
Allexe pulang kerumahnya. Rumah ini hasil jerih payahnya sendiri bukan
hasil dari kedua orang tuanya. Allexe memijit pelipis matanya seraya berfikir untuk memiliki anak karena
Lonas tidak bisa hamil.
“Sayang bagaimana ini?” Lonas memegang
lengan Allexe.
“Aku tidak tau.” Jawab Allexe. Allexe
menghempaskan tangannya dan mengeraskan rahangnya karena menahan kesal.
“Bagaimana kalau kau hamili saja gadis
pungut itu. Kau mengadopsinya kan jadi sebagai bayarannya bisa kasih anak ke
kita. Nanti kita bilang ke Ayah kalau aku hamil.” Usul Lonas. Lonas tau bahwa
Allexe memiliki Suri tetapi istrinya tidak tau kalau Suri adalah istri sirihnya.
“Diamlah, aku lelah.” Allexe segera
berdiri dan menuju pergi ke luar. Ia butuh pelampiasan untuk kekesalannya.
Allexe menaiki sedan hitamnnya lalu keluar
dari gerbang rumah, ia menuju rumah Suri yang jauh dari kediamannya, butuh
waktu 3 jam untuk menempuh kediaman Suriani. Setelah sampai ia langsung keluar
dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.
****
Gadis itu sudah tumbuh menjadi dewasa.Ia tengah berdiri di atas balkon kamar dengan pemandangan lapangan hijau dan di tengahnya terdapat danau yang tenang. Lima tahun sudah ia mendekam di dalam
sini, hal itu terpaksa ia lakukan demi kesembuhan ibu tercinta.
Ibu? Terakhir bertemu waktu usianya
masih berusia tujuh belas tahun itupun saat kelulusannya dibangku SMA. Suara pintu terdengar saat seseorang
menarik tuasnya dan bayangan hitam hadir di sana.
‟Suri.‟ Panggil Allexe. Suri langsung
masuk dan duduk di sudut ranjang.
‟Kenapa?‟ Tanya Suri.
"Layani aku.‟ Allexe mendekati Suri
lalu membaringkan wanita itu. suri membuang wajahnya saat ia ingin di cium.
‟Lihatlah aku atau kau akan merasakan akibatnya.‟ Desis Allexe pelan.
****
Suri mencengkram erat seprei bewarna
merah, matanya tertutup dan mulutnya terikat kain. Erangan demi erangan keluar
dari mulut Suri. Bukan nikmat melainkan sakit yang ia alami karena putting
susunya di jepit lalu di putar sehingga luka kemudian lubang anusnya di tusuk
oleh batang kemaluan silicon sedangkan vaginanya diberikan alat vibrator.
Allexe duduk di sebuah kursi sambil mendengar suara Suri yang indah di telinganya.
‟Hhhmmpp…Aaaaarrrrkkhh.‟ Jerit Suri
karena tak tahan menahan sakit sekaligus klimaks yang berkali- kali datang.
Suri menangis ia kemudian merintih meminta tolong di dalam hati.
‟Ibu tolong aku.’’ Pinta suri dalam hati. 45 menit ia memperlakukan Suri seperti babi
kini ia berdiri dan mencabut semuanya.
‟Bagaimana rasanya Sur? Enak? Itu
hanya permulaan karena yang sebenarnya akan kita berdua lakukan.‟ Kata Allexe
__ADS_1
sambil membuka seluruh pakaiannya lalu menaiki suri yang lemah tak berdaya.
Allexe mencium bibir suri yang sudah terlepas dari ikatan kain. setelah
itu ia mencium bibirnya lembut menembus ronnga mulutnya dengan lidah Allexe.
Batang kemaluan Allexe mulai menancap di liang ** Suri dengan pelan.
‟Ah… Shit nikmat sekali setiap berhubungan denganmu sur.‟ Kata Allexe. Suri hanya pasrah ia tidak bisa
menolak karena sudah menjual dirinya ke Allexe.
*****
Allexe jatuh ke samping Suri setelah
mengeluarkan spermanya berkali- kali ke dalam liang Suri. Suri langsung bangun
dan menuju kamar mandi. Sampai disana ia menutupp pintu lalu menangis tanpa
suara. Jika dipikir- pikir ia menyesal
telah menjual dirinya ke Allexe pria yang ia baik waktu dulu.
Flashback
‘’Bekerjalah denganku lalu aku akan membiayai ibumu.’’ Kata Allexe Suri nampak
kaget saat Allexe mau membeli dirinya, yang suri pikirkan jual berarti
menjadikan dirinya sebagai pembantu yan diupah.
‘’Apa aku akan bekerja denganmu?’’ Tanya Suri setelah Allexe menawarkannya. Allexe
menepuk lengan pahanya seraya mengangguk yakin.
Allexe berusia 29 tahun dan butuh pelampiasan sex yang menyimpang karena istrinya
Lonas tidak bisa diajak sedikit having sex liar jadi ia akan menggunakan Suri
untuk itu.
‘’Tentu saja dan setiap upahmu akan membayar biaya perobatan ibumu.’’ Kata Allexe
akhirnya dengan yakin suri menerima tawaran itu demi ibunya.
Suri berdiri ia menghapus air matanya
lalu masuk ke dalam bathup, disana ia menyalakan air keran lalu menuangkan
sabun ber aroma mawar, setelah itu ia mulai berendam guna menghilangkan sakit di tubuhnya.
****
Allexe memakai kembali pakaiannya
sambil menunggu Suri keluar dari kamar mandi. Lelaki itu kemudian melangkah ke
balkon sambil menyalakan sebatang rokok lalu menyulutnya dengan korek. Dirinya
menumpukan badan di teralis besi sambil menghembuskan nafasnya yang di penuhi
asap. Ia melihat hamparan lapangan
hijau yang indah. Allexe sengaja membuat rumah di tengah hutan dan memiliki
Danau agar setiap kali ia pulang kesini dirinya akan tenang dan damai.
Clek
Pintu kamar mandi terbuka hingga
menampilkan sosok Suri yang sedang keluar sambil menuju ruang ganti pakaian.
Setelah beberapa saat Suri telah keluar
dengan pakaian rumah sederhana ia kemudian mengambil sisir lalu mneyisir
rambutnya sambil mendatangi Allexe.
‟Duduklah biar aku menyisir rambutmu.‟ Allexe membuang sisa rokoknya lalu mengambil sisir di tangan Suri
dan menyisirnya pelan.
‟Kamu butuh perawatan rambut, akan
__ADS_1
kupanggilkan Hair stylist nanti.‟‟ Kata Allexe. Suri menggeleng pelan.
‟Aku tidak mau, aku hanya ingin bertemu dengan ibuku.‟ Kata Suri mengiba. Siapa sih yang tidak merindukan
sosok ibu.
‟Ibumu berada di luar negeri Suri.‟ Kata Allexe. Suri menundukan pandangannya seraya memilin ujung bajunya. Allexe berhenti ia kemudian duduk di samping suri dan menatap gadis itu. lima tahun
ia bersama dan tidak ada yang tau kalau Suri bersama dirinya bahkan ibu kandung
wanita inipun tidak tau. Yang ibunya tau Suri tengah melanjutkan sekolahnya lagi di
luar kota.
‟Aku merindukan ibuku.‟ Tangis wanita itu pecah awalnya pelan namun lambat laun terisak tersedu-
sedu. ‟Aku ingin kembali seperti dulu, dimana ahanya ada aku dan ibuku, aku ingin merawat beliau di sisa hidupanya.‟ Kata Suri sambil menatap Allexe dengan pilu.
‟Istirahatlah Sur, nanti kita akan bahas ini.‟ Allexe segera berdiri lalu membangunkan Suri yang tak berdaya. Suri mengelak ia kemudian berdiri sendiri lalu menghadap pemandangan.
‟Ibu.‟‟ Panggil Suri dengan mata tertutup.
*****
Hari mulai berlalu, Allexe menghembuskan nafasnya di dalam ruangan kantor. Ia memainkan bolpoin sambil
melamun memikirkan nasibnya yang semakin hari buruk. Lonas tidak bisa memberikan dia
keturunan untuk mewariskan harta bendanya nanti. Tiba- tiba ia teringat dengan perkataan Lonas tentang anak dari Suri. Masalahnya apa Suri mau hamil anaknya? Dan membesarkannya penuh cinta? Ia takut Suri akan menyiksa anaknya kelak karena membenci Allexe.
Clek
Pintu terbuka menampilkan sosok teman lama Yudha
Anggara. Lelaki Jawa dari Indonesia.
‟Hai Al, long time no see.‟ Yudha merentangkan tangannya untuk meminta peluk tapi Allexe tak bergeming dan tetap duduk di tempatnya
‟Gak usah lebay, baru juga dua tahun gak ketemu.‟‟ Kata Allexe sambil mempersilahkan Yudha duduk lalu ia berdiri
untuk mengambil sebotol wine dan dua gelas.
‟Aku tidak minum sobat, sudah menikah.‟‟ Yudha menunjuk jari manisnya. Allexe menggedikan bahunya dan
meletakannya kembali wine itu.
‟Jadi wanita mana yang kau nikahi?‟‟ Tanya Allxe seraya duduk di sofa.
‟Wanita asal Indonesia juga tentunya dan kau tau? Istriku sedang hamil anak kembar.‟ Jawab Yudha antusias.
„‟Lihatlah.‟ Yudha mengeluarkan gawainya dan memperlihatkan hasil USG sang
istri tercinta. Allexe tersenyum saat melihat hasil USG itu dan foto istri temannya. Tiba- tiba saja perasaan Allexe terhenyuh ia merasa iri dengan sahabatnya ini.
‟Jadi kau datang hanya untuk pamer
istrimu dan calon anakmu lahir?"Tanya Allexe dengan
tampang datar. Yudha terkekeh ia kemudian menggeleng
kepalanya dan memasukan gawainya ke dalam saku.
‟No, aku kesini untuk melihatmu saja.‟ jawabYudha. Allexe segera berdiri dan duduk di tempat semula lalu
membuka berkas untuk di tanda tanganinya.
"Kalau gitu duduklah disana dan lihatlah aku sambil bekerja.‟‟ Jawab Allexe
‟Emang aku istrimu, sorry.‟‟ Kata Yudha dengan ngondek, banyolan ala Yudha kalau sudah bertemu dengan Allexe.
‟Kau tau, aku bisa mengangkatmu lalu melemparmu kejendela hingga tembus keluar bahkan ke jalan raya dengan mobil ambulan tentunya.‟‟ Kata Allexe datar namun kalimatnya menusuk
‟Janganlah, aku kan punya istri dan
anak nanti kalau aku mati siapa yang menafkahi keluargaku.‟‟ Kata Yudha, Allexe
berseringai
„‟Buatku saja maka akan kujamin hidup istrimu bahagia.‟‟ Allexe mengerlingkan sebelah matanya lalu sambil bekerja.
"Sialan kau Al, udalah mending aku numpang tidur. Jangan bangunkan aku atau kau yang kulempar.‟ Yudha mulai
berbaring di sofa lalu menutup matanya untuk tidur sebentar.
Allexe berdecih.
__ADS_1
‟Dikira ini
hotel.” Kata Allexe kesal.