Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 34


__ADS_3

MAAF YANG KEMARIN SALAH EPISODE HEHE, HARUSNYA 32 DAN INI 33 TAPI YAUDAH GAKPAPALAH YA


SELAMAT BACA. 


**


Hari sudah malam, berarti di tempat Allexe sudah pagi.


Suri duduk di sofa dekat dengan kasurnya. Ia bersandar lalu mengelus perutnya


yang nampak besar. Hari- hari ia lewati tanpa Allexe, sungguh bila di pikir


lelaki itu tidak baik dan kejam dalam artian dia suka menyiksa fisiknya tapi


tidak dengan batin. Seketika ia juga mengingat janji Allexe untuk bertemu


dengan ibunya. Mungkin sudah bosan mendengarnya tapi Suri tidak. Terakhir kali


ia bertemu dengan ibunya pas di operasi. Bagaimana kabar ibunya ya? Sampai saat


ini Allexe belum mempertemukannya dan memberitahu kabar terakhir ibunya.


‘’Ibu, Aku kangen… Aku kangen mengingat masa- masa


tinggal di gubuk. Aku rindu ibu yang selalu memasakan makanan untukku, aku


rindu dengan ocehanmu dan sikap tegasmu. Ibu suatu saat nanti aku akan menjadi


seperti dirimu untuk mendidik anak- anakku. Ibu aku ingin kasih liat cucu-


cucumu kelak. Semoga cepat bertemu bu.’’ Kata Suri pelan. Wanita hamil itu


mengembuskan nafasnya setelah itu berdiri sambil menahan pinggangnya ia menuju


ke atas kasur dan berbaring disana. Suri tidak langsung berbaring melainkan


bersandar di tumbukan bantal yang ia tumpukan menjadi satu di kepala kasur. Biasanya


sebelum tidur ia main hp dulu nonton Tik-Tok atau youtube sampai matanya berat


dan tidur sendiri.


Dalam tidurnya garis di bibirnya itu akan melengkung


ke atas, kepalanya ia usap ke bantal yang dingin setelah itu hinggaplah ia ke


alam mimpi.


**


Mark dan Allexe saling terdiam mereka bertemu lagi


untuk yang kedua kalinya. Tujuannya adalah untuk menyerahkan Lonas. Mark


melihat Alllexe yang diam akhirnya ia angkat bicara.


‘’Jadi kapan kamu memberikanku Lonas?’’ tanya Mark.


‘’Kapanpun kamu mau.’’’ Jawab Allexe.


‘’Kalau gitu panggil istrimu itu, eiitss… pertama


ceraikan saja dulu.’’ Kata Mark. Allexe mengangkat tangannya dan menegakan


badannya.


‘’Mau pesan minuman apa? Aku akan menceraikannya


setelah Lonas berhenti berkutik. Ia mengancamku untuk memisakan aku dan Suri.’’


Tak lama pelayan datang Allexe memesan sebotol wine dengan dua gelas kosong


setelah itu pergi lagi. Mark mengusap- usap dagunya seraya berfikir ia kemudian


menjentikan jarinya.


‘’Kalau gitu cepat selesaikan! Kalau perusahaanmu bisa


belakangan.’’ Jawab Mark.

__ADS_1


‘’Dia sedang ke Singapore, anak buahku memberitahu. Jika


dia pulang aku mengurusnya.’’ Jawab Allexe. Tak lama pelayan datang membawakan


sebotol wine di dalam ember berisi es batu, dengan elegan pelayan itu


menyiapkannya setelah itu pergi. Allexe mengambil botol Wine dan menuangkan


isinya ke dalam gelas.


‘’Aku masih baik padamu Al, jangan sampai kau


mengingkari janjimu dan membatalkan semuanya. Kamu tidak tau aku siapa hm.’’


Mark berkata dengan pelan namun tajam. Allexe menenggak minumannya lalu


melemparkan gelas ke lantai dengan keras.


‘’Sialan! Kamu tau aku siapa hah?’’ Allexe naik pitam


ia langsung berdiri menarik kerah baju Mark dan menatapnya tajam. ‘’Kamu


berurusan dengan orang yang salah Mark! Leih baik kamu diam atau usaha


perdangan wanitamu itu kubongkar dan kapal yang kau miliki kuambil alih! Tidak ada


yang mempercayaimu di dunia suci ini! Kau memberikan Lonas obat- obatam dan


sekarang ketergantungan! Kau pikir aku bodoh? Kamu juga seorang bandar narkoba


di dunia hitam! Mengadakan pesta untuk para banci! Sialan! Kalau kau mau Lonas


silahkan ambil dengan caramu sendiri!’’ Allexe mendorong Mark lalu pergi, saat


berada di depan pintu ia di cegat dan menodongnya dengan tembakan.  Allexe menarik nafasnya ia menegok ke Mark yang


terdiam di belakangnya setelah itu kembali melihat pengawal Mark.


‘’Minggir.’’ Kata Allexe namun mereka tetap diam


walaupun tergugup- gugup karena merasakan aura Allexe. Allexe dengan cepat


berdiri.


‘’Stop Allexe, kalian berdua minggir!’’ kata Mark panik.


Dari luar Gerald dan Farrel terkaget saat mendengar suara tembakan, mereka


berdua langsung masuk ke dalam ruangan tentunya Bersama pengawal lain di


belakangnya.


‘’Tuan.’’ Kata Gerald dan Farrel panik. Mereka berdua


menarik nafasnya lega ketika melihat Allexe tidak apa- apa. Allexe membuang


tembakan itu lalu berbalik dan mendekati Mark.


‘’Kau tau, kalau cara kotor seperti ini kau pakai aku


juga bisa!’’ Allexe mendorong Mark yang tertunduk setelah itu pergi


meninggalkan mereka. ‘’ Farrel, cari Lonas dan lemparkan ke buaya itu! Sialan.’’


Kata Allexe saat berpapasan dengan FArrel di depan pintu.


**


Allexe pulang kerumahnya ia menghempaskan jaket yang


di kenakannya di meja.


‘’Kalian semua keluar! Tidak ada yang dirumah barang


satu orangpun! Terserah mau kemana, mall, dll.’’ Kata Allexe ke pelayan rumah. Pelayan


rumah langsung terhenti dari aktifitasnya.


‘’Aku tidak memecat kalian! Pergilah.’’ Kata Allexe

__ADS_1


setelah itu duduk di ruang tengah. Ia menunggu Farrel menjemput Lonas dan


mengakhiri semuanya. Menunggu sambil duduk selama delapan belas jam? Heh, yang


benar saja.


**


Keesokan harinya


Indonesia…


Shinta mengangkat sisa sampah dari cucian piring


mengikatnya dengan platik sampah setelah itu pergi keluar. Dengan bersiul ia


membuang sampah di depan setelah itu selesai.


‘’Bye bye sampah!’’ kata Shinta setelah selesai


membuang, saat ia berbalik empat pengawal mencegatnya.


‘’Mba Shinta ikuti kami.’’ Kata mereka namun Shinta


mengambil kuda- kuda untuk membela diri.


‘’Kalian siapa?’’ tanya Shinta. 4 orang berpakaian


serba hitam itu saling menengok dan mengangguk pelan.


‘’Maaf Mba.’’ Kata mereka. Dengan sigap mereka


berempat menangkap Shinta, menutupi kepalanya dengan kain lalu di bawa ke dalam


mobil dengan cepat. Di dalam kain itu sudah di bius obat hingga pingsan dan


tidak sadarkan diri.


**


Suri keluar dari kamar ia mencari Shinta namun tidak


ada, biasanya gadis itu sedang duduk nonton drakor atau mencuci piring tapi kok


sepi ya.


‘’Mba Dewina, Mba Dewina.’’ Panggil Suri lalu dia


duduk di ruang tv. Dewina datang ia baru saja habis mandi.


‘’Kenapa Dek.’’ Kata Dewina sambil menggosok mukanya


dengan tangan.


‘’Liat Mba Shinta? Biasanya dia ada disini. Aku mau


nyuruh dia belikan cake.’’ Kata Suri. Dewina langsung menuju cctv dan melihat


ke layar.


‘’Astaga!’’ pekik Dewina saat melihat Shinta di culik.


‘’Kenapa?’’ kata Suri panik.


‘’Anuuuu Shinta di culik. Sialan.’’ Dewina langsung


bergegas pergi menuju bak sampah di depan. ‘’Siapa yang menculikmu hahhhh.’’ Kata


Dewina yang ingin menangis karena sahabatnya di culik. Suri langsung syok ia


pangling dan pikirannya pecah. Apa yang harus ia lakukan? Allexe, yah suaminya


itu. Seketika perutnya terasa kencang dan tidak bisa berbuat apa- apa selain


diam hingga sakitnya reda.


‘’Aduh jangan siksa Mommy nak.’’ Kata Suri sambil


mengelus perutnya. Apa keemoat anaknya ini menyuruhnya untuk diam dan anteng

__ADS_1


aja gitu makanya di kasih sakit. Uh menyebalkan


__ADS_2