Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 20


__ADS_3

Allexe menutup telponnya


menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan pesawat secepat mungkin. Hatinya tidak


tenang saat mendengar Suri sakit. Allexe mengganti baju dan memakai jas panjang


dan selendang di leher, cuaca malam ini sangat dingin dan Allexe tidak tahan


cuaca seperti itu.


‘’Kamu mau kemana? Secepat ini


Allexe.’’ Kata Lonas.


‘’Suri sakit, aku harus


menemuinya. Aku akan kembali.’’ Allexe langsung pergi dari rumah dan langsung


masuk ke dalam helikoper untuk menuju bandara. Allexe menelfon Gerald dan


Fareel untuk ikut bersama mereka.


‘’Kita ketemu di bandara malam


ini.’’ Kata Allexe setelah itu telfon tertutup.


Lima menit kemudian, helikopter


mendarat di bandara dan disambut oleh Fareel dan gerald bersama Kimberly


lengkap dengan pakaian tidur bersama seorang lelaki kecil.


‘’Kau! Kenapa memanggilku.’’


Bentak fareel saat Allexe turun dari hellikopter. Tidak taukah kakak sepupunya


itu kalau dirinya sedang PDKT dengan wanita cantik di hotel.


‘’Masuk.’’ Allexe memegang


kerah belakang Fareel dan menyeretnya masuk ke dalam pesawat namun langah


lelaki itu berhenti saat ia menatap serketarisnya.


‘’Apa aku memanggilmu juga?’’


tanya Allexe ke Kimberly.


‘’Aku yang memanggilnya,


kupikir ini urusan kerja kan.’’ Jawab Gerald. Allexe menatap Kimberly yang


nampak risih dengan situasi ini


‘’Kakak lepaskan aku.’’ Kata


Farrel.


‘’Ayo masuk.’’ Kata Allexe ke


semuanya tanpa menghiraukan Farrel.


Setelah masuk ke dalam pesawat


Allexe duduk bersama Farel dan Gerald bersama Kimberly dan juga anak kecil.


‘’Mami, kita mau kemana? Besok


Tian ada kelas ulangan Mi, kalau Mami mau kerja pergi aja sendiri, Tian bisa di


rumah kok.’’ Kata  bocah berumur 7 tahun.


Kimberly bingung mau jawab apa ke anak semata wayangnya ini.


‘’Hei, kau harus ikut ini demi


seseorang yang menuggu kita. Dia sedang sakit kalau kamu turun dari pesawat itu


butuh banyak waktu terbuang. Jadi duduk saja, aku sudah mengiziinkan kamu untuk


libur dan akan menyusul untuk ulangan.’’ Jelas Gerald lembut.


‘’Baiklah paman.’’ Jawab Tian


tanpa membantah.


‘’Goodboy.’’ Puji Gerald.


‘’Hey Tian, nanti kita main


ya.’’ Ajak Fareel


‘’Maaf Om, Tian gak suka main


sama orang dewasa, Tian lebih suka belajar agar bisa menjadi pengusaha kaya dan


membuat Mami tidak perlu bekerja.’’ Jawab Tian. Kimberly merasa haru ia


mengusap kepala anaknya.


‘’Ini sudah malam, Tian tidur


ya, nanti kalau sudah sampai Mami bangungin.’’ Kata Kimberly sambil membukakan


selimut dan menyelimuti anaknya.


‘’Mami apa Papi seorang


pengusaha juga?’’ tanya Tian. Tian melihat Allexe yang nampak melihatnya dan


Farrel. ‘’Sudahlahlah Mi, Mami gak usah jawab.’’ Tian tersenyum ia tau ibunya


itu enggan memberitahu sosok Papinya.


‘’Night Mi.’ Tian mengalihkan


wajahnya ke jendela pesawat setelah itu menutup mata dan tidur. Kimberly


mengusap kepala anaknya.


‘’Apa kamu sudah menikah?


Kenapa dengan Papinya?’’ tanya Fareel. Kimberly menggeleng


‘’Karena aku tidak tau siapa ayahnya


dan siapa yang menghamiliku. Aku hanya bisa melihat warna rambutnya yang


cokelat pekat dari belakang dan postur tubuh yang besar.’’ Jawab Kimberly


pelan. Ia menundukan pandangannya melihat tangannya saling ***. Gerald


pindah tempat duduk tepatnya di depan Allexe dan Fareel.


‘’What.’’ Jawab Allexe dan Fareel


serentak.

__ADS_1


‘’Kasihan sekali dirimu,


brengsek laki- laki itu.’’ Umpat Fareel. Ucapan Fareel. Gerald menuangkan wine


ke dalam gelas lalu menenggaknya dengan sekali minum, pikirannya hanya satu,


satu yang hanya ia yang boleh ketahui.


Allexe memijit pelipisnya dan


mencoba untuk tidur sambil teringat Suri.


**


Beberapa lama kemudian...


Allexe sampai di kediaman Suri.


Lelaki itu langsung masuk ke rumah dan mencari istrinya. Devina dan Shinta


memberi hormat dan menunjukan Suri yang sedang berbaring dengan seorang Suster


dan Bidan.


‘’Suri.’’ Allexe duduk di samping


kasur dan memegang tangan lentik istrinya.


‘’Dia habis minum obat untuk


meredakan mual di perutnya. Istri kamu hamil tapi untuk memastikan kamu bisa


bawa dia ke rumah sakit.’’ Kata Bidan Yenna sambil melihat berkas Suri.


‘’Hamil.’’ Kata Allexe tidak


percaya. Allexe menarik sudut bibirnya ia mencium tangan Suri dalam lalu


meletakannya di kasur.


‘’Terima kasih Yenna.’’ Jawab Allexe


sambil menatap Sepupu sekalinya itu.


‘’Aku tidak tau dia siapa,


kudengar dia istrimu. Cepat beritahukan ke keluarga Inti. Kamu tau Mommy dan


Daddy seperti apa? Mereka yakin pilihanmu kali ini benar.’’ Yenna menepuk bahu


lelaki itu penuh arti. Allexe tersenyum dan mengangguk.


‘’Pasti, tapi ada yang harus


diurus. Mark memerasku lewat Lonas, aku gak tau ancaman apa yang di berikan


hingga Lonas mau melakukannya.’’ Kata Allexe sambil melepas jaketnya dan


selendang di leher.


‘’Kau memiliki tangan kanan dan


kiri yang handal, suruh mereka cari.’’ Jawab Yenna.


‘’Aku tau, dan sekarang lagi di


selidiki. Apa kamu akan pergi?’’ tanya Allexe ia duduk di bawah kaki Suri.


‘’Hm, Di klinik sedang banyak


pasien. Bawalah Suri kesana untuk melakukan USG, kuperkirakan bayinya kembar.’’


sedang tertidur, rambutnya tergerai lurus, bibirnya pucat dan rapuh dan


tubuhnya sangat kurus.


Allexe berdiri lalu keluar dari


kamar ia menuju Gerald yang sedang duduk sendirian sambil sibuk dengan tab.


‘’Apa ada sesuatu?’’ tanya


Allexe ke Gerald ia kemudian duduk disampingnya.


‘’Lihat ini dan lakukan


tindakan secepat mungkin.’’ Allexe mengambil tab di tangan Gerald dan membaca


surel tentang Lonas dan Mark. Video asusila terpampang jelas Lonas digilir


kemudian memakai barang terlarang, Allexe merasa emosinya bergejolak ia


menghemaskan tab di tangannya.


‘’Bangsat! Jadi Lonas


menghianatiku.’’ Kata Allexe. Allexe Lonas hanya di perdayai saja. Di video itu


Lonas berkata ‘’ Sangat nikmat bersamamau


Mark dan aku menyukainya.’’


‘’Semenjak kita di Bora- Bora,


Lonas nginap di Apartemen dan Mark sengaja mengincarnya. Mark menyukai Lonas


juga dan Mark ingin kamu jatuh. Rivalmu itu selalu tidak puas, dan satu lagi


dia anggota geng Mafia, Tukang jual beli Sabu- sabu dan lainnya di pasar gelap.’’


Jelas Gerald.


‘’Panggil Fareel.’’ Kata


Allexe. Gerald menelfon Farell yang sedang di teras belakang menikmati kopi


dengan Shinta, wanita yang baru diajak kenalan.


‘’Dimana?’’ Tanya Gerald


‘’Teras belakang, kenapa?’’


‘’Bos panggil.’’


‘’Oke..’’


Gelad mematikan telpon tak lama


Farel datang


‘’Kenapa/’’ tanya Farell


‘’Apa kamu punya teman di dunia


gelap? Mafia atau sejenisnya?


Farel mencoba berfikir sambil

__ADS_1


melihat kontak ponselnya.


‘’Ada, dia seanggota dengan


Mark namanya Jill. Jill teman seperjuanganku dulu disana, dia sangat jago bela


diri, lari dari kejaran polisi dan pandai berdalih. Mark menyewanya untuk


menjadi tangan kanan, tapi Jill bisa menjadi pihak lawan jika bayarannya


sepadan.’’ Jelas Farell


Jangan heran Farell dulu


seorang bodyguard para mafia kelas kakap namun karena ia terjerumus terlalu


dalam dan hingga ingin bunuh diri jadi Allexe mengambilnya dan menjadikannya


seorang manusia.


‘’Gitu ya.’’ Allexe mengusap


dagunya seraya berfikir.


‘’Bilang ke Jill aku akan


membayar lima kali lipat dari Mark asalkan ia memberitaukan informasi apapun


mengenai rencana Mark untuk menghancurkan aku.’’ Kata Allexe.


‘’Seriosly? Kau bisa miskin


mendadak untuk membayarnya.’’ Kata Fareel kaget.


‘’Aku tidak semiskin yang kau


pikirkan! Aku tidak hidup dengan perusahaan keluarga dan keluargaku saja. Aku masih


memilliki usaha lain diluar itu.’’ Jawab Allexe sambil bersandar di sofa.


‘’Apa itu?’’ tanya Gerald dan


Fareel bersamaan.


‘’Tambang batu bara dan kelapa


sawit di Kalimantan. Aku juga memiliki satu pulau pribadi di sana dan kaya


dengan hasil lautan. Aku membuka tempat pariwisata disana dan menjual makanan


seafood.’’ Jawab Allexe.


‘’Astaga sejak kapan?’’ tanya


Fareel


‘’Sejak aku di kucilkan


keluarga inti karena tidak bisa memberikan keturunan.’’ Jawab Allexe sendu. ‘’Jadi,


ketika nanti aset keluarga diambil alih oleh saudaraku yang lain aku masih ada


usaha sendiri.’’


Fareel duduk di bawah kaki


Allexe sambil mengurut kaki bosnya.


‘’Apa kita akan kesana Tuan


Allexe? Apa- apa disana ada wanita cantik berbikini seperti di hawai? Atau bali?’’


tanya Allexe. Gerald yang kesal langsung mencatuk kepalaya dengan Tab.


‘’Kau! Dipikiranmu hanya


perempuan saja!’’ pekik Gerald sedangkan Fareel mengusap kepalanya.


‘’Kamu!’’ tunjuk Farel tak


terima. ‘’Kamu kenapa memukul kepalaku haha! Kau bukan bos disini.’’


Gerald memajukan kepalanya di


hadapan Farel dan menatap horor ke Farel


‘’Aku emang bukan bosmu tapi


aku yang pegang kendali! Allexe memang bos disini tapi yang mengatur semuanya


adalah aku!’’ Farell langsung tersenyum masam dan bangun.


‘’Kau kejam juga ya. Aku pergi


saja huh.’’ Farel pergi namun sebelum itu ia menarik rambut Gerald dan berlari


layaknya anak kecil. Gerald berdiri dan segera melompat dari sofa dan menyusul


Fareel


‘’Farell!’ pekik Gerald.


Allexe menggelengkan kepalanya


sambil memijit pelipisnya. Pikirannya kacau sekarang sebaiknya ia tidur bersama


Suri dan memikirkan anaknya.


**


Farell dan Gerald saling


berlari memutari kolam berenang di halaman belakang rumah. Tian hanya bisa


melihat mereka berdua sambil bergeleng kepala.


‘’Dengan badan tinggi dua


kalilipat dariku dan penampilan oke membuat kata orang benar.’’ Gumam Tian.


Farel dan Gerald saling melihat Tian.


‘’Benar apa?’’ tanya Gerald.


‘’Penampilan oke tapi tidak


punya OTAK.’’ Tian segera berbalik dan pergi masuk. Farell langsung lemas dan


Gerald terdiam


‘’Kenapa anak itu sama


sepertimu Gerald! Kalau ngomong menyakitkan walaupun nadanya standar.’’ Kata Farel.


‘’Kamu bodoh gak punya otak.’’ Kaya


Gerald setelah itu pergio.

__ADS_1


‘’Tuh kan mimik wajah


dan nada kalian sama. Ya Tuhan.’’


__ADS_2