Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 4


__ADS_3

Allexe menutup mapnya setelah itu   bersiap pulang kerumah, rumah yang dituju


bukanlah tempat Lonas melainkan Suri. Stelah difikir- fikir ia menerima saran


Lonas untuk menghamili suri agar bisa mendapatkan anak, tapi masalahnya apakah


suri mau? Sedangkan dirinya berbuat menyimpang dengan gadis itu.


‘’Bagaimana caranya ya?’’ gumam Allexe.


Allexe keluar dari kantornya sebelum pergi ia menitipkan pesan ke resepsionis.


‘’Lina,’’ panggil Allexe setelah melihat name


tag wanita itu.


‘’Iya pak.’’ Jawab Lina sopan


‘’Tolong, bangunkan lelaki yang berada di


kantorku dan suruh bangun.’’ Kata Allexe setelah itu melangkah menuju parkiran.


Ia masuk ke dalam mobil pajero sport setelah


itu membawanya ke jalan raya. Sepanjang jalan ia berfikir tawaran apa yang pas


untuk dirinya agar bisa mendapatkan anak dari Suri?


‘’Kebebasan.’’ Gumam Allexe. Sudah lima tahun


ia mengurung Suri sebagai budak nafsunya walaupun gadis itu tidak pernah


mengeluh dan bertanya ini dan itu.


Allexe melajukan mobilnya hingga ia sampai di


sebuah rumah. Setelah sampai ia turun dan menyuruh penjaga untuk pergi dan


pelayan menghidangkan makanan di atas meja. Untuk pertama kalinya Suri keluar


dari kamar dan akan menghirup udara bebas.


‘’Suri sedang apa?’’ tanya Allexe ke salah


satu pelayan yang sering mengantarkannya makanan.


‘’Tidur tuan, beberapa hari ini ia kurang


enak badan. Sepetinya sakit.’’ Kata Yunita.


‘’Kala gitu saya sakan panggilkan dokter


nanti.’’ Jawab Allexe sambil pergi ke kamarnya Suri. Langkah Allexe berhenti


dan berbalik


‘’Tolong bersihkan kamar utama lalu buat


sebagus mungkin karena istri saya akan pindah disana. Siapkan makanan di meja


serta buka semua jendela dan pintu termasuk pintu yang saya lewati tadi agar


udara dan cahaya bisa masuk.’’ Kata Allexe sambil berjalan kembali menuju


kamar.


Suri bangun saat Allexe membuka pintu wanita


itu langsung melipat kedua kakinya dan memeluk lututnya pelan.


‘’Saya lagi gak enak badan, jadi belum bisa


melayani dirimu.’’ Kata Suri pelan.


‘’Tidak, aku tidak meminta. Bisakah kita


bicara? Jadi gini kau tak perlu lagi mendekam di kamar dan takut denganku. Kau


bebas bisa kemanapun asalkan masih didalam rumah. Masak, menonton dan pindah ke


kamar yang lebih baik dari ini.’’ Kata Axelle. Selama ini kamar yang di tempati


Suri sangatlah krang layak karena terlalu lama tidak di renovasi.


‘’Maksudmu?’’ tanya Suri pelan ia menengok


guna melihat Allexe.


‘’Kau bisa melakukan kegiatanmu disini, aku


juga akan memanggil guru masak untukmu belajar dan,’’ Allexe menjeda kalimatnya.

__ADS_1


Suri membalikkan badannya sepenuhnya ke Allexe sambil memegang bahu lelaki itu.


‘’Katakanlah tujuanmu jangan seperti ini,


ingat aku begini agar ibuku sembuh.’’ Kata Suri lembut.


‘’Aku akan melunasi hutang pengobatan ibumu


dan membebaskan kamu pergi kemana saja asalkan berikan aku anak.’’ Sambung


Axelle. Suri tersenyum ia kemudian melipat kedua kakinya lagi dan menumpukan


kedua tangannya disana.


‘’Buat apa? Apa kamu mau memiliki anak dari


wanita biasa sepertiku Mister?’’ tanya Suri dan Axelle mengangguk.


‘’Mau, tapi jika anak itu sudah hadir kau


jangan mengaku sebagai ibunya tapi baby sitter karena istriku lah yang akan


menjadi ibunya kelak.’’ Kata Axelle.


Suri nampak berfikir dengan tawaran Allexe


yang menurutnya kejam.


‘’Bukankah Mister kejam memisahkan ibu dari


anaknya lalu mengakui wanita lain sebagai ibunya.’’


‘’Please Suri aku hanya minta satu anak maka


kau akan kubebaskan selamanya dan bisa bertemu dengan ibumu.’’ Kata Allexe.


Suri langsung melihat Allexe serius.


‘’Ibuku? Benarkah? Kalau gitu aku akan


berikan tapi dengan beberapa syarat.’’ Kata Suri.


‘’Apapun selagi aku bisa memberikannya.’’


Jawab Allexe lega karena Suri mau memberikannya anak.


‘’Tidak ada sex menyimpang. mari setiap


jawab selama masa kehamilanku. Aku tidak ingin diganggu oleh istri pertamamu


selama kehamilan dan pulanglah kesini selama satu tahun.’’ Kata Suri. Allexe


langsung mengangguk tanda setuju walaupun ia tidak begitu menyukai Suri tapi demi


anak ia harus rela melakukannya.  ‘’yang


kedua, biarkan aku bersama anakku selama masa menyusui yaitu dua bulan. Dan


yang terakhir jaminlah dia untuk hidup yang layak atau kembalikan


kepadaku.’’kata Suri akhirnya.


‘’Baik, baik tidak ada sex menyimpang, pulang


denganmu selama kehamilan, nonton bioskop dan menajdi sosol yang bertanggung


jawab.’’ Kata Allexe.


Suri kemudian tersenyum dan akan memberikan


Allexe anak.


‘’Jadi bagaimana cara memilki anak?’’ tanya


Suri.


‘’Besok kita akan kerumah sakit untuk memeriksakan


kandunganmu apakah layak atau tidak . setelah itu nonton di bioskop dan


melakukan kemauanmu.’’ Jawab Allexe.


‘’Aku mau bertemu ibuku.’’ Pinta Suri.


‘’Untuk saat ini belum bisa tunggulah sampai


anak kita lahir dan kau boleh bertemu dengannya.


‘’baiklah.


***

__ADS_1


Keesokan harinya...


Betapa senangnya Suri saat diajak kerumah


sakit. Bukan soal rumah sakitnya melainkan melihat jalanan yang sudah tak


pernah ia lihat  selama lima tahun.


Suri terus menatap jalanan saat mobil Pajero


hitam membelah jalan raya.


‘’Kau seperti anak kecil yang tidak pernah


lihat jalanan Sur.’’ Ujar Allexe.


‘’Benar mister, selama ini aku tidak pernah


keluar jadi begini rasa bahagiaku.’’ Jawab Suri membuat Allexe terdiam.


‘’Kau membuatku merasa jahat Sur.’’ Kata


Allexe tanpa menengok karena fokus menyetir.


‘’Kau tidak jahat hanya saja tidak menyukaiku


karena aku gadis desa.’’ Jawab Suri tepat mengenai sasarannya.


‘’Jawabanmu terlalu jujur.’’ Jawab Axelle


‘’Realistis mister.’’ Suri menegaskan. Allexe


menahan kesalnya dengan anak berusia dua puluh itu.


Setelah beberapa saat mereka sampai dirumah


sakit. Tanpa banyak bicara axelle keluar lalu membukakan Suri pintu.


‘’Tidak perlu repot mister aku bisa


membukanya sendiri.’’ Ocah Suri polos.


‘’Panggil Aku nama saja.’’ Kata Allexe.


‘’Bagaimana kalau Aa saja.’’ Kata Suri.


‘’Terserah kamu sur.’’ Kata Allexe  pasrah sambil membawa Suri ke dokter


kandungan.


Setelah sampai disana Suri langsung


beronsultasi dengan dokter bersama Allexe setelah itu melakukan beberapa


prosedur dan memeriksa Suri apakah layak untuk hamil atau tidak. Pemerinksaan


berupa tes darah agar mengetaui Suri memiliki penyakit genetik, lalu tes fungsi teroid.kondisi dimana tubuh Suri tidk


memiliki hormon tiroid untuk janini tumbuh normal jika  lebih itu akan membahayakan sang bayi.ketiga


cek obat- obatan sebelum merencanakan kehamilan calon ibu memastikan cocok dan


tidak memiliki efek samping tertentu dan masih ada lagi seperti pap smear salah satu ters kesehatan


untuk mendeteksi virus HPV yang bisa jadi penyebab kanker servikspada wanita.


Dan terakhir tes penyakit kehamilan.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan


Suri dapat di nyatakan sehat dan bisa hamil tanpa ketakutan apapun.


‘’Nyonya Xavier kondisinya sehat, letak


rahimnya juga bagus bisa dipastikan dalam kondisi subur dan bisa segera


hamil.’’ Kata Bu bidan Idha.


‘’Saya lega mnedengarnya... terima kasih


bu.’’ Kata Allexe.


‘’Sama- sama kalau begitu sampai bertemu


kembali.’’ Kata Bidan.


Mereka bertiga berdiri lalu saling berjabat


tangan dan Allexe dan suri pergi meninggalkan rumah sakit.


Allexe tersenyum puas setidakya ia akan

__ADS_1


memiliki keturunan yang sehat dan pintar nantinya.


__ADS_2