
Allexe sampai dirumah duluan, ia nampak mencari Suri namun tak ada.
"Apa dia belum pulang?" Gumam Allexe. Allexe melepas jam tangannya dan di letakan di nakas kamar, ia kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihi badannya.
❣❣❣
20 menit kemudian Allexe selesai mandi dan berpakaian rumahan. Ia keluar dari kamar dan pas sampai di ruang tengah Suri pulang. Wajah wanita itu nampak muram dan siap menangis.
"Ada apa?" Tanya Allexe sambil mendatangi Suri. Suri menggeleng saat Allexe berdiri tepat di depannya. Allexe maikan dagu Suri dan di tataplah matanya.
"Ak...Aku." nafas Suri tercekat tak lama ia menangis seperti anak kecil. Allexe membenci suara tangisan, baru pertama kali ia melihat Suri menangis seperti ini. Allexe memeluk Suri dan mengusap punggungnya.
"Ada apa? Siapa yang membuatmu nangis." Allexe menghapus air mata Suri.
"Aku gak dapat novelnya. Seseorang membelinya dengan harga mahal, aku gak bisa." Jawab Suri.
"Siapa? Siapa yang membelinya?" Tanya Allexe. Suri menggeleng tidak tau. Ia tidak tau namanya.
"Tidak tau tapi dia seorang lelaki."
"Diamlah, mending kamu mandi baru istirahat." Kata Allexe. Suri menggeleng
"Aku mau novel itu." Pinta Suri dengan mata memohon. Allexe tak sampai hati melihat Suri seperti ini dan ada apa dengan hatinya yang tiba- tiba bersikap seperti ini.
"Baiklah, akan kucarikan. Akan kudapatkan novel itu untukmu. Diamlah." Allexe menghapus air mata Suri. Seketika Suri tersenyum sumringah mengartikan sebagai tanda terima kasih.
"Terima kasih." Suri mengusap dada Allexe lalu pergi ke kamarnya.
__ADS_1
❣❣❣
Allexe duduk di kursi kerja ia kemudian memanggil Suri dan menyuruhnya duduk.
"Kamu ingat siapa lelaki yang membeli buku itu?" Tanya Allexe. Suri nampak berfikir kemudian mengangguk.
"Ganteng tapi berantakan, pake kaos kuning, kemeja hijau dan tas selempang." Jawab Suri. Allexe memijit pelipisnya.
"Gantengan mana aku atau dia?" Tanya Allexe.
"Gantengan suamiku." Jawab Suri manis. Allexe ingin tersenyum cuma di sembunyikan takut Suri akan menganggap dirinya baik.
"Hm, kalau gitu sana keluar. Aku mau kerja."
"Baiklah."
"Hm, jadi kapan? Aku bisa hamil agar aku bisa berjumpa dengan ibuku?" Tanya Suri. Allexe berhenti memainkan hp ia menatap Suri dan menundukan pandangannya.
"Nanti malam kita tidur bersama..." jawab Allexe dan Suri mengangguk ia tau artinya apa.
❣❣❣
Malam tiba, jam menunjukan pukul sepuluh malam. Allexe baru saja menyelesaikan pekerjaannya diruang kerja kini lelaki itu pergi menuju kamar Suri. Setelah sampai disana Suri nampak siap ia tiduri, lingrie putih sudah terpakai dan lekukan tubuh indahnya terlihat jelas. Lampu remang dan aroma rileksasi begitu terlihat dan tercium membuat suasana makin intim.
Allexe menutup pintu dan mendatangi Suri di kasur. Suri grogi selamanya akan grogi karena ia takut akan di kasari seperti sebelumnya, namun Allexe janji untuk tidak seperti itu lagi.
Allexe mencium bibir Suri lembut bahkan sangat- sangat lembut. Tanpa ia sadari hatinya lah yang mendorong Allexe agar menerima Suri sebagai istrinya namun ego dan pikirannya menolak hal itu, ia memiliki Lonas wanita yang ia cintai. Wanita? Lonas transgender namun kecantikannya setara dengan wanita asli, walaupun kelaminnya operasi dan bentuknya seperti V pada umumnya.
__ADS_1
Suri memejamkam mata menerima sentuhan lembut dari Allexe. Suri tidak menampik bahwa ia menyulai Allexe sebagai suaminya. Ia bahkan rela diperlakukan seperti apa saja karena hatinya sudah jatuh ke Allexe.
Tangan Suri memeluk leher Allexe dan membawanya berbaring. Allexe meremas kedua payudara Suri, walaupun tidak terlalu besar tapi ia bisa meremasnya puas tanpa harus berfikir "ini silikon takut pecah." Setelah puas di bibir Allexe turun ke leher menjilatinya sampai membuat Suri membelengguh.
"Bangunlah, aku akan melepas lingriemu." Allexe duduk di atas Suri dan Suri bangun sambil mengangkat tangannya. Allexe melepas pakaian Suri dan terlihat hanya sepasang underware. Suripun melepas pakaian Allexe juga dan celana panjangnya.
Mereka sama- sama berbaring lagi saling memcumbu dengan kemesraan dan kelembutan.
Pelan pelan tapi nikmat
Jangan terburu- buru jika ingin mendapatkan sesuatu. Nikmatilah setiap prosesnya. Kecupan, cumbuan, jilatan dan hisapan dan ciuman. Perlakukan dia layaknya pasangan bukan pelampiasan nafsu.
Allexe membuka bra dan menyesap dada Suri. Suri nampak menikmatinya ia memejamkan mata merasakan desiran di hatinya. Yang biasa ia diperlakukan kasar kini terbalik menjadi lembut. Setelah puas Allexe bangun ia membukan celana dalam Suri dan membuka selangkangannya.
Bersih, keset dan wangi. wangi yang membuat Allexe langsung meletakan lidahnya di sana. Pikirannya tidak mendorong melainkan gejolak di dadanya. Ia baru menyadari betapa sempurnanya Suri ini. Selama ini ia hanya asal bercinta tanpa menjalankan setiap prosesnya.
Sama- sama melengguh, bersua dengan kenikmatan yang indah dan kepuasan. Kepuasan yang Allexe dapatkan begitipun dengan Suri. Allexe memandang wajah Suri lalu ia tersenyum. Senyuman polos seorang Allexe.
❣❣❣
Setelah sampai puncak kenikmatan mereka sama- sama berbaring dan Allexe memeluk Suri.
"Capek?" Tanya Allexe. Allexe tersenyum ke Suri. Suri mengangguk dengan mata yang mengantuk.
"Tapi enak, aku tidak bisa jelaskan gimana rasanya." Jawab Suri. Allexe memperbaiki rambut Suri.
"Mau kesalon? Rambutmu sudah panjang." Allexe baru memperhatikan bahwa rambut Suri sangat panjang hingga bokong. "Kutemani besok sepulang kerja." Lanjut Allexe. Suri mengangguk ia membenamkan kepalanya di pelukan Allexe dan mulai tertidur. Allexe menaikan selimut sampai ke tubuh mereka lalu mengeratkan pelukannya dan tidur.
__ADS_1