Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 24


__ADS_3

Suri memandangi wajah Allexe yang tertidur pulas.


Dengkuran halus keluar dari bibir sensualnya, berkali- kali Suri mengusap bibir


itu dan sesekali tertawa pelan. Suri berfikir, bagaimana rupa anaknya nanti.


Mirip dirinya kah atau Allexe.


‘’Aku mencintaimu suamiku.’’ Bisik Suri ia merebahkan


diri di samping suaminya lalu tidur bersama.


Deringan ponsel Allexe memekakan telinga, Suri langsung


bangun dan mengambil hp tersebut. Di layar gawai itu tertera nama Lonas. Suri


melihat Allexe lalu menimang hpnya yang masih berbunyi.


‘’Angkat gak ya?’’ kata Suri dalam hati. Tak lama Gawai


itu mati selang beberapa detik berbunyi lagi. Suri langsung berdiri dan


mengangkat telp, ia menyangga dirinya di pagar balkon kamar.


‘’Ha.. halo.’’ Kata Suri grogi.


‘’Hai,


Suri ya? Allexenya ada?’’


‘’Dia sedang tidur Mba.’’ Jawab Suri sambil menggigit


ujung kukunya cemas. Cemas kalau lonas menyuruh Allexe pulang kesana.


‘’Oh


gitu, Sur kebetulan sekali aku ingin berbicara padamu.


‘’Soal apa itu Mba?’’ kata Suri pelan.


‘’Aku


mencintai Allexe dan sudah bertahan hingga 7 tahun, tolong jangan membuat


Allexe mencintaimu dan tepati kesepakatan sesuai dengan perjanjian. Kau tau,


Allexe itu tidak sebaik yang kamu pikirkan... dia hanya bersikap seperti itu


demi bayinya. Tolong ya Sur, jangan mengejar Allexe dan kami. Nantinya kamu


akan sakit sendiri.’’

__ADS_1


‘’Iya Mba, saya tau. Saya hanya ingin merasakan kasih


sayang demi anak ini. Nantinya saya juga akan pergi dari kalian. Oh ya, saya


tutup dulu telponnya ya Mba.’’ Suri langsung mematikan telpon dan meredakan


rasa sedihnya, air matanya jatuh membasahi pipi.


Apa yang harus di lakukan? Pergi dari kehidupan ini


ataukah bertahan dengan rasa sakit.


‘’Apa aku pergi saja? Mencari tau sendiri dimana ibuku.


Aku harus kembali kerumah sakit untuk bertanya dimanakah ibuku berada. ‘’ gumam


Suri. Suri mendengar Allexe melengguh ia buru- buru menghapus air matanya dan


segera kembali ke tempat tidur.


Rumah sakit di mana ibunya di rawat dulu tapi pake apa


dia kesana?


***


Suri duduk di ruang tengah ia menyelunjurkan kakinya di


buahan dan juga cake yang tadi ia beli. Penghuni di rumah ini nampak sibuk


dengan aktifitas masing- masing seperti Gerald duduk di ruang tengah bersama


Kimberly dan anaknya, lalu Farrel sedang berada di teras belakang bermain game


online dan bibi beserta dua orang lainnya sedang duduk di lantai dapur dan


makan bersama.


‘’Bi, tau gak... Mba Suri itu hamil kembar  dan hebatnya di umur yang semuda ini dia bisa


nampuk beban. Tau sendiri kan Tuan Allexe punya Bu Lonas yang super duper


sombong, cuek dan jutek..’’ kata Devina sambil mencubit ikan asin di cobek.


‘’Eh bener ya, jadi Mba Suri itu istri muda. Walaupun


muda tapi wanita tulen daripada Medusa Rakona itu banci.’’ Sambung Sinta.


‘’Betul itu, kasian Mba Suri harus di duakan dan  harus siap jika Medusa Rakona itu ngambil Pak


Allexe.’’

__ADS_1


‘’Kamu sebut Mba Lonas Medusa Rakona? Ckck lucu juga


julukannya.’’ Kata Devina


‘’Eh Medusa Rakona itu yah parasnya cantik mirip Mba


Lonas tapi rambutnya ular! Sama kaya isi kepala Mba Lonas. Awas aja dia ganggu


majikanku, baru kali ini aku rasakan punya majikan santuy hehe.’’ Kata Shinta.


‘’Menganggap kami bukan jongos tapi setara dengan dia.’’ Sambung Sinta.


‘’Iya ya. Eh ikan asinnya habis.’’ Kata Devina.


‘’Kamu sih makanin terus.’’ Ujar Shinta sambil makan nasi


di piring.


‘’Sudah, kalian ini bergosip tentang majikan. Kita ini


kerja jadi gak usah ikut campur urusan mereka. Bibi goreng ikan peda lagi.’’


Bibi segera berdiri dan menggoreng ikan asin lagi.


‘’Yeee Bibi, kita gak ngegosip Cuma cerita doang. Ya kan


Sin.’’ Kata Devina mencari pembenaran.


‘’Bener itu.’’ Jawab Shinta.


***


Allexe bangun ia mencari Suri dan menemukannya di ruang


tengah.


‘’Sur.’’ Panggil Allexe. Suri segera menurunkan kakinya


dan Allexe berbaring di paha Suri lalu kembali tidur dengan kepala di hadapkan


ke perut istrinya.


‘’Tidur lagi? Ayo bangun ini sudah sore, anterin aku ke


klinik yuk.’’ Kata Suri. Allexe kemudian bangun dan mengangguk.


‘’Yaudah Ayo. Aku mandi dulu...’’ Allexe berdiri dan


pergi menuju kamar. Suri mengikuti langkah kaki Allexe untuk bersiap- siap.


Allexe juga teringat kata Yenni tadi untuk membawa Suri ke kliniknya untuk USG.

__ADS_1


__ADS_2