Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 16


__ADS_3

Seharian mereka berdua menghabiskan waktu di resort, Suri tidak enak badan dan memutuskan untuk istirahat di kasur sambil menonton drama korea di Ipad milik Allexe. Allexe sendiri sedang berenang di kolam sambil memikirkan Lonas. Apa yang di lakukannya sekarang?


Tok


Tok


‘’Layanan kamar.’’ Ucap seseorang di balik pintu. Suri menengok ke Allexe begitupun sebaliknya.


‘’apa kamu pesan sesuatu yang?’’ kata Suri dan Allexe menggeleng sambil menyibakan rambutnya.


‘’Tidak.’’ Jawab Allexe. Suri segera bangun dari kasur dan pergi membuka pintu. Saat pintu terbuka rupanya bukan pelayan servis tapi Farrel.


‘’Hai cantik, apa ada suamimu?’’ Farel menaikan kaca matanya ke atas kepala dan tersenyum manis. Suri menyingkir mempersilahkan Farrel masuk lalu menutup pintunya kembali.


‘’Dia sedang berenang.’’ Suri kembali ke kasurnya, mematikan drama yang ia tonton lalu duduk di kursi pantai dekat kolam.


‘’Ada apa?’’ tanya Allexe ke Farrel


‘’Aku ingin bicara denganmu tapi dia gak boleh tau.’’ Tunjuk Farrel ke Suri. Suri lantas berdiri dan masuk ke resort. Farrel menutup pintu kaca sekilas ia menaikan alis ke Suri guna menggodanya ckck.


‘’Ada apa?’’ tanya Allexe dengan pertanyaan yang sama.


‘’Lonas kemarin menginap di Apartemen lalu disitu ada Mark. Rivalmu dalam perusahaan. Kudengar Mark dalam kondisi krisis keuangan dan ingin menjebak kalian. Aneh juga sih Cuma hati- hati saja. Apalagi...’’ Farrel melihat ke belakang dan nampak Suri duduk di kaki kasur. Allexe mengikuti pandangan Farrel.


‘’Kenapa dengan Suri?’’


‘’Jagalah perempuan itu, aku takutkan, nanti dia akan dijadikan senjata oleh Lonas untuk hartamu. Ada yang tidak beres... anak buahku memberitahukanku begitu.’’


‘’Maksudmu Lonas dan Mark bekerja sama dan Lonas merayu Suri untuk mencuri hartaku untuk Mark tanpa curiga?’’ tebak Allexe dan Farrel mengangguk.


‘’Benar sekali.’’ Jawab Farrel.


‘’Kalau gitu aku akan mencari tempat tinggal baru untuk Suri, sudah seminggu dia malas keluar rumah dan memilih berbaring sambil makan ini itu. Kadang mual sampai mabuk. Aku bingung sendiri.’’ Ujar Allexe


‘’Hamil kali.’’ Celetuk Farrel sambil berbaring di kursi dan menyangga kepalanya dengan kedua tangan.


Allexe tidak menjawab, apa mungkin hamil ya. Tapi gak mungkin kalau hamil sudah pasti dokter yang merawatnya akan memberitahukannya waktu itu. Allexe menenggelamkan dirinya setelah itu berenang beberapa menit.


**


Lonas mengurung diri di kamar, sampai sekarang ia tidak berani keluar dari tempatnya. Dirinya dipenuhi rasa penyesalan. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Sampai detik ini juga ia masih belum menenerima panggilan dari Allexe, ia takut pertahanan yang dibangun runtuh seketika.

__ADS_1


‘’Bu Lonas, Pak Allexe sedari tadi menelfon terus. Bahkan telpon rumah berbunyi terus seperti alunan musik dirumah ini.’’ Kata asisten pribadi Lonas.


‘’Aku ingin istirahat dulu Freana. Jangan terima panggilannya dulu.’’


‘’Baiklah, sebenarnya ada apa? Kenapa tiba- tiba Ibu seperti ini?’’ tanya Freana.


‘’Aku tidak apa- apa Ana, sudahlah tinggalkan aku sendiri dulu.’’


Freana menundukan dirinya setelah itu keluar dari kamar Lonas. Lonas memejamkan mata berharap rasa bersalahnya hilang begitu saja.


**


Allexe mengambil Ipad dari Suri yang sudah tertidur. Ia mematikan film yang diputar lalu meletakannya di nakas. Allexe menyelimuti Suri dan mencium kepalanya.


‘’Sekarang aku bimbang Sur.’’ Gumam pelan Allexe. Allexe keluar menutup pintu kaca yang tertutup gorden putih dan duduk kursi pantai.


Allexe memegang dadanya, merasakan sebuah rasa terhadap Suri. Apa ia salah menjadikan Suri miliknya? Apa dia salah mengikat Suri selama ini? Lima tahun berlalu, Suri melewati masa sulitnya karena dia. Suri rela bersamanya demi ibunya. Ibu? Ini yang di takutkan Allexe. Bagaimana reaksi dirinya jika tau tentang ibunya.


Allexe memandang lautan luas menatap langit yang gemerlap penuh bintang. Hari semakin larut dan pikirannya masih melalang buana kemana- mana.


**


Waktu itu Allexe janji ingin bawa Suri untuk snorkling bersama hewan di laut. Dan sekarang waktunya. kondisi Suri sudah sehat dan tidak seperti kemarin- kemarin. Mereka berdua naik ke atas kapal menunggu untuk sampai di tengah laut. Pakaian snorkling lengkap di tubuh keduanya, sambil mendengarkan arahan perenang.


‘’Tapi aku takut nanti kalau di gigit gimana?’’ Suri menatap Allexe. Allexe mencubit pipi Suri seraya tertawa pelan


‘’Tidak mungkin, mereka jinak lagian ada yang mengawasimu.’’ Jawab Allexe


‘’Emang siapa?’’


‘’Aku.’’ Jawab Allexe. Suri langsung tertunduk menyemburatkan lingkaran merah di pipi.


‘’Kamu bisa aja, habis ini makan ya, aku mau makan kepiting saus padang.’’


‘’saus padang? Kemauanmu aneh- aneh Sur.’’ Kata Allexe.


‘’Aku gak tau kenapa Al.’’


‘’Kayaknya habis pulang dari sini kita cek kesehatanmu.’’


‘’Pulang dari mana? Berenang?’’

__ADS_1


Allexe menggeleng


‘’Indonesia, empat hari lagi kita pulang.’’ Jawab Allexe.


Seminggu lebih sudah mereka berbulan madu, Allexe harus kembali kerja dan mengerjakaan proyek yang sudah menunggunya.


‘’Kenapa harus selalu berdua? Kalian.’’ Fareel duduk di depan Allexe dan Suri. Di samping Fareelpun ada seorang bule cantik dan Gerald. Gerald memiliki sifat sentimental, terlihat diam dan cuek di luar pekerjaanya berbeda dengan Fareel yang mampu membuat suasana menjadi riang.


‘’Pertanyaan macam apa itu? Mereka selalu berdua karena suami istri. Emang kamu, jomblo tapi semalam sudah bersamanya.’’ Tunjuk Gerald ke bule seksi. Allexe memelototkan matanya ke Fareel.


‘’Sudah kubilang jangan sewa perempuan disini!’’ Marah Allexe. Suri memegang dada Allexe guna meredam amarahnya.


‘’Sayang.’’ Panggil Suri sambil mengelus dadanya.


‘’Bukannya gitu, aku itu anti lihat orang yang belum menikah tapi sudah tidur bersama.’’ Jawab Allexe pelan ke Suri.


‘’Sewot! Kamu tau Sur? Allexe itu gak pernah pacaran, taunya langsung nikah. Dia juga gak pernah tidur bersama perempuan waktu muda. Pokoknya suamimu itu kuper. Terus sejak mimpin perusahaan baru berubah dan menikah dengan Lonas, wanita jadi- jadian.’’ Jelas Fareel kesal.


‘’Wanita jadi- jadian? Maksudnya?’’ tanya Suri ia melihat Allexe bertanda meminta penjelasan.


‘’Aku gak tau maksud Fareel apa, dia yang jadi- jadian.’’ Jawab Allexe. Suri kemudian tertawa


‘’Oh gitu, Mba Lonas itu baik dia bukan wanita jadi- jadian. Dia saja lebih cantik daripada aku.’’ Kata Suri. Lonas tinggi, rambut yang indah, tubuh yang seksi dan dadanya selalu membusung ke depan. Pokoknya seperti modal papan atas lah.


‘’Tapi cantikan kamu Sur, kalau allexe membuangmu aku bersedia menjadi penggantinya dan menjadikanmu ratu di keluargaku, ahsiap.’’ Fareel tertawa sendiri setelahnya. Suri ikut tertawa dan Gerald tersenyum. ‘’Bercanda, liat wajah Allexe sudah merah.’’


‘’Kamu tau? Di samudra ini terdapat hiu ganas, aku bisa saja menyuruh Gerald menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh memotong- motong dagingmu dan memberikannya ke makhluk buas. Tentu dengan ruhmu yang gentayangan di sekitaran tempat ini.’’ Cerita Allexe sambil tersenyum iblis. Fareel langsung menggelengkan kepalanya.


‘’Jangan.’’


‘’Kalau gitu berhenti menggoda istriku atau__’’


‘’Oke oke.’’ Jawab Fareel cepat.


**


Suri dan Allexe berada di dalam laut, melihat ikan pari yang sedang berenang ada juga anakan hiu dan kura- kura dewasa. Allexe memberikan Suri isyarat apakah dirinya senang? Suri mengangguk dan terus berenang dengan hewan- hewan laut.


Sungguh ini seperti mimpi bagu Suri bisa seperti ini.


Farrel dan bule cantiknya ikut berenang sementara Gerald memilih di atas kapal sambil meminum wine dan melihat jadwal Allexe setelah kepulangannya di Indonesia. Jadwal pertemuan dengan beberapa petinggi untuk bekerja sama.

__ADS_1


 


 


__ADS_2