
MAAF YANG KEMARIN SALAH EPISODE HEHE, HARUSNYA 32 DAN INI 33 TAPI YAUDAH GAKPAPALAH YA
SELAMAT BACA.
**
Hari sudah malam, berarti di tempat Allexe sudah pagi.
Suri duduk di sofa dekat dengan kasurnya. Ia bersandar lalu mengelus perutnya
yang nampak besar. Hari- hari ia lewati tanpa Allexe, sungguh bila di pikir
lelaki itu tidak baik dan kejam dalam artian dia suka menyiksa fisiknya tapi
tidak dengan batin. Seketika ia juga mengingat janji Allexe untuk bertemu
dengan ibunya. Mungkin sudah bosan mendengarnya tapi Suri tidak. Terakhir kali
ia bertemu dengan ibunya pas di operasi. Bagaimana kabar ibunya ya? Sampai saat
ini Allexe belum mempertemukannya dan memberitahu kabar terakhir ibunya.
‘’Ibu, Aku kangen… Aku kangen mengingat masa- masa
tinggal di gubuk. Aku rindu ibu yang selalu memasakan makanan untukku, aku
rindu dengan ocehanmu dan sikap tegasmu. Ibu suatu saat nanti aku akan menjadi
seperti dirimu untuk mendidik anak- anakku. Ibu aku ingin kasih liat cucu-
cucumu kelak. Semoga cepat bertemu bu.’’ Kata Suri pelan. Wanita hamil itu
mengembuskan nafasnya setelah itu berdiri sambil menahan pinggangnya ia menuju
ke atas kasur dan berbaring disana. Suri tidak langsung berbaring melainkan
bersandar di tumbukan bantal yang ia tumpukan menjadi satu di kepala kasur. Biasanya
sebelum tidur ia main hp dulu nonton Tik-Tok atau youtube sampai matanya berat
dan tidur sendiri.
Dalam tidurnya garis di bibirnya itu akan melengkung
ke atas, kepalanya ia usap ke bantal yang dingin setelah itu hinggaplah ia ke
alam mimpi.
**
Mark dan Allexe saling terdiam mereka bertemu lagi
untuk yang kedua kalinya. Tujuannya adalah untuk menyerahkan Lonas. Mark
melihat Alllexe yang diam akhirnya ia angkat bicara.
‘’Jadi kapan kamu memberikanku Lonas?’’ tanya Mark.
‘’Kapanpun kamu mau.’’’ Jawab Allexe.
‘’Kalau gitu panggil istrimu itu, eiitss… pertama
ceraikan saja dulu.’’ Kata Mark. Allexe mengangkat tangannya dan menegakan
badannya.
‘’Mau pesan minuman apa? Aku akan menceraikannya
setelah Lonas berhenti berkutik. Ia mengancamku untuk memisakan aku dan Suri.’’
Tak lama pelayan datang Allexe memesan sebotol wine dengan dua gelas kosong
setelah itu pergi lagi. Mark mengusap- usap dagunya seraya berfikir ia kemudian
menjentikan jarinya.
‘’Kalau gitu cepat selesaikan! Kalau perusahaanmu bisa
belakangan.’’ Jawab Mark.
__ADS_1
‘’Dia sedang ke Singapore, anak buahku memberitahu. Jika
dia pulang aku mengurusnya.’’ Jawab Allexe. Tak lama pelayan datang membawakan
sebotol wine di dalam ember berisi es batu, dengan elegan pelayan itu
menyiapkannya setelah itu pergi. Allexe mengambil botol Wine dan menuangkan
isinya ke dalam gelas.
‘’Aku masih baik padamu Al, jangan sampai kau
mengingkari janjimu dan membatalkan semuanya. Kamu tidak tau aku siapa hm.’’
Mark berkata dengan pelan namun tajam. Allexe menenggak minumannya lalu
melemparkan gelas ke lantai dengan keras.
‘’Sialan! Kamu tau aku siapa hah?’’ Allexe naik pitam
ia langsung berdiri menarik kerah baju Mark dan menatapnya tajam. ‘’Kamu
berurusan dengan orang yang salah Mark! Leih baik kamu diam atau usaha
perdangan wanitamu itu kubongkar dan kapal yang kau miliki kuambil alih! Tidak ada
yang mempercayaimu di dunia suci ini! Kau memberikan Lonas obat- obatam dan
sekarang ketergantungan! Kau pikir aku bodoh? Kamu juga seorang bandar narkoba
di dunia hitam! Mengadakan pesta untuk para banci! Sialan! Kalau kau mau Lonas
silahkan ambil dengan caramu sendiri!’’ Allexe mendorong Mark lalu pergi, saat
berada di depan pintu ia di cegat dan menodongnya dengan tembakan. Allexe menarik nafasnya ia menegok ke Mark yang
terdiam di belakangnya setelah itu kembali melihat pengawal Mark.
‘’Minggir.’’ Kata Allexe namun mereka tetap diam
walaupun tergugup- gugup karena merasakan aura Allexe. Allexe dengan cepat
berdiri.
‘’Stop Allexe, kalian berdua minggir!’’ kata Mark panik.
Dari luar Gerald dan Farrel terkaget saat mendengar suara tembakan, mereka
berdua langsung masuk ke dalam ruangan tentunya Bersama pengawal lain di
belakangnya.
‘’Tuan.’’ Kata Gerald dan Farrel panik. Mereka berdua
menarik nafasnya lega ketika melihat Allexe tidak apa- apa. Allexe membuang
tembakan itu lalu berbalik dan mendekati Mark.
‘’Kau tau, kalau cara kotor seperti ini kau pakai aku
juga bisa!’’ Allexe mendorong Mark yang tertunduk setelah itu pergi
meninggalkan mereka. ‘’ Farrel, cari Lonas dan lemparkan ke buaya itu! Sialan.’’
Kata Allexe saat berpapasan dengan FArrel di depan pintu.
**
Allexe pulang kerumahnya ia menghempaskan jaket yang
di kenakannya di meja.
‘’Kalian semua keluar! Tidak ada yang dirumah barang
satu orangpun! Terserah mau kemana, mall, dll.’’ Kata Allexe ke pelayan rumah. Pelayan
rumah langsung terhenti dari aktifitasnya.
‘’Aku tidak memecat kalian! Pergilah.’’ Kata Allexe
__ADS_1
setelah itu duduk di ruang tengah. Ia menunggu Farrel menjemput Lonas dan
mengakhiri semuanya. Menunggu sambil duduk selama delapan belas jam? Heh, yang
benar saja.
**
Keesokan harinya
Indonesia…
Shinta mengangkat sisa sampah dari cucian piring
mengikatnya dengan platik sampah setelah itu pergi keluar. Dengan bersiul ia
membuang sampah di depan setelah itu selesai.
‘’Bye bye sampah!’’ kata Shinta setelah selesai
membuang, saat ia berbalik empat pengawal mencegatnya.
‘’Mba Shinta ikuti kami.’’ Kata mereka namun Shinta
mengambil kuda- kuda untuk membela diri.
‘’Kalian siapa?’’ tanya Shinta. 4 orang berpakaian
serba hitam itu saling menengok dan mengangguk pelan.
‘’Maaf Mba.’’ Kata mereka. Dengan sigap mereka
berempat menangkap Shinta, menutupi kepalanya dengan kain lalu di bawa ke dalam
mobil dengan cepat. Di dalam kain itu sudah di bius obat hingga pingsan dan
tidak sadarkan diri.
**
Suri keluar dari kamar ia mencari Shinta namun tidak
ada, biasanya gadis itu sedang duduk nonton drakor atau mencuci piring tapi kok
sepi ya.
‘’Mba Dewina, Mba Dewina.’’ Panggil Suri lalu dia
duduk di ruang tv. Dewina datang ia baru saja habis mandi.
‘’Kenapa Dek.’’ Kata Dewina sambil menggosok mukanya
dengan tangan.
‘’Liat Mba Shinta? Biasanya dia ada disini. Aku mau
nyuruh dia belikan cake.’’ Kata Suri. Dewina langsung menuju cctv dan melihat
ke layar.
‘’Astaga!’’ pekik Dewina saat melihat Shinta di culik.
‘’Kenapa?’’ kata Suri panik.
‘’Anuuuu Shinta di culik. Sialan.’’ Dewina langsung
bergegas pergi menuju bak sampah di depan. ‘’Siapa yang menculikmu hahhhh.’’ Kata
Dewina yang ingin menangis karena sahabatnya di culik. Suri langsung syok ia
pangling dan pikirannya pecah. Apa yang harus ia lakukan? Allexe, yah suaminya
itu. Seketika perutnya terasa kencang dan tidak bisa berbuat apa- apa selain
diam hingga sakitnya reda.
‘’Aduh jangan siksa Mommy nak.’’ Kata Suri sambil
mengelus perutnya. Apa keemoat anaknya ini menyuruhnya untuk diam dan anteng
__ADS_1
aja gitu makanya di kasih sakit. Uh menyebalkan