Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 15


__ADS_3

Makasih yang sudah membaca. Jangan lupa vote dan komen biar aku bisa update lagi. Untuk kali ini mau pake target kira- kira mampu gak ya akunya.


Vote 500


Kommen 50


Kalo mencapai besok update 2 bab.


Sangkyu san


Balikpapan, 05 November 2019


**


Kapal mulai bersandar. Pria dengan kemeja bermotif bunga bercelana pendek putih dan kaca mata hitam telah sampai di bora- bora island. Farrel melepas kaca matanya dan mencari Allexe dimana.


''Dimana kakakku Gerald.'' Tanya Farrel saat Gerald menjemputnya.


''Sepertinya masih di resortnya sedang tidur.'' Jawab Gerald.


''Jadi dimana tempatku? Apa bersama mereka?''Tanya Farrel


''Tidak, tempatmu bersamaku di resort ujung sana.'' Tunjuk Gerald. Farrel menghadap ke Gerald sambil memakai kaca matanya.


''Bersamammu? Hah! Tidak mungkin. Aku ingin bersama wanita- wanita cantik.''


Gerald menggetok kepala Farrel kesal. Wanita? Tidak ada wanita selama Allexe menyewa tempat ini.


''Jangan harap. Allexe sudah menyewa satu pulau ini, jadi lupakan wanita untuk menemanimu tidur atau minum.'' Gerald jalan duluan bersama pelayan yang membawa kopermilik Farrel.


''Apa? Gak ada? Jadi yang ada wanitanya dimana?'' Farrel mengejar Gerald dan sejajar dengannya.


''Spa mungkin.'' Jawab Gerald.


''Oh My, padahal aku sudah menghkayal untuk bercinta di sini. Hufft.'' Kata Farrel lesu.


**


Allexe sudah bangun dari tadi bahkan sudah keluar dari resortnya dan mendatangi Gerald dan Farrel. Suri masih tidur di kasur karena kelelahan dengan percintaan semalam, maaf adegannya di sembunyikan hehe.


''Woy, punya nyali kamu datangin aku ya.'' Kata Allexe membuat Farrel dan Gerald menengok ke belakang.


''Emang tempat ini sepenuhnya milikmu? Ini tempat umum.'' Balas Farrel sambil merentangkan kedua tangannya. Allexe menggedikan bahunya sambil mendekat dan berdiri di hadapan keduanya.


''Emang milikku hingga dua minggu kedepan.'' Jawab Allexe.

__ADS_1


Farrel menurunkan tangannya dan berbalik pergi. Ia akan ke resortnya untuk tidur.


''Kapan dia datang?'' tanya Allexe setelah Farrel pergi.


''Sejam yang lalu tiba, Tuan.'' Jawab Gerald sopan.


''Ayolah panggil namaku aja, ini liburan bukan kantor.'' Allexe menepuk bahu Gerald lalu pergi untuk mencari sarapan duluan.


**


Suri mengucek matanya ia kemudian merenggangkan otot dan membuka mata. Tangan Suri mencari Allexe namun pria itu tak ada. Suri kemudian bangun dan duduk. Rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja dan setelah beberapa menit ia menuju kamar mandi.


Suri mencuci muka dan menyikat gigi, saat menyikat gigi ia menengok ke bathup yang sudah terisi air dan bertabur bunga. Bathup itu memanggilnya untuk berendam di dalam sana, ia kemudian meluruskan pandangannya dan melihat dirinya di pantulan cermin. Semenjak berbaikan dengan Allexe dirinya sedikit menggemuk. Suri mempercepat ritual paginya setelah itu berendam dalam bathup dan melihat pemandangan di luar. Suri menggosok badannya namun ia merasa aneh dengan bagian perut. Perutnya terasa menggembung di bagian bawah. Suri menggeleng tak mungkin, secepat itukan ia isi sedangkan ini belum sebulan.


''Aku lapar.'' Gumam Suri. Suri bangun dari bathup dan membersihi tubuhnya.


**


Allexe duduk di restoran ia memudian menelfon Lonas, jika di sini pagi maka di sana malam.


Tut


Tut


Tut


''Hei.'' Sapa Farrel dan duduk di dekat Allexe. Allexe mengambil sendok dan garpu lalu sarapan.


"Suri mana?'' tanya Farrel setelah melihat sekitar.


''Belum bangun, aku membiarkannya tidur lebih lama.''


''Apa perlu aku membangunkannya? Atau aku kelonin dia.'' Goda farrel. Allexe menatap datar Farrel.


''Gak lucu, sebaiknya enyah dari hadapanku atau kupukul.'' Allexe nampak tidak bersemangat karena Lonas. Apa yang di lakukan wanita itu disana hingga tidak mengangkat telfonnya. Apa karena Suri?


''Allexe.'' Panggil Gerald tergesa- gesa nafasnya memburu cepat seperti lari estafet.


''Apa?'' tanya Allexe kaget.


''Suri.'' Kata Gerald sambil menunjuk ke arah sana. '' Suri jatuh di kamar mandi, dia pingsan.'' Sambung Gerald. Gerald mendengar suara rintih Suri saat melewati tempat tinggalnya. Dengan khawatir Gerald masuk dan melihat Suri sudah jatuh ke lantai dengan kain handuk yang melilit di dadanya. Allexe segera berdiri dan berlari menuju kamar. Perasaannya seperti terpacu dan jantungnya hampir putus, pikirannya melayang kemana- mana takut terjadi apa- apa nantinya.


Setelah sampai Allexe masuk ke rumah dan melihat Suri sedang berbaring dengan tubuh tertutup selimut, rupanya Gerald sangat cepat menanganinya.


''Apa dia gakpapa? Kondisinya bagaimana?'' Allexe duduk di dekat Suri dan memegang wajah pucat wanita itu.

__ADS_1


''Dia baik- baik saja, mungkin kelelahan.'' Jawab Dokter.


''Al..'' panggil Suri. Allexe mengusap Suri.


''Ya, kenapa? Mana yang sakit sayang.'' Kata Allexe khawatir. Suri membuka matanya dan memegang tangan Allexe di wajahnya.


''Maaf sudah buat kamu khawatir. Aku lapar saat berendam sampai lututku lemas dan akhirnya jatuh.'' Jawab Suri. Suri merasakan perutnya tak enak seperti mual dan ingin muntah.


''Ya ampun.'' Allexe reflek mencium pelipis Suri tanda menenangkan dirinya sendiri dari rasa ke khawatirannya. Dokter dan suster segera pamit dan menyisakan mereka berdua.


''Kalau gitu saya permisi dan jangan lupa ini vitamin untuknya.'' Ujar Suster.


Allexe melepas ciumannya dan Suri bangun. Selimut itu melorot di dadanya hingga menyisakan handuk yang ingin terlepas.


''Tadi ada seseorang membantuku.'' Kata Suri dan Allexe mengangguk.


''Tidur aja gakpapa.''Allexe mengangguk ia tahu kalau Gerald yang menolongnya.


''Aku lapar mau makan ayam panggang.'' Suri membetulkan ikatan handuk di dada ia memegang kepalanya dan bersandar di pundak Allexe


''Perutku gak enak Al, tolong ambilkan bajuku di koper.''


Allexe membaringkan Suri, mengambil baju dan membantu Suri memakai bajunya dan celana dalam.


''Aku pesankan ya, mau?'' kata Allexe. Suri mengangguk dan tersenyum.


''Iya sayang.'' Jawab Suri


**


Lonas duduk di ujung apartemen ia meringkuk di dapur sendirian. Apa yang ia lakukan? Lonas menangis pelan setelah sadar. Ia bercinta dengan Mark lalu berganti dengan teman- temannya. Demi apa? Ia sudah menghianati Allexe yang notabene adalah suaminya.


''Hei Lonas, kamu sudah sadar? Terima kasih untuk seharian ini. Aku pamit dulu bersama teman- temanku. Bye.'' Mark pergi meninggalkan Lonas dengan siulan kepuasan. Lonas akan menjadi pengeruk harta Allexe untuk dirinya nanti. Sebuah video akan menjadi senjata untuk menundukan Allexe nanti.


Allexe akan jatuh miskin dan kehilangan segalanya.


Lonas berdiri sambil bergetar, ia teringat dengan deringan ponselnya. Pasti yang menelfonnya adalah Allexe.


"Maafkan aku Allexe.'' Kata Lonas sambil menangis pelan.


**


Kira- kira Suri kenapa tuh kok tiba- tiba jatuh sakit dan Allexe makin peduli sama dia...  cie cie...


Lonas kasian banget :( padahal dia gak jahat seperti orang lain loh. Dia nurut dan diem aja kalo Allexe sama Suri. Karena dia tau kalau Dirinya tidak bisa memberikan sebuah keturunan. 

__ADS_1


__ADS_2