
Sejak Axelle kerumah Suri sejak itu pulalah kehidupan Suri dan ibunya sedikit terbantu. Setiap hari
Axelle menyuruh anak buahnya untuk mengantar makanan ataupun pakaian layak
bahkan Axelle berniat untuk membelikan rumah agar tinggal di tempat layak.
Tapi, Ibu menolak karena tidak ingin memiliki utang budi. Menurut ibu hidup
sederhana lebih enak disbanding hidup atas belas kasih orang.
Setiap hari suri selalu
diantar kesekolah oleh Axelle bahkan di jam sibukpun ia menyempatkan diri untuk
menjemputnya pulang. Hal yang indah sebelum terjadinya kerusuhan
Axelle menunggu Suri di
depan pintu rumahnya tak lama dua orang preman datang tanpa permisi ia masuk
dan mendatangi ibunya Suri
‘’Om mau apa? Ibu sedang
sakit.’’ Kata Suri sambil menghadang jalannya. Salah sau preman itu memegang
kepala Suri lalu meminggirkannya.
‘’Sakit? Hah kami butuh
pelampiasan jadi biarkan kami lewat, kamu pergilah sekolah.’’ Kata Preman itu,
Suri mendengar suara batuk ibunya.
‘’Jangan.’’ Kata Suri sambil
menarik baju preman itu.
‘’Hei, gak dengar kata gadis
ini.’’ Axelle angkat suara.
‘’Diamlah mister, ibunya
Suri ini dulu pelacur dan jadi langganan kami untuk bermain.’’ Jawab preman
satunya.
‘’Oke, Suri kemarilah.’’
Axelle membawa Suri keluar.
‘’Ibu… Ibu.’’ Panggil Suri
seraya menangis ia memberontak tak ingin ikut.
‘’Suri, diamlah aku akan
__ADS_1
membantumu.’’ Kata Axelle. Axelle mengeluarkan gawainya lalu menelfon anak
buahnya untuk memberesi dua preman tersebut.
‘’Datanglah ke sini dan
habisi dua preman itu. bawa ibu gadis itu ke rumah sakit terdekat untuk di
rawat.’’ Kata Axelle setelah itu mneutup telfonnya.
‘’Ayo kuantar sekolah,
percayalah denganku Suri.’’ Kata Axelle dan Suri mengangguk sambil menghapus
air matanya.
***
Dulu ibunya adalah seorang
wanita baik- baik tapi ia terpaksa menjual dirinya demi menghidupi Suri yang
waktu itu pernah kecelakaan dan butuh biaya besar. Papah Suri waktu itu memilih
untuk pergi dan tidak bertanggung jawab, ia pergi untuk menikahi janda kaya
yang memiliki harta yang berlimpah.
Setiap malam ibunya menjadi
mereka, lalu lama- kelamaan Suri mulai besar dan di bully oleh temannya karena
memiliki ibu seorang lonte binal. Melihat anaknya di ejek akhirnya ibu berhenti
dan mengurung diri dirumah makan sekedarnya dan mengurusi Suri.
Setiap lelaki yang datang
Ibu harus bersikap datar dan menolak bila melayani klien terlebih ia sudah
mulai sakit- sakitan. Untung saja Suri merawatnya dan menjaga dirinya saat ini.
****
Suri pulang sekolah ia
dengan terburu- buru ia pulang kerumahnya dan ia langsung terduduk ketika rumah
itu rata dengan tanah.
‘’Ibuku.’’ Suri menangis
tapi dua tangan kokoh memegang pundaknya dan membantunya berdiri.
‘’Jangan menangis jadilah
kuat seperti ibumu. Ibumu berada di rumah sakit.’’ Kata Axelle. Suri menghapus
__ADS_1
air matanya lalu berdiri
‘’Ayo.’’ Axelle membawa Suri
menuju mobilnya dan mengantarkannya ke rumah sakit. Sampai disana ia mengikuti
langkah Axelle hingga sampai disebuah ruang yang hanya ada ibunya di dalam
sana.
‘’Ibu kenapa?’’ Tanya Suri.
‘’Ibumu berada diruang
isolasi, ia tidak bisa didekati karena masa kritis.’’ Kata Axelle. Axelle tadi
berkonsultasi dengan dokter katanya Ibunya suri mengalami infeksi mulut Rahim
dan sudah sangat parah karena tidak segera di sembuhkan lalu memiliki gangguan
saluran pernafasan kritis hingga ketika ia batuk akan meneluarkan darah.
Suri menghapus air matanya
ia kemudian duduk seraya memanggil
‘’Ibu… Ibu… Ibu…’’
Sungguh jika ibunya mati ia
sama siapa dan bagaimana nasibnya. Axelle duduk di samping Suri dan melihat
gadis malang itu.
‘’Ibumu tidak bisa di rawat
disini minimal harus keluar kota untuk mendapatkan penanganan yang maksimal.’’
Beritau Axelle. Suri berfikir mau dapat biaya dari mana kalau harus keluar
kota. Suri akhirnya menatap Axelle untuk pertama kalinya ia berani menatap
manik mata tajam lelaki itu.
“Dulu ibuku menjual dirinya
demi kesembuhanku sekarang aku akan menjual diriku demi kesembuhan ibuku.’’
Kata Suri
Flashback
Lima tahun kemudian…
Wanita cantik dengan dress putih gading tengah berdiri
di depan balkon sambil melihat
__ADS_1