Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 22


__ADS_3

Maaf kepotong di bab


sebelumnya, karena sudah ke upload mau narik mager wk. Btw ini lanjutan


kisahnya.


Makasih yang sudah menunggu,


jangan lupa vote dan kommen biar aku semangat untuk update.


Love you...


Balikpapan, 28/11/2019


Kamis


************************************************************


‘’Jadi kamu bakalan ninggalin


aku lagi? Sampai kapan? Kita sudah janji dan itu ada di surat perjanjian bahwa


kamu akan selalu disisiku sampai anak kita melahirkan dan kamu membawanya pergi


dan aku kembali ke Ibu.’’ Di ujung kalimat Suri menundukan kepalanya sambil


mengelus perutnya sedih.


‘’Perjanjian kita batal Sur,


Anak masih tetap bersamamu selamanya begitupun denganku. Aku milikmu dan kamu


milikku. Jangan pikirkan aneh- aneh.’’


‘’Terus bagaimana dengan ibuku?


Kasian dia sendirian selama ini,  bagaimana kalau kita bertemu dengannya? Kan perjanjiannya batal.’’


Allexe menegang dan  mau jawab apa? Masa dia mau jawab Ibumu sudah


meninggal, yang ada dia akan ditinggalkan Suri dan dia menjadi gila. Baru juga


dapet yang beneran masa pergi.


‘’Eh nanti kita bicarakan.


Satu- satu aku urus masalahnya.’’


‘’Emang masalah apa? Apa kamu


gak bisa dahulukan ibuku?’’


‘’Masalah yang kutampuk banyak.


Bukan soal rumah tangga tapi pekerjaan kantor, keluarga besarku dan masalah


lain.’’ Allexe kemudian berdiri. ‘’Aku cari Tian dulu.’’ Allexe sedari tadi


tidak melihat Tian, ia kemudian mendekat ke kasir.


Suri menghembuskan nafasnya


sambil bersandar di kursi. Tangannya mengusap perut yang sedikit buncit.


‘’Daddy kalian kenapa sih.’’


Suri melihat belakang Allexe yang sedang berbicara dengan kasir.


**


Allexe kembali ke tempat


duduknya kali ini bersama Tian, rupanya anak itu masuk ke ruang privat anak-


anak pemilik toko. Tian seketika merasa sedih, bukan karena Allexe memanggilnya


namun karena ia iri dengan anak pemilik toko yang begitu di sayangi oleh


ayahnya. Ia tadi melihat lelaki dengan berpakaian koki merunduk dan mencium


ketika anaknya dan tertawa.


‘’Bagaimana rasanya di sayang


oleh seorang Papi?’’ tanya Tian ke Allexe. Allexe melihat raut sedih di wajah


itu. Ia juga teringat masaa kecilnya yang di hujani kasih sayang Father.


‘’Rasanya seperti hero, merasa


dilindungi dan di sayangi.’’ Jawab Allexe pelan. Suri tersenyum nyatanya bukan


Cuma Tian yang tidak mendapatkan kasih sayang tapi Suri juga, kalau bukan


karena Allexe yang mengangkatnya seperti ini mungkin ia akan sama seperti


ibunya.


‘’Bukan Cuma Tian yang tidak


punya Papah tapi tante juga. Jangan sedih, Tian anak kuat.’’ Suri mengusap


rambut Tian. Tian seketika tersenyum walaupun buliran air mata sampai di


pelupuk.


‘’Tian harus kuat karena Tian

__ADS_1


akan menggantikan posisi Papi untuk melindungi dan mencari rejeki untuk Mami.’’


Jawab Tian. Allexe seketika tersanjung dan merasa bangga dengan anak ini.


Allexe yakin jika Tian di didik dan di tempa dengan baik maka ia akan menjadi


emas yang sangat berharga.


‘’Kamu bisa panggil uncle,


Daddy dan aunty mommy...’’ kata Allexe sambil menerima minuman yang baru


datang, hampir 15 menit mereka duduk dan minuman baru datang.


‘’Beneran? Baiklah Dad.’’ Jawab


Tian dengan bahagia. Suri tersenyum sambil melihat suaminya yang tersenyum


lepas.


**


Allexe dan Suri sampai dirumah,


Tian langsung turun dari mobil dan masuk kerumah duluan. Suri melepas sabuk


pengaman begitupun dengan Allexe.


‘’Cakemu sayang.’’ Ingat Allexe


ke Suri.Suri menepuk jidatnya dan menghadap kebelakang.


‘’Sudah di bawa Tian


sepertinya.’’ Jawab Suri. Allexe ikut menghadap kebelakang dan mengangguk iya.


‘’Bukain pintu.’’ Manja Suri ke


Allexe. Allexe tertawa kecil dan mengacak rambut istrinya.


‘’Baiklah.’’ Allexe keluar dan


memutari mobil, setelah itu ia membukakan Suri pintu dan memberikan tangannya


untuk disambut oleh istri cantik.


‘’Makasih Daddy.’’ Ujar Suri


‘’Sama- sama Mommy.’’ Allexe


sekilas mencium kening Suri saat wanita itu keluar dan menutup pintu. Suri


berjalan duluan sedangkan Allexe di belakangnya.


Mereka berdua masuk dan di


Tian, Kimberly, dan Gerald yang nampak tenang sambil meminum kpi di meja makan.


‘’Kami pulang.’’ Sapa Suri.


Allexe meletakan kunci mobil di meja tengah dan duduk disaana sambil menyetel


tv. Suri duduk di kursi makan sambil menyuruh Tian untuk membuka chesee cake di


dalam kotak.


‘’Beli dimana Mba?’’Tanya


Kimberly sambil duduk di hadapan Tian dan tersenyum ramah.


‘’Dimana ya? Jl. Mulawarman


dengan Mall Plaza Balikpapan. Allexe tau belinya Aku Cuma liat jalanan aja tadi


hehe.’’ Jawab Suri sambil memotong cake dan memotongnya untuk diri sendiri.


‘’Makan, potong aja kalau mau.’’


Suri mengambilnya dengan tangan dan melahapnya.


Kimberly memotong cake dan


diberikan ke Tian. Tian tersenyum sambil mengambilnya.


‘’Makasih Mami.’’ Jawab Tian.


‘’Aku gak di potongkan kue?’’


tanya Fareel.


Allexe bangun dari sofa dan


duduk di samping Suri, pikirannya tiba- tiba saja teringat dengan serketaris


yang diberikan Lonas.


‘’Kimberly, bisa kita ngobrol


berdua? Kutunggu di teras belanag.’’ Allexe berdiri lagi dan menunggu Kimberly.


Kimberly langsung menatap Gerald dan Suri lalu saling bergantian. Kimberly segera


mengikuti Allexe, Fareel merasa dicueki disini di tempat ini, sungguh nasib.


**


Allexe berbalik saat Kimberly

__ADS_1


sampai di belakangnya rupanya Gerald membuka samaran du gadis buruk rupa.


‘’Aku lupa, Kamu katanya di


kasih kerjaan sama Lonas untuk jadi serketarisku. Apa tujuan Lonas sebenarnya?’’


tanya Allexe


Kimberly terkaget ia menundukan


pandangannya dan terlihat gugup.


‘’Jawab?’’ tanya Allexe sedikit


keras.


Gerald, Fareel dan Tian segera


berdiri dan menguping di balik pintu kaca yang tertutup, Suri hanya melihat


dari tempat duduknya sambil bertanya dalam hati. Ada apa dengan mereka


‘’Saya bisa jelaskan.’’ Kata Kimberly


pelan.


‘’Saya yakin kamu bukan orang


jahat Kimberly. Kamu terpasa melakukan pekerjaan ini demi anakmu kan?’’ kata


Allexe. Kimberly nampak tertegun dan tak rasa air matanya menguar.


‘’Benar Tuan, Tapi saya gak


berniat dari awal. Saya bertemu dengan Mba lonas ketika saya jadi pelayan


restoran. Ayo, saya jelasin.’’ Kimberly masuk ke dalam dan duduk di samping


Suri.


Terlihat tidak masuk akal. Terlebih


Allexe tiba- tiba berbicara dengan Kimberly dan susah tidak masuk akal dan


membingungkan. Tidak ada penjelasan dan gak nyambung.


‘’Sebelumnya, saya mau minta


maaf sama Mba Suri, niat saya masuk ke lingkungan ini adalah untuk menggantikan


Mba Suri untuk mengangdung anak. Mba Lonas menyuruh saya dan akan mendapatkan


imbalan 5M.


Suri langsung terdiam dan lemas


ia menatap Kimberly tidak percaya.


‘’Kamu? aku baru bertemu


denganmu sekarang ini tapi jawabanmu menyakitkan. Maksudnya apa?’’ tanya Suri.


Allexe sudah tau sejak Kimberly


masuk ke dalam perusahaan.


‘’Kalau bukan Tuan Gerald


mungkin saya seperti pelakor.’’


‘’Apaan sih Al, Aku gak ngerti.’’


Suri memegang kepalanya dan berdiri. ‘’Aku gak ngerti yang kalian bicarakan.’’


Suri menangis. Allexe mendekati Suri dan memeluknya.


‘’Aku mau tidur, aku gak tau


dan gak ngerti.’’ Kata Suri.


Allexe mengusap punggung Suri.


‘’Kamu harus dengar sayang,


iini demi kita.’’ Jawab Allexe lembut.


‘’Kamu mau diambil sama dia,


aku sakit Al dengarnya.’’


‘’Dia gak ambil aku darimu. Dia


punya Gerald.’’ Jawab Allexe.


‘’Kita jelaskan perkara ini


satu persatu.’’ Ujar Fareel angkat bicara.


‘’Tian, sama Mba di kamar dulu


ya, orang tua mau bicara.’’ Kata Kimberly.


Kedua asisten Suri mengajak


Tian untuk naik keatas untuk menjauh dari mereka.


Suri duduk kembali dan

__ADS_1


siap untuk mendengarkan cerita Kimberly.


__ADS_2