Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 40


__ADS_3

Setelah kejadian itu Allexe dan anak buahnya semakin waspada, beberapa perjanjian yang mereka buat dengan Mark sudah terselesaikan. Separuh harta Allexe sudah diambil alih. Allexe pergi ke rumah kedua orang tuanya, ia mengumpulkan seluruh anggota keluarganya. Ini sudah terlalu lama mendrama dan berleha- leha. Seluruh keluarga sudah duduk di ruang tengah.


''Tumben Kakak kesini, biasanya jarang.'' Kata sang adik. Allexe menghembuskan nafasnya ia mengatur kata demi kata untuk berkata jujur.


''Dad,Mom. Aku dan Lonas berpisah. Sekarang aku sudah memiliki wanita lain. Lonas tidak bisa hamil maka dari itu aku berpisah.'' Kata Allexe.


''Kamu masih mengincar warisan? Makanya berani mencerai istrimu yang tak kunjung hamil.'' Celetuk sang adik. Allexe menghembuskan nafasnya.


''Bukannya sudah hamil muda? Kenapa jadi gak hamil? Kamu bohongi Mommy? Hm?'' kata Mommy. Allexe menggelengkan kepalanya takut.


''Bu- bukan. Dia bohong bukan aku.'' Kata Allexe terbata. '' Aku.''


''Ikut Mommy nak ke kamar.'' Potong Mommy. Allexe menghembuskan nafasnya kemudian mengikuti langkah Mommy. Daddy yang tidak ingin ketinggalan ikut mengikuti mereka kecuali saudara- saudaranya.


''Tetap disini.'' Ucap Daddy ke mereka.


Setelah sampai dikamar Mommy duduk di tepi Kasur dengan Allexe.


''Mommy tau kamu tidak berani jujur. Jujurlah dengan baik.'' Kata Mommy.


''Lonas transgender, selama ini aku menikah dengan sesame jenis. Bukan karena aku gay tapi karena waktu itu aku buta dan hanya melihat kecantikan saja.'' Jujur Allexe. Mommy dan Daddy langsung syok namun mereka menyembunyikannya dan berusaha tenang. Mommy menarik nafasnya panjang begitupun dengan Daddy.


''Al, kamu ah.'' Kata Daddy ia tidak bisa berkata apa- apa. ''Uruslah anakmu Mom, bikin malu saja. Untuk berita media tidak tau! Kalau tau kita semua malu.'' Ujar Daddy.


''Kalau gitu lepaskan Lonas, cerai.'' Kata Mommy. Allexe mengangguk ia kemudian berkata lagi,

__ADS_1


''Aku juga memiliki wanita lain yang sedang mengandung anakku mom, gadis Indonesia. Sekarang dia hamil muda dan kembar.'' Kata Allexe.


''Kembar? Ouh, kembar berapa.'' Kata Mommy sumringah. Allexe tersenyum sambil mengusap kepalanya.


''Empat.'' Jawabnya malu. Daddy dan Mommy ternganga.


''Oh my god, Puji Tuhan.'' Kata Mommy ia memeluk anaknya dan mengelus kepala Allexe pelan.


''Dimana dia? Mommy ingin bertemu dengannya. Bawa dia kemari dan tinggalah disini.'' Kata Mommy. Allexe merasa lega ia memeluk balik Mommynya.


''Dia berada di Indonesia. Lonas dan Mark ingin mencelakai Suri.'' Kata Allexe.


''Tidak ada yang bisa menyentuh cucuku.'' Kata Daddy.


''Daddy, kerahkan anak buahmu untuk melindungi cucu kita.'' Kata Mommy. Daddy mengangguk serius.


**


**


Lonas memegang tiket pesawat, ia kabur dari kediaman Mark dan lari ke Indonesia. Waktunya sudah cukup, ia harus mengakhiri ini semua. Membunuh Suri adala tujuan utamanya. Karena Suri Ia hidup seperti ni. Dendam kesumat menyeruak di dalam hatinya bahkan sampai ke urat nadi. Lonas menyamar sebaik mungkin agar pengawal Mark yang mencari tidak mendapatinya.


Ia gelap mata, nyatanya Mark dan Allexe sama saja. Tidak ada yang berbeda. Suara pemberitahuan terdengar, Lonas berdiri dan tempat duduknya. dengan tenang ia mengantri untuk memasuki pesawat. Setelah mengantri ia menaiki pesawat dan duduk di paling belakang. Ia terus diam dan terlihat tidak mencolok.


Tak lama, pesawat lepas landas. Lonas menarik nafasnya lega perlahan ia melepas kaca matanya dan tersenyum penuh kemenangan. Ia melihat kota new York dari atas dengan perlahan hingga tertutupi awan putih.

__ADS_1


**


Setelah melakukan penerbangan yang panjang Lonas sampai di Indonesia, tepatnya Bandara Soekarno hatta namun perjalannnya belum berakhir. Ia mesti naik pesawat lagi untuk ke kalimantan. Lonas pikir ia bebas seratus persen namun tidak sepenuhnya. Pengawal dengan lambang rahasia milik Allexe berada tak jauh dari pandangannya. Apa Allexe tau? Atau bagaimana.


Lonas pergi ke toilet untuk berganti pakaian. Untuk kali ini ia berdandan ala cowok agar tidak mudah ketahuan. Ini adalah cara terakhirnya untuk bertemu Suri dan mengancurkannya. Lonas menengok ke kanan dan kiri setelah itu masuk ke toilet lelaki, dengan cepat ia masuk ke dalam bilik dan meletakan tas yang ia pegang ke atas wc duduk. Ia membuka resleting tas dan melepas pakaiannya, ia menggantikannya dengan yang di dalam tas. Rambut panjangnya ia gulung ke atas dan menutupnya dengan topi lalu tudung hodiie, tak lupa kaca mata bening dan masker hitam.


Setelah selesai ia memasukan pakaian bekas ke dalam tas dan membawanya lagi. Nasib baik salah satu pengawal Allexe tak sengaja masuk saat ia keluar dari bilik. Sekilas ia mendengar percakapan saat Lonas di wastafel untuk mencuci tangan.


"Kudengar Nyonya Lonas pergi dari new York. Entah benar atau tidak." Kata pengawal Allexe ke salah satu teman yang ikut berjaga disana.


"Memang benar, Tuan Mark bahkan marah besar dan menyuruh anak buahnya mencarinya juga." Jawab pengawal lain.


"Oh ya? Kenapa bisa rivalnya Tuan Allexe ikut mencari" tanyanya.


"Kemarin aku ikut menemani Tuan Allexe ke kediaman Tuan Mark dan disana ada Nyonya Lonas. Kata pengawal disana, Tuan besarnya itu sangat obsesi dengan Lonas. Bayangkan saja ia waria tercantik dindunia." Jawabnya lagi.


"Apapun itu kita tidak boleh membocorkannya, reputasi Tuan Allexe nanti jelek. Kita disini untuk berjaga- jaga kalau Nyonya Lonas datang kesini. Yang tidak habis kupikir kenapa Tuan Mark dan pengawalnya melakukan kekerasan sexsual.


"Namanya waria, menurut Tuan Mark tidak ada bedanya dengan hewan. Kau tau kudengar juga Tuan Allexe menyandera kedua orang tua Lonas di negeri lain. Semua itu demi Nyonya muda Suri yang sedang mengandung anak Tuan Allexe "


"Aneh gak sih, Tuan Allexe dan Tuan Mark adalah rival hebat semua juga sudah tau. Tapi mereka saling melindungi. Mark menahan Lonas agar Allexe bisa bahagia dengan wanita beneran sedangkan Tuan Allexe melindungi Tuan Mark dengan cara membiarkan Lonas kabur. "


Mereka Nampak berfikir sambil selesai buang air kecil setelah itu pergi ke wastafel untuk mencuci tangannya.


Lonas mengeringkan tangannya, dengan cepat ia langsung keluar tanpa tas. Pikiran waria itu penuh dengan berbagai pertanyaan. Apa Allexe dan Mark adalah sahabat atau bagaimana? Ia mengecek jam arlojinya 15 menit lagi pesawat menuju Kalimantan akan berangkat. Lonas berlari kecil untuk masuk ke ruang tunggu selanjutnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2