
bangun pagi, buat sarapan, mandi, baring, nunggu siang,
sore dan seterusnya. Itu terus yang di kerjakan Suri setiap hari. Sepertinya ia
butuh kegiatan baru. Suri duduk diruang tv, tangannya sibuk menekan siaran
tombol melihat setiap channel di layar kaca.
‘’kenapa?’’ tanya Allexe tiba- tiba ia muncul di belakang
Suri dan duduk di sampingnya. Suri nampak kaget namun ia segera menutupinya
dengan senyuman.
‘’Tidak apa- apa.’’ Jawab Suri dengan senyum seperti
biasa.
‘’Gak kerja?’’ tanya Suri saat melihat jam dinding.
‘’Tidak, ayo ikut.’’ Allexe memegang tangan Suri dan
menuju kamarnya. Sekilas Suri melihat leher Allexe memiliki bercak merah.
‘’apa yang di lehermu itu?’’ tanya Suri polos. Allexe
segera menutupnya dengan kerah. Semalam Lonas dan dirinya bercinta memadu kasih
seperti sedia kala.
‘’Ah, habis di pijat oleh Lonas, gantilah bajumu secantik
mungkin namun sopan.’’ Allexe menutup pintu membiarkan Suri mengganti
pakaiannya. Suri mengganti bajunya di kamar sedangkan Allexe menunggu di luar.
Setelah beberapa menit Suri keluar dan melihat Allexe berdiri di depan pintu.
‘’Great.’’ Puji Allexe setelah itu memberikan tangannya
untuk di pegang oleh Suri. Suri memegang tangan besar Allexe dan segera pergi
keluar bersama.
‘’Kita mau kemana?’’ tanya Suri.
‘’Bora- bora island.’’ Jawab Allexe singkat ia membuka
pintu mobil dan Suri masuk.
Suri berfikir keras sepertinya ia pernah mendengar tempat
itu tapi dimana ya? Oh ya, di tv. Tempatnya sangat indah karena airnya bewarna
biru dan jernih memiliki penginapan di atas air dan kolam berenang.
‘’Hm, mirip Maldive ya? Aku sering liat di tv.’’ Suri
menatap Allexe yang serius menyetir.
‘’Hm, disana kita akan liburan dan fokus untuk hamil.’’ Kata
allexe to the point. Suri mengangguk setuju
‘’Hm, aku tidak sabar ingin bebas dan bertemu dengan Ibu.
Apa ibuku baik- baik saja? Apa sering menanyai kabarku?’’ Suri nampak sumringah
menanyakan ibunya. Allxe tersenyum tipis dan mengangguk tetapi matanya
menunjukan kegelisahan.
‘’Tentu, sangat baik. Dia senang karena aku
__ADS_1
memberitahunya kalau lagi liburan. Oh ya? Kemarin Lonas kerumah ngapaiin aja?’’
jawab Allexe sekaligus mengalihkan pembicaraan. Ia merasa bersalah jika Suri
bertanya tentang ibunya.
‘’Gak ngapa- ngapain, hanya duduk di ruang tamu dan meja
makan. Dia sedikit tidak menyukaiku.’’ Jawab Suri.
‘’Hm gitu, Maaf kalau dia lancang kerumahmu. Semalam aku
sudah peringati dia jadi sekarang udah gak berani kesana.’’ Allexe berkata
sambil membelokan mobilnya menuju bandara.
Di bandara pesawat pribadinya sudah siap dan kebutuhan
mereka.
‘’Eh, itu gimana soal bajunya?’’ cicit Suri.
‘’Sudah ada di pesawat.’’ Jawab Allexe sambil melewati
jalan khusus untuk sampai di landasan pesawat.
Setelah sampai Allexe dan Suri keluar, Allexe langsung
berhadapan dengan pilot yang akan menerbangkan pesawatnya sedangkan Suri nampak
syok. Seberapa kaya Allexe hingga bisa naik pesawat sendirian dan tidak menggunakan
pesawat komersial. Menurut Suri Allexe seorang pria misterius yang tidak pernah
menampakan sesutau tapi selalu ada. Suri menunggu Allexe setelah selesai Pria
itu mendatangi Suri dan menyuruhnya naik ke pesawat duluan.
‘’Kenapa gak langsung naik? Apa perlu kugendong?’’ Allexe
‘’Bukannya begitu, pesawatnya buat kita aja?’’ tanya Suri
meyakinkan. Allexe mengangguk.
‘’Penumpangnya Cuma kamu dan aku sama beberapa asisten
dan pengawal saja.’’ Jawab Allexe santai.
‘’Oh gitu, yaudah deh.’’ Suri menaiki pesawat dan saat
masuk pramugari nan cantik menyapa dirinya dan membawanya duduk di kursi. Suri duduk
dan di pakaian sabuk pengaman tak lama Allexe datang dan duduk di sampingnya.
‘’Kenapa? Raut wajahmu seperti itu?’’ tanya Allexe sambil
melihat dirinya. Suri menggeleng ia melihat betapa indahnya isi pesawat ini. Ada
tv, sofa, mini bar dan juga kamar tidur di belakang.
‘’Kupikir pesawat ininya hanya tempat duduk. Tapi ini
beda dan sangat bagus.’’ Suri menyentuh kursinya bewarna emas.
‘’Hmmm. Ini namanya Jet pribadi hanya di pakai oleh orang
terntentu atau memilikinya. Sudahlah, anggap saja milikmu juga.’’ Allexe
memegang tangan Suri dan mengenggamnya.
‘’Perjalanannya cukup lama jadi kamu bisa tidur atau
nonton.’’
__ADS_1
‘’Emang Bora- bora dimana?’’ tanya Suri.
‘’Di negara Polinesia Prancis (French Polynesia).’’ Jawab Allexe dan Suri terpengangah.
‘’Luar negeri? Kirain di raja ampat.’’ Kata Suri. Allexe mengacak rambut
Suri dan tertawa.
‘’Kupikir sekolah mahal menjamin dirimu pintar ternyata tidak, percuma
puluhan jutaku terbuang sia- sia.’’ Allexe menatap Suri yang kesal dan manyun.
‘’Bu...bukan be.. gitu.’’ Suri terbata karena Allexe begitu dekat
menatapnya apalagi raut wajahnya yang berubah menjadi ramah.
Cup
Cup
Allexe mencium bibir Suri dan setelah itu menegakan badannya dan menatap ke
depan.
Suri seketika berbalik menatap jendela pesawat pipinya kini terasa panas
apakah sebentar lagi merah? Suri memegang kedua pipinya.
**
Farrel pulang ke rumah tak lama Mami Allexe menegurnya. Mami sedang
berkunjung ke rumah inti.
‘’Kapan datang Rel?’’ tanya Mami.
‘’Kemarin Mi tapi langsung ke kantor Allexe. Oh ya, Allexe kemana? Di kantor
gak ada, Aku tanya Lonas dia bilang liburan. Tumben liburan gak ajak istrinya.’’
Kata Farrel tiba- tiba saja ia teringat Suri. Apa jangan- jangan mereka...
‘’Ah itu, katanya liburan sama teman- temannya. Ke Bora- bora island. Kamu gak
di ajak?’’ tanya Mami santai dan Farrel menggeleng.
‘’Astaga sepupu sialan itu tidak mengajakku.’’ Rengek Farrel kesal seraya
menjambak rambutnya.
Rumah inti adalah kediaman kakek Allexe biasanya kalau ada keluarga datang
dari luar negeri nginapnya disini atau kumpul keluarga untuk membahas
pernikahan, arisan, atau ulang tahun biasanya disini. Karena ini mansion yang
sangat besar bahkan luas tanahnya empat hektar. Bayangkan di setiap tempat
terdapat kebun anggrek, kolam renang, rumah kaca, mini zoo, lapangan golf,
danau buatan, dan pohon buah seri.
‘’Bagaimana kabar mama dan papamu Rel? Mami belum sempat menemuinya karena
sibuk.’’
‘’Gak tau Mi, tanyain aja sendiri. Farrel udah gak tinggal sama mereka. Yaudah
deh Farrel mau nyusul Allexe aja.’’ Farrel mendatangi Mami dan mencium pipinya
sekilas.
‘’Ya ampun gak sopan sekali jawabnya, sama aja kaya bapaknya.’’ Kata Mami
__ADS_1
saat melihat Farrel pergi.