
Allexe turun dari pesawat pribadi, dengan tegasnya
berjalan dan masuk ke dalam sedan hitam, Gerald dan Farrel berada di mobil
lain. Jika Indonesia mereka menjadi sahabat maka disini mereka seperti atasan
dan bawahan. Allexe ragu untuk mengikuti arahan Farrel, jujur siapa sih yang
menginginkan saudaranya masuk ke kandang musuh? Allexe memijit pelipisnya
sungguh ia pusing.
30 menit kemudian mobil Allexe masuk ke dalam halaman
mansionnya, disana ia disambut oleh pelayan dan juga pengawal tak lupa Lonas
berdiri di depan mereka untuk menyambut kedatangan dirinya. Allexe berfikir di
dalam kerumunan itu ada Suri, nyatanya istrinya sedang ia amankan.
Suri, Allexe menarik sudut bibir belum juga sehari
namun rasa rindu sudah memenuhi rongga dadanya. Mobil terparkir sempurna,
dengan di bukakan pintu oleh supir ia keluar dan langsung berjalan kearah
Lonas, Lonas langsung memeluk Allexe dan berusaha ingin mencium bibirnya.
‘’Kiss me.’’ Pinta Lonas dan Allexe mencium keningnya.
‘’Ayo masuk.’’ Ajak Allexe ia memegang tangan lonas
dan menariknya ke dalam. Allexe tidak boleh berubah sedikitpun ini demi Suri
dan ke empat bayi mereka.
‘’Aku merindukanmu sangat rindu.’’ Kata Lonas. Mereka
sama- sama duduk di ruang santai, Allexe melapas syal dilehernya dan juga jas
hitam.
‘’Aku juga.’’ Balas Allexe. Entah kenapa ia merasa
kikuk, apa karena mereka sama- sama lelaki. Bodoh juga Allexe mau menikah
dengan Lonas.
‘’Mami dan Papi akan datang, nanti sore. Siap- siaplah
dan mempercantik diri. Liatlah dirimu sejak kutiggal terlihat kurus dan tak
terawat. Kulitmu kering.’’ Perhatian Allexe sedetail itu sungguh sandiwara yang
baik. Lonas langsung melihat dirinya dan
mengusap kulit lengannya yang kering. Bagaimana tidak ia sekarang pemakai dan
harus melayani Mark kalau enggak video sialan itu akan tersebar dimana- mana
termasuk ke suaminya.
‘’Hm, kalau gitu, temani aku perawatan diri.’’ Kata
Lonas. Allexe mengusap rambut Lonas.
‘’Hari ini aku mesti ke kantor. Aku menunggu Gerald
menjemputku. Ada beberapa pekerjaan yang mesti di urus.’’ Jawab Allexe.
‘’Seperti itu kah? Kamu mempioritaskan pekerjaanmu di
banding aku istrimu?’’ tanya Lonas sedikit kesal.
‘’Kerja cari uang untukmu juga.’’ Jawab Allexe. Lelaki
itu berdiri dan mengenakan jasnya lagi tak lupa selendang Panjang kembali
melilit di lehernya. Sekarang lagi musim dingin, dan Allexe tak ingin tubuhnya
kedinginan. ‘’Sepertinya Gerald sudah datang.’’ Kata Allexe. Tak lama Gerald
muncul ia membungkuk hormat ke Allexe.
__ADS_1
‘’Tuan, hari ini ada jadwal dadakan dengan Tuan Mark.
Dia ingin bertemu anda dan mengadakan meeting.’’ Kata Gerald tenang dan santai.
Di ujung ekor matanya Allexe dapat menangkap ke Khawatiran di diri Lonas.
‘’Jam berapa?’’ tanya Allexe ia kemudian berbalik kearah
Lonas dan mencium pipinya. ‘’aku pergi dulu sayang. Nanti malam baru pulang.’’
Kata Allexe ke Lonas.
‘’Ba- Baik.’’ Jawab Lonas pelan.
‘’Apa kamu ingin ikut denganku?’’ tawar Allexe dan
Lonas langsung menggeleng menolak ia sedikit menjauh dari Allexe.
‘’Aku tunggu dirumah. Hati- hati dijalan.’’Tolak
Lonas.
‘’Baiklah, Aku pergi.’’ Allexe mengangguk Gerald dan
melangkah keluar. Geraldpun membungkuk hormat ke Lonas setelah itu berjalan di
belakang Allexe.
Setelah
kepergian mereka Lonas nampak ketakutan ia langsung duduk dengan gelisah sambil
menggigit kukunya, bagaimana ini.
**
Allexe sampai di kantor, ia melangkahkan kakinya di
kerajaannya sendiri. Semua karyawan menyambutnya dengan hormat, dingin, tatapan
tajam dan menusuk ia keluarkan seperti sedia kala. Allexe menengok ke Gerald di
samping belakang.
‘’Ruang meeting sudah siap? Dan mereka disana?’’ tanya
‘’Hm, mereka sudah Bersama Farrel di ruang meeting.’’ Jawab
Gerald. Allexe menghembuskan nafasnya tanpa ekspresi ia khawatir dengan rencana
nekat ini.
‘’Hm, ayo.’’ Allexe dan Gerald serta beberapa kolega
dan pengawal menaiki lift. Sambil menunggu lift sampai ketujuan Allexe menatap
kebelakang ia nampak aneh karena ada orang asing. Allexe kemudian melihat
Gerald seolah bertanya melalui tatapannya.
‘’Siapa
mereka?’’
Namun Gerald hanya menunduk dan tidak menjawab. Tak lama
pintu lift terbuka dan Allexe keluar melangkahkan kakinya ke ruang meeting. Dari
luar ia dapat melihat Mark nampak duduk tenang sambil mengobrol dengan Farrel. Pintu
kaca terbuka otomatis saat tersensor tubuh Allexe. Ia masuk dengan santai dan duduk
berhadapan dengan Mark.
‘’Wah,
long time no see Mr. Xavier.’’Mark berdiri dan memberikan
tangannya untuk berjabat, Allexe ikut berdiri ia menyambut jabatan tersebut.
‘’Jadi, ada apa kesini?’’ kata Allexe to the point matanya sekilas menatap
Farrel yang memainkan alis.
__ADS_1
‘’Tidak ada, hanya berkunjung. Bagaimana perusahaan
mu? Kulihat kurang baik.’’ Kata Mark sambil kembali duduk begitupun dengan
Alllexe.
‘’Hm, seperti yang kamu lihat.’’ Jawab Allexe santai.
‘’Jadi, apa kamu berniat untuk menjual sebagian asetmu
kepadaku? Agar kamu tidak jatuh. Kata Farrel kamu mau menjualnya denganku.’’
Mark menatap Farrel dan lelaki itu mengangguk ke Allexe dengan cengengesannya.
Allexe menghembuskan nafasnya kesal, sungguh mereka melakukan perannya dengan
baik. Sedangkan Gerald berdiri dan memijit pelipisnya.
‘’Ya, bisa…’’ jawab Allexe. Ya ampun Allexe begitu
kikuk karena sudah lama tidak seperti ini. Biasa dia terus berdekatan dengan
Suri dan menjadi pribadi yang baik.
‘’Ayolah Allexe jangan irit bicara. Aku akan
membantumu asalkan kamu menceraikan Lonas, bagaimana.’’ Mark menatap Allexe dan
semua orang yang ada di ruangan itu. Allexe terdehem ia menengok ke Gerald
untuk memerintahkan anak buahnya keluar hingga menyisakan orang intim.
‘’Aku butuh bicara empat mata dengan Tuan Mark,
bisakah kamu menyuruh yang lain keluar.’’ Kata Allexe. Gerald mengangguk dan
membungkuk hormat.
‘’Baik tuan.’’ Gerarld segera membubarkan anak buahnya
untuk keluar begitupun dengan Mark.
Allexe berdiri ia melepas syalnya dan juga jas. Ia menggulung
kemeja lengan panjangnya singga siku lalu kancing kemejanya ia lepas 2 dan
duduk kakinya ia naikan pertanda ia adalah raja disini.
‘’Bisa diulang ucapannya?’’ pinta Allexe.
Mark tertawa pelan kemudian berkata lagi.
‘’Aku akan membantumu asalkan kamu mau memberikan
Lonas. Aku tau kamu memiliki wanita lain Al. wanita yang sedang kau sembunyikan
dan mengandung anakmu.’’ Kata Mark langsung. Allexe mengeraskan rahangnya dan
mengepalkan tangannya hingga buku- buku jarinya memutih.
‘’Tidak heran kamu tau aku memiliki wanita lain karena
anak buahmu sangat handal, jadi kamu datang kesini hanya meminta Lonas dan
asetku huh?’’ Allexe berusaha untuk tenang.
‘’Yup, kamu sudah lihat kan percintaan panas kami? Udahlah.
Berikan saja dan juga perusahaanmu ini oh ya, bolehkan Farrel ikut denganku
saja.’’ Ujar Mark. Allexe menghembuskan nafasnya ia menatap Mark.
‘’Akan kuberikan Lonas dan asetku ini, bukan sedikit
tapi semuanya dan kamu tidak perlu bayar.’’ Jawab Allexe. ‘’Tapi untuk Fareel
aku tidak bisa. Dia sepupuku dan adikku.’’ Jujur Allexe.
‘’Oh gitu, baiklah kamu tidak mau memberikan satu
anak buahmu untukku gakpapa. Jadi kapan
kantor ini menjadi milliku?’’ tanya Mark. Allexe tersenyum tipis.
__ADS_1
‘’Secepatnya.’’ Kata Allexe ‘’sampai kamu dan Lonas
aku lenyapkan.’’ Sambung Allexe dalam hati.