
Maaf kepotong di bab
sebelumnya, karena sudah ke upload mau narik mager wk. Btw ini lanjutan
kisahnya.
Makasih yang sudah menunggu,
jangan lupa vote dan kommen biar aku semangat untuk update.
Love you...
Balikpapan, 28/11/2019
Kamis
************************************************************
‘’Jadi kamu bakalan ninggalin
aku lagi? Sampai kapan? Kita sudah janji dan itu ada di surat perjanjian bahwa
kamu akan selalu disisiku sampai anak kita melahirkan dan kamu membawanya pergi
dan aku kembali ke Ibu.’’ Di ujung kalimat Suri menundukan kepalanya sambil
mengelus perutnya sedih.
‘’Perjanjian kita batal Sur,
Anak masih tetap bersamamu selamanya begitupun denganku. Aku milikmu dan kamu
milikku. Jangan pikirkan aneh- aneh.’’
‘’Terus bagaimana dengan ibuku?
Kasian dia sendirian selama ini, bagaimana kalau kita bertemu dengannya? Kan perjanjiannya batal.’’
Allexe menegang dan mau jawab apa? Masa dia mau jawab Ibumu sudah
meninggal, yang ada dia akan ditinggalkan Suri dan dia menjadi gila. Baru juga
dapet yang beneran masa pergi.
‘’Eh nanti kita bicarakan.
Satu- satu aku urus masalahnya.’’
‘’Emang masalah apa? Apa kamu
gak bisa dahulukan ibuku?’’
‘’Masalah yang kutampuk banyak.
Bukan soal rumah tangga tapi pekerjaan kantor, keluarga besarku dan masalah
lain.’’ Allexe kemudian berdiri. ‘’Aku cari Tian dulu.’’ Allexe sedari tadi
tidak melihat Tian, ia kemudian mendekat ke kasir.
Suri menghembuskan nafasnya
sambil bersandar di kursi. Tangannya mengusap perut yang sedikit buncit.
‘’Daddy kalian kenapa sih.’’
Suri melihat belakang Allexe yang sedang berbicara dengan kasir.
**
Allexe kembali ke tempat
duduknya kali ini bersama Tian, rupanya anak itu masuk ke ruang privat anak-
anak pemilik toko. Tian seketika merasa sedih, bukan karena Allexe memanggilnya
namun karena ia iri dengan anak pemilik toko yang begitu di sayangi oleh
ayahnya. Ia tadi melihat lelaki dengan berpakaian koki merunduk dan mencium
ketika anaknya dan tertawa.
‘’Bagaimana rasanya di sayang
oleh seorang Papi?’’ tanya Tian ke Allexe. Allexe melihat raut sedih di wajah
itu. Ia juga teringat masaa kecilnya yang di hujani kasih sayang Father.
‘’Rasanya seperti hero, merasa
dilindungi dan di sayangi.’’ Jawab Allexe pelan. Suri tersenyum nyatanya bukan
Cuma Tian yang tidak mendapatkan kasih sayang tapi Suri juga, kalau bukan
karena Allexe yang mengangkatnya seperti ini mungkin ia akan sama seperti
ibunya.
‘’Bukan Cuma Tian yang tidak
punya Papah tapi tante juga. Jangan sedih, Tian anak kuat.’’ Suri mengusap
rambut Tian. Tian seketika tersenyum walaupun buliran air mata sampai di
pelupuk.
‘’Tian harus kuat karena Tian
__ADS_1
akan menggantikan posisi Papi untuk melindungi dan mencari rejeki untuk Mami.’’
Jawab Tian. Allexe seketika tersanjung dan merasa bangga dengan anak ini.
Allexe yakin jika Tian di didik dan di tempa dengan baik maka ia akan menjadi
emas yang sangat berharga.
‘’Kamu bisa panggil uncle,
Daddy dan aunty mommy...’’ kata Allexe sambil menerima minuman yang baru
datang, hampir 15 menit mereka duduk dan minuman baru datang.
‘’Beneran? Baiklah Dad.’’ Jawab
Tian dengan bahagia. Suri tersenyum sambil melihat suaminya yang tersenyum
lepas.
**
Allexe dan Suri sampai dirumah,
Tian langsung turun dari mobil dan masuk kerumah duluan. Suri melepas sabuk
pengaman begitupun dengan Allexe.
‘’Cakemu sayang.’’ Ingat Allexe
ke Suri.Suri menepuk jidatnya dan menghadap kebelakang.
‘’Sudah di bawa Tian
sepertinya.’’ Jawab Suri. Allexe ikut menghadap kebelakang dan mengangguk iya.
‘’Bukain pintu.’’ Manja Suri ke
Allexe. Allexe tertawa kecil dan mengacak rambut istrinya.
‘’Baiklah.’’ Allexe keluar dan
memutari mobil, setelah itu ia membukakan Suri pintu dan memberikan tangannya
untuk disambut oleh istri cantik.
‘’Makasih Daddy.’’ Ujar Suri
‘’Sama- sama Mommy.’’ Allexe
sekilas mencium kening Suri saat wanita itu keluar dan menutup pintu. Suri
berjalan duluan sedangkan Allexe di belakangnya.
Mereka berdua masuk dan di
Tian, Kimberly, dan Gerald yang nampak tenang sambil meminum kpi di meja makan.
‘’Kami pulang.’’ Sapa Suri.
Allexe meletakan kunci mobil di meja tengah dan duduk disaana sambil menyetel
tv. Suri duduk di kursi makan sambil menyuruh Tian untuk membuka chesee cake di
dalam kotak.
‘’Beli dimana Mba?’’Tanya
Kimberly sambil duduk di hadapan Tian dan tersenyum ramah.
‘’Dimana ya? Jl. Mulawarman
dengan Mall Plaza Balikpapan. Allexe tau belinya Aku Cuma liat jalanan aja tadi
hehe.’’ Jawab Suri sambil memotong cake dan memotongnya untuk diri sendiri.
‘’Makan, potong aja kalau mau.’’
Suri mengambilnya dengan tangan dan melahapnya.
Kimberly memotong cake dan
diberikan ke Tian. Tian tersenyum sambil mengambilnya.
‘’Makasih Mami.’’ Jawab Tian.
‘’Aku gak di potongkan kue?’’
tanya Fareel.
Allexe bangun dari sofa dan
duduk di samping Suri, pikirannya tiba- tiba saja teringat dengan serketaris
yang diberikan Lonas.
‘’Kimberly, bisa kita ngobrol
berdua? Kutunggu di teras belanag.’’ Allexe berdiri lagi dan menunggu Kimberly.
Kimberly langsung menatap Gerald dan Suri lalu saling bergantian. Kimberly segera
mengikuti Allexe, Fareel merasa dicueki disini di tempat ini, sungguh nasib.
**
Allexe berbalik saat Kimberly
__ADS_1
sampai di belakangnya rupanya Gerald membuka samaran du gadis buruk rupa.
‘’Aku lupa, Kamu katanya di
kasih kerjaan sama Lonas untuk jadi serketarisku. Apa tujuan Lonas sebenarnya?’’
tanya Allexe
Kimberly terkaget ia menundukan
pandangannya dan terlihat gugup.
‘’Jawab?’’ tanya Allexe sedikit
keras.
Gerald, Fareel dan Tian segera
berdiri dan menguping di balik pintu kaca yang tertutup, Suri hanya melihat
dari tempat duduknya sambil bertanya dalam hati. Ada apa dengan mereka
‘’Saya bisa jelaskan.’’ Kata Kimberly
pelan.
‘’Saya yakin kamu bukan orang
jahat Kimberly. Kamu terpasa melakukan pekerjaan ini demi anakmu kan?’’ kata
Allexe. Kimberly nampak tertegun dan tak rasa air matanya menguar.
‘’Benar Tuan, Tapi saya gak
berniat dari awal. Saya bertemu dengan Mba lonas ketika saya jadi pelayan
restoran. Ayo, saya jelasin.’’ Kimberly masuk ke dalam dan duduk di samping
Suri.
Terlihat tidak masuk akal. Terlebih
Allexe tiba- tiba berbicara dengan Kimberly dan susah tidak masuk akal dan
membingungkan. Tidak ada penjelasan dan gak nyambung.
‘’Sebelumnya, saya mau minta
maaf sama Mba Suri, niat saya masuk ke lingkungan ini adalah untuk menggantikan
Mba Suri untuk mengangdung anak. Mba Lonas menyuruh saya dan akan mendapatkan
imbalan 5M.
Suri langsung terdiam dan lemas
ia menatap Kimberly tidak percaya.
‘’Kamu? aku baru bertemu
denganmu sekarang ini tapi jawabanmu menyakitkan. Maksudnya apa?’’ tanya Suri.
Allexe sudah tau sejak Kimberly
masuk ke dalam perusahaan.
‘’Kalau bukan Tuan Gerald
mungkin saya seperti pelakor.’’
‘’Apaan sih Al, Aku gak ngerti.’’
Suri memegang kepalanya dan berdiri. ‘’Aku gak ngerti yang kalian bicarakan.’’
Suri menangis. Allexe mendekati Suri dan memeluknya.
‘’Aku mau tidur, aku gak tau
dan gak ngerti.’’ Kata Suri.
Allexe mengusap punggung Suri.
‘’Kamu harus dengar sayang,
iini demi kita.’’ Jawab Allexe lembut.
‘’Kamu mau diambil sama dia,
aku sakit Al dengarnya.’’
‘’Dia gak ambil aku darimu. Dia
punya Gerald.’’ Jawab Allexe.
‘’Kita jelaskan perkara ini
satu persatu.’’ Ujar Fareel angkat bicara.
‘’Tian, sama Mba di kamar dulu
ya, orang tua mau bicara.’’ Kata Kimberly.
Kedua asisten Suri mengajak
Tian untuk naik keatas untuk menjauh dari mereka.
Suri duduk kembali dan
__ADS_1
siap untuk mendengarkan cerita Kimberly.