
Allexe memijit pelipisnya ia tidak suka kekerasan
namun apa boleh buat, pertama ia harus melepaskan Lonas tapi bagaimana caranya?
Video?
Allexe akan menggunakan video mesum itu untuk terlepas
dari Lonas. Tapi bagaimana jika Lonas menolak. Allexe memijit pelipisnya seraya
tertunduk, Gerald dann Farrel yang berada di satu ruangan saling menengok
setelah melihat Allexe yang sedang pusing.
‘’Apa Mark sudah pulang?’’ tanya Allexe ia menegakan
kepalanya sambil melihat mereka. Gerald mengangguk.
‘’Sudah setelah kamu meninggalkan ruang meeting, emang
kalian bicara apa?’’ tanya Farrel.
‘’Mark menginginkan Lonas dan perusahaanku. Aku bisa
memberikan Lonas tapi tidak dengan perusahaanku.’’ Kata Allexe, enak saja ia
membangun kerajaan ini tidak mudah dan Mark ingin mengambil alih begitu saja.
‘’Kalau gitu berikan saja.’’ Kata Farrel. Allexe
menggebrak meja ia kemudian berdiri dan menatap Farrel tajam.
‘’Kau kira perusahaan ini kecil? Aku bisa memberikannya
tapi…’’ Allexe menghembuskan nafasnya ia kembali duduk dan menenangkan diri.
‘’Sekarang kamu pilih. Kamu mau Suri dan anak- anakmu
atau perusahaanmu?’’ tanya Farrel.
‘’Jelas Suri lah.’’ Jawab Allexe.
**
Suri sedang berada di dapur, ia baru saja membeli
adonan instan takoyaki beserta cetakannya. Karena Ia sedang di karantina selama
Allexe tidak ada, jadi ia habiskan untuk memasak membuat makanan yang ia
inginkan. Belanjanya juga melalui online shop, entah Suri habiskan berapa
banyak uang setelah ketagihan dengan marketplace di hpnya. Allexe menginstal
semua onlineshop tanpa terkecuali, bahkan di tv juga ada. Dewina dan Shinta
adalah penerima barang belian Suri, hamper setiap hari ada saja kurir yang
datang untuk membawa barang belian Suri. Uangnya dari mana? Allexe mengisi
dompet digital Suri dan beberapa debit dan kredit untuk Suri/ hingga istrinya
itu tidak kesusahan uang selama ia tidak ada.
‘’Mba Sur, ini ada barang dari J**.’’ Kata Shinta ke
Suri.
‘’Apa itu? Mixer atau blender? Taro aja disitu.’’ Kata
Suri yang tengah focus memanaskan cetakan kue.
‘’Mba Suri kata Pak Allexe harus banyak- banyak
istirahat. Ingat ada 4 dedek di perutnya.’’ Ujar Shinta. Suri tersenyum dan
mengangguk
‘’Kalau aku diem nanti keingat dia dan kangen terus
__ADS_1
nangis jadi aku buat kegiatan aja agar tidak sedih.’’ Jawab Suri.
‘’Hmm seperti itu, huh aku jadi pengen punya
pasangan.’’ kata Shinta tak lama Kimberly datang.
‘’Yaudah tunggu Farrel aja Shin, tuh anak ganteng
loh.’’ Kata Erly yang baru saja datang. Ia habis dari kamar menidurkan anaknya
setelah jingkar kalau Gerald tak ada.
‘’Tian sudah tidur kak?’’ tanya Suri dan Erly
mengangguk.
‘’Sudah, maaf ya ribut tadi. Ia kaget pas bangun
Gerald gak ada biasanya kan ada di sampingnya.’’ Jawab Kimberly.
‘’Apa jangan- jangan Gerald papahnya kak, dan kakak
adalah mantan istrinya yang hamil tanpa sepengetahuan mas Gerald dan aaaahhh
kok so sweet.’’ Shinta memikirkan jalan cerita kedua makhluk didepannya mirip
seperti kisah drama.
‘’haha…’’ tawa Kimberly pelan. ‘’Masalahnya aku juga
gak tau Gerald papahnya atau bukan. Kan bikinnya sama- sama gak sadar dan pas
bangun aku sudah di hotel sendirian.’’ Jawab Erly santai.
‘’Tuh kan betapa so sweetnya kakak ini.’’
‘’Ih apaan sih Shin, kecelakaan dibilang so sweet huh,
gak tau aja nih ya bebanku di benci keluarga, dibuang dan diasingkan sampai
saat ini. Apalagi keluargaku gak nerima anakku huft.’’ Erly menopang dagunya
‘’Susah juga sih, but its oke, semoga kakak bisa
keluar dari masalahnya.’’
**
Allexe tidak ingin perusahaan jatuh ke tangan Mark
karena ini adalah kepercayaan papi dan mami untuk menjadikannya pemimpin.
Allexe menghembuskan nafasnya di ruang keluarga, saat ini ia sedang menunggu
kedatangan papi dan maminya.
‘’Tuan, ada Ibu Liliana dan Pak Xander. Mereka telah
sampai dirumah dan segera kemari.’’ Ujar pelayan ia membungkuk hormat. Tak lama
Papi dan Mami menghampiri Allexe. Allexe berdiri dan tersenyum tipis.
‘’Long time no
see.’’ Mami memeluk allexe begitupun sebaliknya.
‘’I miss you mam.’’ Balas Allexe.
‘’Mana istrimu?’’ tanya Papi sambil menepuk lengan
Allexe kemudian duduk. Allexe melepaskan pelukannya dari Mami dan menyuruh
pelayan untuk memanggil istrinya di kamar.
‘’Sebentar lagi keluar, dia lagi dikamar.’’ Jawab Allexe.
‘’Jadi bagaimana? Apa istrimu hamil?’’ Tanya Papi dan
Allexe terdiam bagaimana mau bisa hamil Lonas aja waria.
__ADS_1
‘’Belum pi.’’ Jawab Allexe malu.
‘’Nikah sudah 5 tahun tapi belum ada keturunan. Al Al,
Cuma kamu yang gak bisa beri kami cucu.’’ Xander menggeleng kesal tak lama
Lonas menghampiri mereka dan duduk di samping suaminya.
‘’Papi, Mami. Lama tak jumpa.’’ Ujar Lonas.
‘’Kenapa kamu pucat Nak?’’ tanya Mami ke Lonas. Lonas
menggeleng pelan ia tersenyum tipis.
‘’Gakpapa Mam, Akhir- akhir ini banyak kesibukan jadi
mudah Lelah.’’
‘’Oh ya? Oh gitu, Mami dan Papi kesini Cuma mau lihat
kalian dan menanyai kabar tentang cucu.’’ Mami melihat Lonas yang namoak
mengelus perutnya. Mungkinkah Lonas hamil?
‘’Doain aja Mam, dua bulanan ini Lonas sudah gak
datang bulan. Curiga sih hamil.’’ Kata Lonas bohong. Allexe hanya diam dan
tidak melakukan hal apapun.
‘’Oh ya? Mau Mami dan Papi antar kamu kerumah sakit?’’
tawar Mami ada nada bahagia di disana. Lonas tertawa dan menggeleng ia kemudian
melihat Papi namun lelaki tua itu tidak menggubris.
‘’Allexe, kami akan menginap disini sampai Lonas
benar- benar dinyatakan hamil. Biasanya orang hamil tidak bisa di biarkan
sendirian terlebih kamu sibuk.’’ Kata Papi. Lonas sontak menggeleng .
‘’Tidak usah Papi, Lonas rencana mau pulang aja selama
hamil nanti.’’ Kata Lonas ia tidak mau statusnya terbongkar cukup Allexe saja
yang tau.
‘’Seperti itu, baiklah. Oh iya Al, Papi mau ngomong
bisa ikut Papi ke mobil.’’ Papi berdiri ia kemudian meninggalkan ruang tengah,
Allexe langsung berdiri dan mengikuti langkah papahnya. Mereka berdua masuk ke
dalam mobil dan menyuruh supir jalan.
‘’Papi tau, kamu punya rahasia yang tidak bisa
diungkapkan. Sejak dulu papi tidak merestuimu dengan Lonas tapi karena Mamimu
papi terpakasa merestuinya. Nak, jangan melakukan hal apapun dengan cara
sendiri. Itu Namanya egois. Kamu punya saudara, keluarga, Papi dan Mami. Papi
sudah tau kamu pergi ke Bora- bora lalu ke Indonesia dengan seorang wanita,
Papi juga tau Skandal Lonas dengan Mark. Tapi tolong kalau mau bantuan jangan
sungkan.’’ Jelas Papi pelan. Rupanya Papinya sudah tau ya masalah Allexe. Lelaki
itu menghembuskan nafasnya bahunya terlihat menurun.
‘’Papi tau kenapa Lonas tidak bisa hamil? Dan tidak
bisa memberikan kalian cucu seperti saudaraku yang lain?’’ kata Allexe dan Papi
menggeleng pelan. ‘’Papi tau kenapa aku Bersama wanita lain selama ini?’’ tanya
Allexe nyaris frustasi. Lagi- lagi Papi menggeleng.
__ADS_1
‘’Karena lonas adalah…’’