Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 12


__ADS_3

bangun pagi, buat sarapan, mandi, baring, nunggu siang,


sore dan seterusnya. Itu terus yang di kerjakan Suri setiap hari. Sepertinya ia


butuh kegiatan baru. Suri duduk diruang tv, tangannya sibuk menekan siaran


tombol melihat setiap channel di layar kaca.


‘’kenapa?’’ tanya Allexe tiba- tiba ia muncul di belakang


Suri dan duduk di sampingnya. Suri nampak kaget namun ia segera menutupinya


dengan senyuman.


‘’Tidak apa- apa.’’ Jawab Suri dengan senyum seperti


biasa.


‘’Gak kerja?’’ tanya Suri saat melihat jam dinding.


‘’Tidak, ayo ikut.’’ Allexe memegang tangan Suri dan


menuju kamarnya. Sekilas Suri melihat leher Allexe memiliki bercak merah.


‘’apa yang di lehermu itu?’’ tanya Suri polos. Allexe


segera menutupnya dengan kerah. Semalam Lonas dan dirinya bercinta memadu kasih


seperti sedia kala.


‘’Ah, habis di pijat oleh Lonas, gantilah bajumu secantik


mungkin namun sopan.’’ Allexe menutup pintu membiarkan Suri mengganti


pakaiannya. Suri mengganti bajunya di kamar sedangkan Allexe menunggu di luar.


Setelah beberapa menit Suri keluar dan melihat Allexe berdiri di depan pintu.


‘’Great.’’ Puji Allexe setelah itu memberikan tangannya


untuk di pegang oleh Suri. Suri memegang tangan besar Allexe dan segera pergi


keluar bersama.


‘’Kita mau kemana?’’ tanya Suri.


‘’Bora- bora island.’’ Jawab Allexe singkat ia membuka


pintu mobil dan Suri masuk.


Suri berfikir keras sepertinya ia pernah mendengar tempat


itu tapi dimana ya? Oh ya, di tv. Tempatnya sangat indah karena airnya bewarna


biru dan jernih memiliki penginapan di atas air dan kolam berenang.


‘’Hm, mirip Maldive ya? Aku sering liat di tv.’’ Suri


menatap Allexe yang serius menyetir.


‘’Hm, disana kita akan liburan dan fokus untuk hamil.’’ Kata


allexe to the point. Suri mengangguk setuju


‘’Hm, aku tidak sabar ingin bebas dan bertemu dengan Ibu.


Apa ibuku baik- baik saja? Apa sering menanyai kabarku?’’ Suri nampak sumringah


menanyakan ibunya. Allxe tersenyum tipis dan mengangguk tetapi matanya


menunjukan kegelisahan.


‘’Tentu, sangat baik. Dia senang karena aku

__ADS_1


memberitahunya kalau lagi liburan. Oh ya? Kemarin Lonas kerumah ngapaiin aja?’’


jawab Allexe sekaligus mengalihkan pembicaraan. Ia merasa bersalah jika Suri


bertanya tentang ibunya.


‘’Gak ngapa- ngapain, hanya duduk di ruang tamu dan meja


makan. Dia sedikit tidak menyukaiku.’’ Jawab Suri.


‘’Hm gitu, Maaf kalau dia lancang kerumahmu. Semalam aku


sudah peringati dia jadi sekarang udah gak berani kesana.’’ Allexe berkata


sambil membelokan mobilnya menuju bandara.


Di bandara pesawat pribadinya sudah siap dan kebutuhan


mereka.


‘’Eh, itu gimana soal bajunya?’’ cicit Suri.


‘’Sudah ada di pesawat.’’ Jawab Allexe sambil melewati


jalan khusus untuk sampai di landasan pesawat.


Setelah sampai Allexe dan Suri keluar, Allexe langsung


berhadapan dengan pilot yang akan menerbangkan pesawatnya sedangkan Suri nampak


syok. Seberapa kaya Allexe hingga bisa naik pesawat sendirian dan tidak menggunakan


pesawat komersial. Menurut Suri Allexe seorang pria misterius yang tidak pernah


menampakan sesutau tapi selalu ada. Suri menunggu Allexe setelah selesai Pria


itu mendatangi Suri dan menyuruhnya naik ke pesawat duluan.


‘’Kenapa gak langsung naik? Apa perlu kugendong?’’ Allexe


‘’Bukannya begitu, pesawatnya buat kita aja?’’ tanya Suri


meyakinkan. Allexe mengangguk.


‘’Penumpangnya Cuma kamu dan aku sama beberapa asisten


dan pengawal saja.’’ Jawab Allexe santai.


‘’Oh gitu, yaudah deh.’’ Suri menaiki pesawat dan saat


masuk pramugari nan cantik menyapa dirinya dan membawanya duduk di kursi. Suri duduk


dan di pakaian sabuk pengaman tak lama Allexe datang dan duduk di sampingnya.


‘’Kenapa? Raut wajahmu seperti itu?’’ tanya Allexe sambil


melihat dirinya. Suri menggeleng ia melihat betapa indahnya isi pesawat ini. Ada


tv, sofa, mini bar dan juga kamar tidur di belakang.


‘’Kupikir pesawat ininya hanya tempat duduk. Tapi ini


beda dan sangat bagus.’’ Suri menyentuh kursinya bewarna emas.


‘’Hmmm. Ini namanya Jet pribadi hanya di pakai oleh orang


terntentu atau memilikinya. Sudahlah, anggap saja milikmu juga.’’ Allexe


memegang tangan Suri dan mengenggamnya.


‘’Perjalanannya cukup lama jadi kamu bisa tidur atau


nonton.’’

__ADS_1


‘’Emang Bora- bora dimana?’’ tanya Suri.


‘’Di negara Polinesia Prancis (French Polynesia).’’ Jawab Allexe dan Suri terpengangah.


‘’Luar negeri? Kirain di raja ampat.’’ Kata Suri. Allexe mengacak rambut


Suri dan tertawa.


‘’Kupikir sekolah mahal menjamin dirimu pintar ternyata tidak, percuma


puluhan jutaku terbuang sia- sia.’’ Allexe menatap Suri yang kesal dan manyun.


‘’Bu...bukan be.. gitu.’’ Suri terbata karena Allexe begitu dekat


menatapnya apalagi raut wajahnya yang berubah menjadi ramah.


Cup


Cup


Allexe mencium bibir Suri dan setelah itu menegakan badannya dan menatap ke


depan.


Suri seketika berbalik menatap jendela pesawat pipinya kini terasa panas


apakah sebentar lagi merah? Suri memegang kedua pipinya.


**


Farrel pulang ke rumah tak lama Mami Allexe menegurnya. Mami sedang


berkunjung ke rumah inti.


‘’Kapan datang Rel?’’ tanya Mami.


‘’Kemarin Mi tapi langsung ke kantor Allexe. Oh ya, Allexe kemana? Di kantor


gak ada, Aku tanya Lonas dia bilang liburan. Tumben liburan gak ajak istrinya.’’


Kata Farrel tiba- tiba saja ia teringat Suri. Apa jangan- jangan mereka...


‘’Ah itu, katanya liburan sama teman- temannya. Ke Bora- bora island. Kamu gak


di ajak?’’ tanya Mami santai dan Farrel menggeleng.


‘’Astaga sepupu sialan itu tidak mengajakku.’’ Rengek Farrel kesal seraya


menjambak rambutnya.


Rumah inti adalah kediaman kakek Allexe biasanya kalau ada keluarga datang


dari luar negeri nginapnya disini atau kumpul keluarga untuk membahas


pernikahan, arisan, atau ulang tahun biasanya disini. Karena ini mansion yang


sangat besar bahkan luas tanahnya empat hektar. Bayangkan di setiap tempat


terdapat kebun anggrek, kolam renang, rumah kaca, mini zoo, lapangan golf,


danau buatan, dan pohon buah seri.


‘’Bagaimana kabar mama dan papamu Rel? Mami belum sempat menemuinya karena


sibuk.’’


‘’Gak tau Mi, tanyain aja sendiri. Farrel udah gak tinggal sama mereka. Yaudah


deh Farrel mau nyusul Allexe aja.’’ Farrel mendatangi Mami dan mencium pipinya


sekilas.


‘’Ya ampun gak sopan sekali jawabnya, sama aja kaya bapaknya.’’ Kata Mami

__ADS_1


saat melihat Farrel pergi.


__ADS_2