Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 39


__ADS_3

Di tas gundukan tanah yang sudah merata, di berikan


batu nisan bewarna putih dan di kelilingi pagar kayu. Di atas nisan terdapat


nama ibunya Suri serta tanggal wafatnya. Yusuf, suaminya duduk di atas tanah


lalu menyapu kepala nisan dengan pelan.


‘’Kamu tinggalkan aku? Seperti ini kah? Kubilang sabar


tunggu aku sayang.’’ Kata pria paruh baya sambil mengeluarkan air matanya


pelan. “Aku menyesal, amat sangat menyesal sudah seperti ini.’’ Yusuf mengambil


sebotol air meniral dan kembang yang ia beli di pintu pemakaman depan. Tangan renta


itu membuka botol dengan tangan gemetar setelah terbuka ia menyiram batu nisan


itu secara merata. Allexe dan Gerald berjongkok di sisi pemakaman dan ikut


menyiram dengan air.


‘’Kenapa tinggalkan aku hm? Apa salah kusimpan dirimu


hm? Kita memang hidup susah dulu. Kenapa? Aku mencintaimu istriku.’’ Katanya,


bahunya bergetar tak lama ia menangis menumpukan kepalanya di batu tersebut dan


menangis sesenggukan. Allexe berdiri berpindah ke samping ayah Suri dan memegang


kedua bahunya untuk tegak. ‘’Aku menyesal menculiknya, membawanya untuk


menikah, membawanya lari dari keluarganya dan menikah dengan wanita lain demi


harta dan ia menghilang selamanya seperti ini.’’ Kata Yusuf ia menangis


tersedu- sedu sambil menghapus air matanya seperti anak kecil. Allexe menahan


emosinal untuk menangis, ia menangisi dirinya yang bejat juga, ia takut nasibnya


sama seperti ayahnnya Suri. Yusuf memegang tangan Allexe di bahunya dan


menepuknya pelan.


‘’Makasih sudah membantu saya untuk kesini, saya titip


Suri ya Nak Al. apa saya bisa tinggal di rumah alm. Istri saya?’’ izin Yusuf.


Allexe mengangguk tentu saja boleh karena itu adalah hak mereka.


‘’Apa anda sudah lebih baik? Setelah iini bisa


langsung diantar kesana untuk istirahat.’’ Kata Al. Yusuf mengangguk.


‘’Kalian bisa pergi untuk kembali kerja, saya masih


ingin disini untuk menebus kerinduan ini.


‘’Kalau gitu nanti saya tinggalkan satu driver untuk


menunggu anda disini. Jangan kelamaan nanti keburu dingin.’’ Allexe menatap


Gerald dan mengangguk untuk berdiri. Gerald berdiri ia membungkuk hormat


setelah itu pergi terlebih dahulu.


‘’Apa anda ingin bertemu dengan Suri?’’ tanya Allexe.


Yusuf menggeleng untuk sementara ia tidak ingin bertemu anaknya ia tidak ingin


menghancurkan momen kebahagiaan anaknya nanti.


‘’Tolong saja jaga anak saya. Saya menitipkan Suri


kepadamu sama seperti istri saya mempercayai kamu untuk menjaga Suri. Saya belum


ada keinginan untuk bertemu dia. Saya masih takut… takut tidak bisa


mengikhlaskan istri saya ke akhirat karena wajah mereka mirip. Apalagi Suri

__ADS_1


sudah dewasa.’’ Kata Yusuf. Allexe mengeluarkan ponselnya dan menunjukan wallpaper


layarnya ke beliau.


‘’Seperti ini rupa Suri sekarang, dia hamil kembar


empat.’’ Yusuf memegang ponsel yusuf dan tersenyum bahagia. Wajahnya sangat


mirip dengan mendiang ibunya.


‘’Dia sangat cantik.’’ Tak lama ia menangis hp itu ia


kembalikan ke Allexe dan memeluk nisan istrinya. ‘’Dia mirip kamu, Putri kita sayang.’’


Allexe melepas kaca mata hitamnya dengan cepat ia


mengusap matanya yang memerah. ‘’Saya permisi dulu Pak Yusuf, kalau ada apa-


apa saya sudah meninggalkan beberapa pengawal untuk anda.’’ Allexe berdiri dan


pergi, seketika ia ingin pulang kerumah melihat Suri dan anak- anaknya.


Ia melangkahkan kakinya dengan cepat setelah itu masuk


ke dalam mobil.


***


Esoknya….


Allexe mulai meninjau pekerjaan hingga larut malam,


kopi setia menemaninya untuk bergadang Bersama Gerald dan Yudha. Para pekerja


sudah di istirahatkan dan pulang kerumah masing- masing. Semua berkas tentang


pekerjaan di lapangan sudah selesai dengan tuntas.


‘’Wah, pekerjaan ini sangat cepat Pak. Padahal saya


siapkan waktu tiga hari. Bagaimana dengan sisa dua hari pak?’’ tanya Yudha


‘’Libur, kamu butuh istirahat kan… kamu sudah bekerja


dengan baik dan aku suka itu.’’ Kata Allexe tegas. Yudha bersorak gembira.


‘’Makasih Pak…’’ jawab Yudha.


Drtt


Ddrtt


Allexe mengambil hpnya di atas meja ia kemudian


mengangkat telp dan nampaklah wajah Suri yang imut jelita. Allexe menyangga


hpnya dengan tumpukan berkas lalu ia tersenyum.


‘’Hai sayang.’’ Sapa Allexe lembut. Ia melihat Suri


berbaring sambil mengenakan lingerie merah.


‘’Aku rindu padamu, kapan pulang?’’ tanya Suri ia


memperlihatkan perutnya yang Nampak besar sambil mengelusnya. Allexe melihat


Gerald yang mengatur jadwalnya, Gerald terdehem dan menggeleng.


‘’Belum tau, bagaimana kabar twinnie?’’ tanya Allexe


sambil menyeruput sisa kopi di dalam gelas.


‘’Kabar mereka baik di dalam perut. Al hari ini anakmu


cerewet sekali, bayangin jam tiga pagi tadi aku kepengen banget makan bingka


kentang, akhirny Bu lastri membuatkannya. Oh ya, Shinta sudah kembali tiha hari


yang lalu. Aku habis nonton film mafia ganteng Al terus keingat kamu, aktornya

__ADS_1


mirip sekali dengan suamiku ini apalagi di atas ranjang.’’ Kata Suri dengan


malu di akhir kata. Allexe tertawa pelan ia menyandarkan badannya di sandaran


kursi


‘’Oh ya? Apa aku mirip seoran mafia? Bagaimana kalau


sebenarnya aku seorang mafia?’’ tanya Allexe.


‘’NO, itu pekerjaan tidak baik. Mafia itu pembunuh dan


memperdagangkan yang tidak halal.’’ Jawab Suri. ‘’Tidak mungkin itu


pekerjaanmu, sedangkan pakaianmu aja selalu bersih dan rapih.’’ Suri memeluk


guling dan menghadap samping.


‘’Coba tanya Gerald, apakah dia seorang mafia atau


Farel.’’ Kata Allexe dengan mimic serius, Suri ternganga ia langsung bangun dan


tercengang. Seketika Allexe tertawa ia merasa lucu dengan mimic istrinya yang


polos ini.


‘’Al ih gak lucu.’’ Kata Suri ngambek ia kembali


berbaring. ‘’Becanda nih daddy kalian, tega sama Mommy.’’ Kata Suri ke anak-


anaknya di dalam perut.


‘’Makanya jangan kebanyakan nonton film barat. Siapa sih


yang ajarin kamu nonton gituan hm?’’ taya Allexe sambil menarik nafasnya untuk


tenang kembali.


‘’Shinta, Dewina dan Mba Kimberly.’’ Jawab Suri


Allexe menepuk keningnya sambil menggeleng.


‘’Pantesan, lain kali gak usah nonton lagi nanti kalau


jadi ketagihan gimana coba.’’


‘’Al, aku ingin liburan naik kapal gitu, ya ya ya…. Cepet


pulang.’’ Kata Suri manja. Allexe menatap Suri dan mengangguk


‘’Iya sayang, sekarang sudah malam tidurlah. Doakan aku


disini ya.’’ Kata Allexe.


‘’Hm, Al apa disana malam juga kenapa jendela


belakangmu gelap ya?’’ tanya Suri ia mendekatkan wajahnya untuk memperhatikan


Allexe. Allexe menengok kebelakang lalu Gerald buru- buru menutup jendela di


belakang Allexe.


‘’Eh ada Mas Gerald.’’ Tegur Suri. Gerald memperbaiki


jasnya dan say hai dengan tangan


‘’Malam.’’ Sapa Gerald. Allexe memegang dadanya


sungguh ia tidak ingin Suri tau kalau dirinya sedang berada di Indonesia.


‘’yaudah aku tidur dulu ya, dadah suamiku…’’ Suri


mencium Allexe secara online habis itu mati. Allexe dan Gerald saling meilirik kemudian


sama- sama membuang nafas dan Gerald melepas jasnya dan duduk di sofa. Yudha


hanya menggaruk kepalanya yang masih tidak mengerti apa yang terjadi.


‘’Saya permisi dulu ya pak.’’ Izin Yudha setelah itu

__ADS_1


pamit keluar.


__ADS_2