
Lonas kehilangan kesempatan. Ia kalah dengan Allexe yang berada jauh disana. Apa yang harus ia lakukan? Mengejarnya kah atau membiarkannya pergi. Lonas merogoh hpnya dan meminta bantuan kepada salah satu temannya namun belum sempat ia membuka hpnya, Lonas di kagetkan dengan Kehadiran Farell dan Gerald yang sedang menyamar. Mereka berdua secara diam'diam hadir untuk melindungi bosnya itu.
"Berani ya, jangan buat aku gak bergaji kalau kau ingin membunuh Suri dan membuat Allexe gila." kata Farell di balik hoddie cokelat dan menutup mukanya dengan masker dan topi. Farell membawa Lonas sedangkan Gerald pergi untuk menemani Suri di pesawat
Mereka datang di saat yang tepat bukan.
"Lepasin aku, kamu tau darimana kalau aku Lonas dan disini?" tanya Lonas sambil berontak.
"Pikiranmu terlalu kampung Lonas. Jauh- jauh kesini hanya untuk memberitahu bahwa ortu Suri mati. Aku tau kau ingin memberitahukannya agar ia pergi dari Allexe kan? Udahlah." Kata Farell. Farell memberikan Lonas ke anak buahnya lalu ia menjauh sebentar untuk menelfon Allexe.
Tut
Tut
"Hallo kakak sayang. Aku berada di Indonesia dan memiliki hadiah untukmu." Farell berbalik sejenak untuk melihat Lonas.
"Kamu menangkapnya? Pintar, aku menyuruhmu istirahat dan sekarang begini apa boleh buat. Bawa dia kerumah dan tunggu aku disana." kata Allexe di balik telp
Farell mematikan telp dan mendekati Lonas. Lelaki itu membuka masker yang dipakai Lonas.
"Aneh ya, orang udah gak mau tapi tetap aja maksa! Ingat ortu kamu ada di Allexe. Salah langkah bakalan mati." Peringat Farell sambil berjalan menuju mobil.
***
Apa yang membuat mereka syok? Gerald tiba- tiba datang dan duduk di depan Kimberly yang sedang memegang anak mereka yang sedang tertidur.
"Sini kugendong." Kata Gerald. Suri dan Dewina langsung kaget apalagi Kimberly. Gerald mengambil Tian lalu memeluknya.
"Kamu kenapa bisa disitu?" tanya Dewina.
"Mau dimana lagi? Menurutmu aku akan pergi begitu saja." Kata Gerald.
"Dimana Farell." Tanya Shinta.
"Dia gak ikut, ada Lonas diluar dan dia sedang mengurusnya." Jawab Gerald. Lelaki itu melepas tudung dikepalanya.
"Perbaiki rambutku, gerah." Pinta Gerald ke Kimberly. Kimberly beranjak dari tempat duduknya dan pindah disamping Gerald. Tangan- tangan lentik itu mulai menyentuh rambut Gerald yang mulai gondrong. Kimberly menyampingkan rambutnya lalu membentuk poni ala drama korea hehe.
"Aku gak nyangka kamu disini." Kata Kimberly.
__ADS_1
"Aku memang mau kesini, terus salah satu anak buah Allexe bilang ke aku kalau Lonas kabur di saat ia tidak ada." Jelas Gerald sambil mencium kepala Tian. "Jadi aku dan Farell langsung bertindak." Sambungnya lagi
"Aku merindukannya." Kata Gerald sambil memeluk Tian.
"Dia sedih gak ada kaku." Ucap Kimberly.
"Aku juga sedih jauh dari dirinya." Kata Gerald
"Mas Gerald so sweet banget sih. Jangan gitu ada bumil. Nanti kalo dia pengen repot kita." Kata Dewina. Suri langsung mengangguk dan tertawa pelan.
"Jomblo diem." Kata Gerald.
"Heh, jomblo? Tuan kalau gak mau saya lempar? diam ya." Kata Dewina kesal. Sumpah jomblo adalah kata yang menyakitkan dan amat sangat mengenaskan. Gerald terkikik geli begitupun dengan Kimberly dan Suri. Shinta? Wanita itu melihat jendela pesawat yang melihat Farell dari kejauhan. Entah dia merasa sedih karena partner kelainya gak ikut. Percaya atau tidak Farell juga melihat pesawat yang dinaiki Shinta dari jauh tak lama mata mereka saling bertemu. Farell melambaikan tangannya dan manisnya ia membentuk sebuah love di kepalanya.
"Shinta kenapa?" tanya Suri.
"Farell manis banget." Kqta Shinta. Dewina mendatangi Shintandan melihat ke jendela. Seketika Dewina ingin muntah melihat Farell seperti orang bucin.
"Ya Allah tabahkan hatiku." Kata Dewina.
"Malam minggu loh." Kata Gerald.
"Oh ya." Tanya Suri tak lama hpnya berdering ia segera mengambil hpnya dan melihat layar, rupanya Allexe video call. Suri memperbaiki rambutnya dan mengangkat telp iti.
"Hai juga sayang. Diaman ini?" tanya Suri.
"Dipesawat ma uke Indonesia. Kamu dimana sudah naik pesawat kan?" tanya Allexe. Suri mengangguk.
"Tapi belum lepas landas." Kata Suri.
"Kenapa?" tanya Allexe.
"Gak tau sayang." Kata Suri.
"mungkin lagi masukin barang- barang. Tunggu aku ya disana." Kata Allexe.
"Pasti." Jawab Suri.
Dewina ngelangsa sendiri ia duduk sendiri sambil memainkan hpnya.
__ADS_1
"Kasiannya, mau kucarikan kah?" tawar Gerald. Dewina kemudian tertawa.
"Boleh pak, saya frustasi wk." kata Dewina.
**
Jam 5 pagi Suri sampai di Kalimantan selatan tepatnya di sebuah desa terpencil. Suri berbaring di atas Kasur di dalam kamarnya, ia sungguh Lelah. Tempat ini tidak ada AC namun sangat dingin, apa karena tempatnya masih asri. Villa yang di tempatinya pun bukan dari beton melainkan kayu ulin yang di susun sedemikian rupa. Tempat ini sangat nyaman dan bikin betah.
"Sur, mau kutemani tidur." Kata Shinta dan Dewina. Suri lalu duduk dan menepuk kasurnya.
"Boleh, emang kenapa?" tanya Suri sambil sedikit bergeser agar cukup tiga orang.
"Gakpapa takutnya nanti kamu ketakutan, maklum kita tinggal di tengah hutan dimana hal yang tidak- tidak bakalan terjadi." Kata Shinta.
"Maksudnya?" tanya Suri ia berbaring kembali dan memakai selimut.
"Konon disini ada makhkuk halus Namanya kuyang. Kuyang itu pemakan janin pada orang hamil. Tampangnya menyeramkan suka terbang kemana- mana dengan kepala dan isi perut." Jelas Dewina. Suri nampak kaget dan syok ia langsung memegang perutnya.
"Ya Allah." Kata Suri sambil membaca ayat kursi dalam hati.
"Makanya kita nemanin lagian Cuma kamar kamu aja yang siap sedangkan yang lainnya enggak." Kata dewina.
"Terus Gerald dan Kimberly sama anaknya dimana?"
"Disini juga." Kata Dewina tak lama mereka bertiga masuk.
"Kita ngumpul tidurnya, aku akan berjaga di depan dulu. Mengatur beberapa pengawal dan memerikaa setiap sudut rumah." Kata Gerald.
"Baiklah." Kata Suri dan yang lainnya.
**
Pagi menyapa, Suri membuka pintu di balkon kamarnya hal yang ia lihat adalah hutan yang indah dan sungai. Hawanya sangat dingin dan juga beberapa pohon yang jauh tertutup kabut awan. Suri keluar dan memegang pagar ia nampak senang, tempat ini seperti serial film yang ia tonton.
tempat yang indah." Kata Suri setelah itu beranjak masuk. Yang lain sudah bangun dan sisa ia yang masih dikamar. Tiba- tiba saja Suri teringat dengan kotak yang dibawa. Ia segera mengambil kotak itu dan membukanya. Hal yang ia lihat adalah foto album Allexe waktu dari kecil hingga sekarang, mengagetkan ada foto dirinya di saat usia lima belas tahun di rumah lama bertiga dengan Allexe dan juga Ibu.
"Ibu aku rindu. Apa ibu bisa kesini bersamaku." Tanya Suri tak lama air matanya menetes ia kangen sama ibunya.
Kotak yang dipegang juga ada sebuah surat dan kaset CD namun dibungkus rapat dan Suri sulit membukanya. Apakah itu? apakah itu rahasia yang di sembunyikan Allexenagar Suri tidak tau.
__ADS_1