
Allexe menutup mapnya setelah itu bersiap pulang kerumah, rumah yang dituju
bukanlah tempat Lonas melainkan Suri. Stelah difikir- fikir ia menerima saran
Lonas untuk menghamili suri agar bisa mendapatkan anak, tapi masalahnya apakah
suri mau? Sedangkan dirinya berbuat menyimpang dengan gadis itu.
‘’Bagaimana caranya ya?’’ gumam Allexe.
Allexe keluar dari kantornya sebelum pergi ia menitipkan pesan ke resepsionis.
‘’Lina,’’ panggil Allexe setelah melihat name
tag wanita itu.
‘’Iya pak.’’ Jawab Lina sopan
‘’Tolong, bangunkan lelaki yang berada di
kantorku dan suruh bangun.’’ Kata Allexe setelah itu melangkah menuju parkiran.
Ia masuk ke dalam mobil pajero sport setelah
itu membawanya ke jalan raya. Sepanjang jalan ia berfikir tawaran apa yang pas
untuk dirinya agar bisa mendapatkan anak dari Suri?
‘’Kebebasan.’’ Gumam Allexe. Sudah lima tahun
ia mengurung Suri sebagai budak nafsunya walaupun gadis itu tidak pernah
mengeluh dan bertanya ini dan itu.
Allexe melajukan mobilnya hingga ia sampai di
sebuah rumah. Setelah sampai ia turun dan menyuruh penjaga untuk pergi dan
pelayan menghidangkan makanan di atas meja. Untuk pertama kalinya Suri keluar
dari kamar dan akan menghirup udara bebas.
‘’Suri sedang apa?’’ tanya Allexe ke salah
satu pelayan yang sering mengantarkannya makanan.
‘’Tidur tuan, beberapa hari ini ia kurang
enak badan. Sepetinya sakit.’’ Kata Yunita.
‘’Kala gitu saya sakan panggilkan dokter
nanti.’’ Jawab Allexe sambil pergi ke kamarnya Suri. Langkah Allexe berhenti
dan berbalik
‘’Tolong bersihkan kamar utama lalu buat
sebagus mungkin karena istri saya akan pindah disana. Siapkan makanan di meja
serta buka semua jendela dan pintu termasuk pintu yang saya lewati tadi agar
udara dan cahaya bisa masuk.’’ Kata Allexe sambil berjalan kembali menuju
kamar.
Suri bangun saat Allexe membuka pintu wanita
itu langsung melipat kedua kakinya dan memeluk lututnya pelan.
‘’Saya lagi gak enak badan, jadi belum bisa
melayani dirimu.’’ Kata Suri pelan.
‘’Tidak, aku tidak meminta. Bisakah kita
bicara? Jadi gini kau tak perlu lagi mendekam di kamar dan takut denganku. Kau
bebas bisa kemanapun asalkan masih didalam rumah. Masak, menonton dan pindah ke
kamar yang lebih baik dari ini.’’ Kata Axelle. Selama ini kamar yang di tempati
Suri sangatlah krang layak karena terlalu lama tidak di renovasi.
‘’Maksudmu?’’ tanya Suri pelan ia menengok
guna melihat Allexe.
‘’Kau bisa melakukan kegiatanmu disini, aku
juga akan memanggil guru masak untukmu belajar dan,’’ Allexe menjeda kalimatnya.
__ADS_1
Suri membalikkan badannya sepenuhnya ke Allexe sambil memegang bahu lelaki itu.
‘’Katakanlah tujuanmu jangan seperti ini,
ingat aku begini agar ibuku sembuh.’’ Kata Suri lembut.
‘’Aku akan melunasi hutang pengobatan ibumu
dan membebaskan kamu pergi kemana saja asalkan berikan aku anak.’’ Sambung
Axelle. Suri tersenyum ia kemudian melipat kedua kakinya lagi dan menumpukan
kedua tangannya disana.
‘’Buat apa? Apa kamu mau memiliki anak dari
wanita biasa sepertiku Mister?’’ tanya Suri dan Axelle mengangguk.
‘’Mau, tapi jika anak itu sudah hadir kau
jangan mengaku sebagai ibunya tapi baby sitter karena istriku lah yang akan
menjadi ibunya kelak.’’ Kata Axelle.
Suri nampak berfikir dengan tawaran Allexe
yang menurutnya kejam.
‘’Bukankah Mister kejam memisahkan ibu dari
anaknya lalu mengakui wanita lain sebagai ibunya.’’
‘’Please Suri aku hanya minta satu anak maka
kau akan kubebaskan selamanya dan bisa bertemu dengan ibumu.’’ Kata Allexe.
Suri langsung melihat Allexe serius.
‘’Ibuku? Benarkah? Kalau gitu aku akan
berikan tapi dengan beberapa syarat.’’ Kata Suri.
‘’Apapun selagi aku bisa memberikannya.’’
Jawab Allexe lega karena Suri mau memberikannya anak.
‘’Tidak ada sex menyimpang. mari setiap
jawab selama masa kehamilanku. Aku tidak ingin diganggu oleh istri pertamamu
selama kehamilan dan pulanglah kesini selama satu tahun.’’ Kata Suri. Allexe
langsung mengangguk tanda setuju walaupun ia tidak begitu menyukai Suri tapi demi
anak ia harus rela melakukannya. ‘’yang
kedua, biarkan aku bersama anakku selama masa menyusui yaitu dua bulan. Dan
yang terakhir jaminlah dia untuk hidup yang layak atau kembalikan
kepadaku.’’kata Suri akhirnya.
‘’Baik, baik tidak ada sex menyimpang, pulang
denganmu selama kehamilan, nonton bioskop dan menajdi sosol yang bertanggung
jawab.’’ Kata Allexe.
Suri kemudian tersenyum dan akan memberikan
Allexe anak.
‘’Jadi bagaimana cara memilki anak?’’ tanya
Suri.
‘’Besok kita akan kerumah sakit untuk memeriksakan
kandunganmu apakah layak atau tidak . setelah itu nonton di bioskop dan
melakukan kemauanmu.’’ Jawab Allexe.
‘’Aku mau bertemu ibuku.’’ Pinta Suri.
‘’Untuk saat ini belum bisa tunggulah sampai
anak kita lahir dan kau boleh bertemu dengannya.
‘’baiklah.
***
__ADS_1
Keesokan harinya...
Betapa senangnya Suri saat diajak kerumah
sakit. Bukan soal rumah sakitnya melainkan melihat jalanan yang sudah tak
pernah ia lihat selama lima tahun.
Suri terus menatap jalanan saat mobil Pajero
hitam membelah jalan raya.
‘’Kau seperti anak kecil yang tidak pernah
lihat jalanan Sur.’’ Ujar Allexe.
‘’Benar mister, selama ini aku tidak pernah
keluar jadi begini rasa bahagiaku.’’ Jawab Suri membuat Allexe terdiam.
‘’Kau membuatku merasa jahat Sur.’’ Kata
Allexe tanpa menengok karena fokus menyetir.
‘’Kau tidak jahat hanya saja tidak menyukaiku
karena aku gadis desa.’’ Jawab Suri tepat mengenai sasarannya.
‘’Jawabanmu terlalu jujur.’’ Jawab Axelle
‘’Realistis mister.’’ Suri menegaskan. Allexe
menahan kesalnya dengan anak berusia dua puluh itu.
Setelah beberapa saat mereka sampai dirumah
sakit. Tanpa banyak bicara axelle keluar lalu membukakan Suri pintu.
‘’Tidak perlu repot mister aku bisa
membukanya sendiri.’’ Ocah Suri polos.
‘’Panggil Aku nama saja.’’ Kata Allexe.
‘’Bagaimana kalau Aa saja.’’ Kata Suri.
‘’Terserah kamu sur.’’ Kata Allexe pasrah sambil membawa Suri ke dokter
kandungan.
Setelah sampai disana Suri langsung
beronsultasi dengan dokter bersama Allexe setelah itu melakukan beberapa
prosedur dan memeriksa Suri apakah layak untuk hamil atau tidak. Pemerinksaan
berupa tes darah agar mengetaui Suri memiliki penyakit genetik, lalu tes fungsi teroid.kondisi dimana tubuh Suri tidk
memiliki hormon tiroid untuk janini tumbuh normal jika lebih itu akan membahayakan sang bayi.ketiga
cek obat- obatan sebelum merencanakan kehamilan calon ibu memastikan cocok dan
tidak memiliki efek samping tertentu dan masih ada lagi seperti pap smear salah satu ters kesehatan
untuk mendeteksi virus HPV yang bisa jadi penyebab kanker servikspada wanita.
Dan terakhir tes penyakit kehamilan.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan
Suri dapat di nyatakan sehat dan bisa hamil tanpa ketakutan apapun.
‘’Nyonya Xavier kondisinya sehat, letak
rahimnya juga bagus bisa dipastikan dalam kondisi subur dan bisa segera
hamil.’’ Kata Bu bidan Idha.
‘’Saya lega mnedengarnya... terima kasih
bu.’’ Kata Allexe.
‘’Sama- sama kalau begitu sampai bertemu
kembali.’’ Kata Bidan.
Mereka bertiga berdiri lalu saling berjabat
tangan dan Allexe dan suri pergi meninggalkan rumah sakit.
Allexe tersenyum puas setidakya ia akan
__ADS_1
memiliki keturunan yang sehat dan pintar nantinya.