambut istrinya Allexe.


‘’Oh Honey, you


look so beautifull. Kemarilah aku akan memeriksa babymu.’’ Yenni menyambut


Suri dengan hangat. Ia membawa Suri ke ruang USG dan berbaring di ranjang.


Suri melihat Allexe dan tersenyum begitupun sebaliknya.


‘’Permisi ya.’’ Yenni menyingkap kaos Suri hingga dada


lalu mengoleskan Gel di perutnya. ‘’Tadi pagi sempat pingsan ya?’’ tanya Yenni.


Suri mengangguk


‘’Iya, mual sekali Dok, kepala saya juga pusing dan


pening.’’ Jawab Suri.


‘’Hm gitu ya? Suka makan tidak? Untuk seukuran tubuhmu


yang mungil ini harus makan yang banyak dan asupan vitamin buat baby.’’


‘’Saya termasuk jarang makan Dok, paling Cuma makan siang


habis itu udah.’’


‘’Oh sayang, tidak bisa begitu. Kamu hidup tidak sendiri


sekarang. Look...’’ Yenni meletakan alat di perut Suri lalu menggerakannya.


‘’Waduh!’’ seru Yenni. Allexe dan Suri melihat layar


monitor.


‘’Allexe anakmu ada empat!’’ seru Yenni. Allexe sontak


tergakaget sekaligus bahagia.


‘’Serius? Jangan bohong ya.’’ Kata Allexe. Allexe tetap


fokus pada layar monitor. Suri tersenyum senang sambil melihat monitor juga.


‘’Serius, ini lihat.’’ Yenni menggerakan benda di


tangannya dan memperlihatkan kepada Allexe dan Suri anak mereka.


‘’1, 2, 3 dan empat berada di belakang sedang bersembunyi


ck. Suri kamu beruntung.’’ Kata Yenni ke Allexe lalu ke Suri kemudian. Allexe


merasakan dadanya lega.


Bahagia? Tentu saja. Untuk meninggalkan Lonas semakin


menjadi dan akan sesegera mungkin.


Allexe melihat Suri dan mengusap kepala istrinya,

__ADS_1


senyuman ketulusan keluar dari wajahnya. Tidak ada kata- kata yang pas untuk


kebahagian ini, pokoknya ia akan tulus mencintai Suri dan anak- anaknya kelak.


‘’Pantesan, aku merasakan perutku besar sekali Dok.’’


Kata Suri.


‘’Ternyata Allexe sangat hebat ya. Sekali jalan langsung


sampai tujuan.’’ Canda Yenni. Suri tertawa pelan. Yenni selesai memeriksa Suri


dan menyuruh Suri untuk duduk.


‘’Kapan kau akan membawanya ke keluarga inti Al? Papi dan


Mamimu pasti bangga.’’ Kata Yenni sambil duduk di kursi kerja dan menulis


beberapa resep obat untuk Suri.


‘’Secepatnya Yen, tapi aku masih ada urusan dengan Lonas.


Aku ingin menceraikannya.’’ Kata Allexe. Suri terkaget ia mendongakan kepalanya


ke atas melihat Allexe dengan serius.


‘’Bu..bukannya---‘’ Kalimat Suri terputus saat Allexe


menjawab.


‘’Aku akan mempertahankanmu sayang,’’ Allexe tersenyum


menaikan dagu Suri dan menunduk sejajar.  ‘’Aku ingin kita bersama- sama selamanya. Kita


akan hidup bahagia sampai tua dan melihat baby kita tumbuh besar.’’ Lanjutnya lagi.


‘’Aku sudah tuliskan resep obat. Ini adalah vitamin untuk


Suri dan babynya. Ingat Allexe Suri harus makan yang banyak! Pastikan 3 kali


sehari.’’ Kata Yenni sambil memperbaiki kaca matanya.


‘’Siap!’’ jawab Allexe sambil menegakan badannya.


‘’Al habis ini kita beli sate ya? Aku pengen makan sate sama


soto banjar.’’ Pinta Suri sambil berdiri dari kasur dengan dibantu oleh Allexe


‘’Iya sayang.’’ Allexe mengambil resep di meja Yenni. ‘’Yen


makasih sudah bantu, kita pulang dulu.’’ Kata Allexe ke Yenni. Yenni


melambaikan tangannya.


‘’Pulanglah tapi jangan lupa bayar di administrasi.’’ Kata


Yenni sambil menyerahkan juga hasil pemeriksaan Suri.


‘’Kamu tau! Gedung ini milik siapa? Peralatan ini punya


siapa hah?’’ kata Allexe mulai menyombong, semua ini adalah milik Allexe. lelaki

__ADS_1


itu membangun klinik untuk sepupunya Yenni.


‘’Hehe Iya ya, tapi bayarlah.’’ Jawab Yenni tak mau


kalah.


‘’Al, harus bayar.’’ Kata Suri pelan. Allexe


mengehmbuskan nafasnya.


‘’Baiklah sayang Ayo kita bayar.’’ Allexe menggandeng


Suri dan keluar dari ruangan Yenni.


‘’Memang ya, bucin life.’’ Gumam Yenni sambil melihat Allexe


dan Suri kelua dari pintu.


***


Allexe menutup dompetnya dan berbalik dari meja


administrasi, ia lalu memasukan dompetnya ke dalam saku celana dan mendatangi


Suri. Suri yang sibuk melihat foto usg 4D mengongak tatkala bayangan suaminya


hadir.


‘’Sudah?’’ tanya Suri. Allexe mengangguk sambil memegang


tangan Suri dan menggandengnya menuju keluar dari klinik.


‘’Mau makan sate?’’ tanya Allexe dan Suri mengangguk.


‘’Kita makan di restoran mana ya.’’ Pikir Allexe  Suri berhenti jalan membuat Allexe bingung.


‘’Loh kok berenti mobilnya disana yang.’’ Kata Allexe.


‘’Aku mau makan di melawai, katanya Devina dan Shinta di


sana enak.’’ Kata Suri. Allexe memiringkan kepalanya sambil mengingat tempat


itu.


‘’emang tau tempatnya?’’ tanya Allexe dan Suri


menggeleng.


‘’Telp Devina atai Shinta aja suruh kesini buat nunjukin


tempatnya. Allexe menggeleng tidak mau.


‘’Mereka rusuh, ayo ke mobil dan kita kesana.’’ Allexe


membuka google map dan mencari melawai.


Melawai adalah tempat nongkrong atau makan di pinggir


pantai, biasanya sangat ramai jika malam. Dan berhubung ini sudah habis maghrib


maka Allexe dan Suri akan kesana.

__ADS_1


__ADS_2