
Disisi lain Allexe baru menyadari Lonas pergi dari New York. Ia langsung mengerahkan anak buahnya menyebar ke seluruh Indonesia, kenapa? Karena pasti Lonas menuju kesana untuk bertemu Suri. Allexe menelfon Dewina untuk membawa Suri ke tempat aman. Dimana itu? yaitu adalah desa tersembunyi di Kalimantan selatan Namanya desa Nateh jaraknya 30 kilo dari kota Barabai. Disana terdapat villa miliknya yang di bangun diatas bukit berhadapan dengan sungai yang membentang indah disisinya masih hutan asri yang dipenuhi embun.
“Telp Shinta dan Dewina, bawa Suri kesana. Desa Natwh.” Kata Allexe ia mengambil gawainya lalu menekan nomor rumah.
Tut
Tut
Tut
Tut
“Iya Tuan, hallo.” Sapa Dewina.
“Bawa Suri pergi, bawa dia ke villa kita di Kalimantan selatan! Cepat Dewina. Lonas ingin mencelakakannya.” Kata Allexe khawatir.
“Astaga, siap Tuan. Dia lagi tidur… dokter tadi memeriksa kandungannya.” Kata Dewina.
“Dewina, apa itu Al?” kata Suri sayup- sayup. “Apa aku bisa bicara padanya.” Katanya lagi Allexe menendam seribu kerinduan untuk Suri.
“Berikan padanya Dewina.” Kata Allexe.
“Baik Tuan.” Kata Dewina sambil memberikan gagang telp ke Suri.
“Al, Kapan pulang? Perutku makin membesar dan aku membutuhkanmu. Anak- anak makin sehat di dalam. Tadi habis cek kandungan…” kata Suri.
“Oh ya? Syukurlah. Sayang nanti Dewina akan membawamu ke villa, kita akan liburan disana tunggu aku ya.” Kata Allexe. Suri Nampak tersenyum sumringah.
“Beneran? Aku tidak masalah mau dimana aja yang penting ada kamu.” Kata Suri yang amat sangat mencintai Allexe.
“Ah, nanti kita dikolong jembatan saja.” Canda Allexe membuat Suri tertawa.
“Tadi aku sudah tidur, terus Dewina memanggil kata Tuan jadi aku bangun dan ternyata benar hehe.” Kata Suri.
__ADS_1
“Mana Dewina? Aku ingin bicara dengannya.” Kata Allexe. Suri menangguk ia memberikannya ke Dewina.
“iya Tuan.” Kata Dewina.
“Kemasi barang kalian malam ini juga, tanpa terkecuali. Aku akan datang secepatnya.” Kata Allexe.
“Tuan, bagaimana dengan Farrel dan Gerald.” Tanya Dewina.
“Mereka aku istirahatkan sejak masalah kemarin. Mereka tidak tau masalah Lonas kabur. Tolong jangan buat mereka panik. Sudah cukup mereka berkorban dan melindungiku. Aku tidak ingin kehilangan mereka.” Kata Allexe
“Baiklah Tuan, aku akan mengurus disini, jangan khawatir.’’
“Aku serahkan semuanya padamu. Tolong ya.” Kata Allexe
Sebelumnya Allexe tidak seperti ini meminta tolong dengan memelas. Bagaimana tidak? Lima nyawa termasuk Suri adalah tanggung jawabnya.
“Baik Tuan, selamat malam.” Dewina memutuskan telpnya dan segera memanggil Shinta.
“Shinta.” Panggil Dewina. Shinta datang ia melihat raut wajah Dewina yang amat sangat khawatir matanya mengarah ke Suri. Shinta mengangguk ia sudah tau hal ini pasti terjadi.
“Suriii.” Tak lama Dewina menangis tersedu- sedu. Dewina sangat menyayangi Suri seperti adiknya sendiri begitupun dengan Shinta.
“Ada apa? Apa Al memecat kalian?’’ tanya Suri.
‘’No, ayo kita pergi dari sini. Seseorang ingin mencelakakanmu.’’ Kata Dewina sambil menghapus air matanya.
“Siapa? Aku tidak punya musuh.” Kata Suri polos.
“Mantan istrinya Tuan Allexe Sur. Lonas..” beritau Dewina.
“Astaga.” Pekik suri.
“Ayo Shin kita berkemas.” Kata Dewina. Shinta mengangguk dan mulai berkemas bersama sedangkan Suri duduk di sofa.
“Karenaku mereka berpisah.” Gumam Suri. Seketika Suri mengingat masa lalunya. Kejadiannya dan kedatangannya. Harusnya tidak seperti ini.
__ADS_1
Kontrak, kata Allexe kontrak itu tidak berlaku tapi bagaimana dengan semuanya. Apa dia harus pergi setelah melahirkan? Agar rumah tangga Allexe dan Lonas kembali rujuk. Tapi di sisi lain ia mencintai Allexe dan tidak ingin berpisah.
“Sur, jangan mikir apapun ya. Disini kita ada untukmu. Lonas ingin membunuhmu dan juga anakmu. Tuan Allexe akan secepatnya kesini.” Kata Dewina. Suri mengelus perutnya dan mengangguk. Dewina tidak bisa biarkan Allexe menghadapi ini semua apalagi sendirian. Bukan karena bosnya itu lemah tapi tidak tega.
Setelah setengah jam berkemas, mereka mendengar suara helikoper di helipet rumah. Suri berdiri dengan di awasi oleh Dewina dan Shinta.
“Tunggu sebentar, aku mau ambil hp.” Kata Suri sambil berjalan menuju kamarnya. Sesampainya dikamar ia mengambil hpnya dan ia singgah ke ruang kerja Allexe. Diruang kerja itu ia mencari buku- buku bacaan untuk dibacanya ketika pergi. Ia menyusuri rak buku dengan pelan tak lama ia mendapati sebuah satu set kotak yang berisi buku harian, cd dan map surat bewarna cokelat
“Suri ayo, bawa saja nanti liat- liatnya. Helikopernya sudah siap.” Kata Dewina. Suri mengambil kotak itu dan langsung pergi.
**
Allexe menghembuskan nafasnya lega, Dewina sudah berhasil membawa Suri ke tempat yang aman bersama yang lain. Sekarang gilirannya untuk pulang ke Indonesia. Ini tidak bisa di biarkan yang Allexe takutkan adalah Suri mengetahui bahwa ibunya sudah tiada dan meninggalkannya. Allexe tidak ingin ditinggalkan oleh Suri.
Allexe memakai mantelnya lalu pergi ke bandara. Tentunya pengawalan lebih ketat. Ia akan menangkap Lonas dan membunuhnya dengan tangannya sendiri.
**
Suri terkagum- kagum dari atas kelikoper ia melihat pemandangan malam yang Indah. Lampu- lampu begitu gemerlap dari atas.
“Apa yang kamu bawa Sur?” tanya Shinta. Suri menoleh dari jendela dan melihat ke benda yang dipeluknya.
“Oh ini tidak tau. Tapi kubawa saja. Nanti saja bukanya.” Kata Suri.
“Oh.” Shinta ber oh ria.
Ia juga penasaran dengan kotak ini namun belum bisa di buka karena cahaya yang minim. Setelah sampai helikopter mulai turun dan merek bersiap untuk turun untuk langsung naik pesawat.
**
Lonas membuka kaca matanya saat turun dari pesawat. Ia melihat segerombol orang di tengah pesawat milik Allexe.
“Suri.” Gumam Lonas saat ia melihat Suri naik pesawat.
Apa yang terjadi? Apakah Lonas akan mengejarnya atau?...
__ADS_1