Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 29


__ADS_3

Allexe turun dari pesawat pribadi, dengan tegasnya


berjalan dan masuk ke dalam sedan hitam, Gerald dan Farrel berada di mobil


lain. Jika Indonesia mereka menjadi sahabat maka disini mereka seperti atasan


dan bawahan. Allexe ragu untuk mengikuti arahan Farrel, jujur siapa sih yang


menginginkan saudaranya masuk ke kandang musuh? Allexe memijit pelipisnya


sungguh ia pusing.


30 menit kemudian mobil Allexe masuk ke dalam halaman


mansionnya, disana ia disambut oleh pelayan dan juga pengawal tak lupa Lonas


berdiri di depan mereka untuk menyambut kedatangan dirinya. Allexe berfikir di


dalam kerumunan itu ada Suri, nyatanya istrinya sedang ia amankan.


Suri, Allexe menarik sudut bibir belum juga sehari


namun rasa rindu sudah memenuhi rongga dadanya. Mobil terparkir sempurna,


dengan di bukakan pintu oleh supir ia keluar dan langsung berjalan kearah


Lonas, Lonas langsung memeluk Allexe dan berusaha ingin mencium bibirnya.


‘’Kiss me.’’ Pinta Lonas dan Allexe mencium keningnya.


‘’Ayo masuk.’’ Ajak Allexe ia memegang tangan lonas


dan menariknya ke dalam. Allexe tidak boleh berubah sedikitpun ini demi Suri


dan ke empat bayi mereka.


‘’Aku merindukanmu sangat rindu.’’ Kata Lonas. Mereka


sama- sama duduk di ruang santai, Allexe melapas syal dilehernya dan juga jas


hitam.


‘’Aku juga.’’ Balas Allexe. Entah kenapa ia merasa


kikuk, apa karena mereka sama- sama lelaki. Bodoh juga Allexe mau menikah


dengan Lonas.


‘’Mami dan Papi akan datang, nanti sore. Siap- siaplah


dan mempercantik diri. Liatlah dirimu sejak kutiggal terlihat kurus dan tak


terawat. Kulitmu kering.’’ Perhatian Allexe sedetail itu sungguh sandiwara yang


baik.  Lonas langsung melihat dirinya dan


mengusap kulit lengannya yang kering. Bagaimana tidak ia sekarang pemakai dan


harus melayani Mark kalau enggak video sialan itu akan tersebar dimana- mana


termasuk ke suaminya.


‘’Hm, kalau gitu, temani aku perawatan diri.’’ Kata


Lonas. Allexe mengusap rambut Lonas.


‘’Hari ini aku mesti ke kantor. Aku menunggu Gerald


menjemputku. Ada beberapa pekerjaan yang mesti di urus.’’ Jawab Allexe.


‘’Seperti itu kah? Kamu mempioritaskan pekerjaanmu di


banding aku istrimu?’’ tanya Lonas sedikit kesal.


‘’Kerja cari uang untukmu juga.’’ Jawab Allexe. Lelaki


itu berdiri dan mengenakan jasnya lagi tak lupa selendang Panjang kembali


melilit di lehernya. Sekarang lagi musim dingin, dan Allexe tak ingin tubuhnya


kedinginan. ‘’Sepertinya Gerald sudah datang.’’ Kata Allexe. Tak lama Gerald


muncul ia membungkuk hormat ke Allexe.

__ADS_1


‘’Tuan, hari ini ada jadwal dadakan dengan Tuan Mark.


Dia ingin bertemu anda dan mengadakan meeting.’’ Kata Gerald tenang dan santai.


Di ujung ekor matanya Allexe dapat menangkap ke Khawatiran di diri Lonas.


‘’Jam berapa?’’ tanya Allexe ia kemudian berbalik kearah


Lonas dan mencium pipinya. ‘’aku pergi dulu sayang. Nanti malam baru pulang.’’


Kata Allexe ke Lonas.


‘’Ba- Baik.’’ Jawab Lonas pelan.


‘’Apa kamu ingin ikut denganku?’’ tawar Allexe dan


Lonas langsung menggeleng menolak ia sedikit menjauh dari Allexe.


‘’Aku tunggu dirumah. Hati- hati dijalan.’’Tolak


Lonas.


‘’Baiklah, Aku pergi.’’ Allexe mengangguk Gerald dan


melangkah keluar. Geraldpun membungkuk hormat ke Lonas setelah itu berjalan di


belakang Allexe.


Setelah


kepergian mereka Lonas nampak ketakutan ia langsung duduk dengan gelisah sambil


menggigit kukunya, bagaimana ini.


**


Allexe sampai di kantor, ia melangkahkan kakinya di


kerajaannya sendiri. Semua karyawan menyambutnya dengan hormat, dingin, tatapan


tajam dan menusuk ia keluarkan seperti sedia kala. Allexe menengok ke Gerald di


samping belakang.


‘’Ruang meeting sudah siap? Dan mereka disana?’’ tanya


‘’Hm, mereka sudah Bersama Farrel di ruang meeting.’’ Jawab


Gerald. Allexe menghembuskan nafasnya tanpa ekspresi ia khawatir dengan rencana


nekat ini.


‘’Hm, ayo.’’ Allexe dan Gerald serta beberapa kolega


dan pengawal menaiki lift. Sambil menunggu lift sampai ketujuan Allexe menatap


kebelakang ia nampak aneh karena ada orang asing. Allexe kemudian melihat


Gerald seolah bertanya melalui tatapannya.


‘’Siapa


mereka?’’


Namun Gerald hanya menunduk dan tidak menjawab. Tak lama


pintu lift terbuka dan Allexe keluar melangkahkan kakinya ke ruang meeting. Dari


luar ia dapat melihat Mark nampak duduk tenang sambil mengobrol dengan Farrel. Pintu


kaca terbuka otomatis saat tersensor tubuh Allexe. Ia masuk dengan santai dan duduk


berhadapan dengan Mark.


‘’Wah,


long time no see Mr. Xavier.’’Mark berdiri dan memberikan


tangannya untuk berjabat, Allexe ikut berdiri ia menyambut jabatan tersebut.


‘’Jadi, ada apa kesini?’’ kata Allexe to the point matanya sekilas menatap


Farrel yang memainkan alis.

__ADS_1


‘’Tidak ada, hanya berkunjung. Bagaimana perusahaan


mu? Kulihat kurang baik.’’ Kata Mark sambil kembali duduk begitupun dengan


Alllexe.


‘’Hm, seperti yang kamu lihat.’’ Jawab Allexe santai.


‘’Jadi, apa kamu berniat untuk menjual sebagian asetmu


kepadaku? Agar kamu tidak jatuh. Kata Farrel kamu mau menjualnya denganku.’’


Mark menatap Farrel dan lelaki itu mengangguk ke Allexe dengan cengengesannya.


Allexe menghembuskan nafasnya kesal, sungguh mereka melakukan perannya dengan


baik. Sedangkan Gerald berdiri dan memijit pelipisnya.


‘’Ya, bisa…’’ jawab Allexe. Ya ampun Allexe begitu


kikuk karena sudah lama tidak seperti ini. Biasa dia terus berdekatan dengan


Suri dan menjadi pribadi yang baik.


‘’Ayolah Allexe jangan irit bicara. Aku akan


membantumu asalkan kamu menceraikan Lonas, bagaimana.’’ Mark menatap Allexe dan


semua orang yang ada di ruangan itu. Allexe terdehem ia menengok ke Gerald


untuk memerintahkan anak buahnya keluar hingga menyisakan orang intim.


‘’Aku butuh bicara empat mata dengan Tuan Mark,


bisakah kamu menyuruh yang lain keluar.’’ Kata Allexe. Gerald mengangguk dan


membungkuk hormat.


‘’Baik tuan.’’ Gerarld segera membubarkan anak buahnya


untuk keluar begitupun dengan Mark.


Allexe berdiri ia melepas syalnya dan juga jas. Ia menggulung


kemeja lengan panjangnya singga siku lalu kancing kemejanya ia lepas 2 dan


duduk kakinya ia naikan pertanda ia adalah raja disini.


‘’Bisa diulang ucapannya?’’ pinta Allexe.


Mark tertawa pelan kemudian berkata lagi.


‘’Aku akan membantumu asalkan kamu mau memberikan


Lonas. Aku tau kamu memiliki wanita lain Al. wanita yang sedang kau sembunyikan


dan mengandung anakmu.’’ Kata Mark langsung. Allexe mengeraskan rahangnya dan


mengepalkan tangannya hingga buku- buku jarinya memutih.


‘’Tidak heran kamu tau aku memiliki wanita lain karena


anak buahmu sangat handal, jadi kamu datang kesini hanya meminta Lonas dan


asetku huh?’’ Allexe berusaha untuk tenang.


‘’Yup, kamu sudah lihat kan percintaan panas kami? Udahlah.


Berikan saja dan juga perusahaanmu ini oh ya, bolehkan Farrel ikut denganku


saja.’’ Ujar Mark. Allexe menghembuskan nafasnya ia menatap Mark.


‘’Akan kuberikan Lonas dan asetku ini, bukan sedikit


tapi semuanya dan kamu tidak perlu bayar.’’ Jawab Allexe. ‘’Tapi untuk Fareel


aku tidak bisa. Dia sepupuku dan adikku.’’ Jujur Allexe.


‘’Oh gitu, baiklah kamu tidak mau memberikan satu


anak  buahmu untukku gakpapa. Jadi kapan


kantor ini menjadi milliku?’’ tanya Mark. Allexe tersenyum tipis.

__ADS_1


‘’Secepatnya.’’ Kata Allexe ‘’sampai kamu dan Lonas


aku lenyapkan.’’ Sambung Allexe dalam hati.


__ADS_2