
Suri memandangi wajah Allexe yang tertidur pulas.
Dengkuran halus keluar dari bibir sensualnya, berkali- kali Suri mengusap bibir
itu dan sesekali tertawa pelan. Suri berfikir, bagaimana rupa anaknya nanti.
Mirip dirinya kah atau Allexe.
‘’Aku mencintaimu suamiku.’’ Bisik Suri ia merebahkan
diri di samping suaminya lalu tidur bersama.
Deringan ponsel Allexe memekakan telinga, Suri langsung
bangun dan mengambil hp tersebut. Di layar gawai itu tertera nama Lonas. Suri
melihat Allexe lalu menimang hpnya yang masih berbunyi.
‘’Angkat gak ya?’’ kata Suri dalam hati. Tak lama Gawai
itu mati selang beberapa detik berbunyi lagi. Suri langsung berdiri dan
mengangkat telp, ia menyangga dirinya di pagar balkon kamar.
‘’Ha.. halo.’’ Kata Suri grogi.
‘’Hai,
Suri ya? Allexenya ada?’’
‘’Dia sedang tidur Mba.’’ Jawab Suri sambil menggigit
ujung kukunya cemas. Cemas kalau lonas menyuruh Allexe pulang kesana.
‘’Oh
gitu, Sur kebetulan sekali aku ingin berbicara padamu.
‘’Soal apa itu Mba?’’ kata Suri pelan.
‘’Aku
mencintai Allexe dan sudah bertahan hingga 7 tahun, tolong jangan membuat
Allexe mencintaimu dan tepati kesepakatan sesuai dengan perjanjian. Kau tau,
Allexe itu tidak sebaik yang kamu pikirkan... dia hanya bersikap seperti itu
demi bayinya. Tolong ya Sur, jangan mengejar Allexe dan kami. Nantinya kamu
akan sakit sendiri.’’
__ADS_1
‘’Iya Mba, saya tau. Saya hanya ingin merasakan kasih
sayang demi anak ini. Nantinya saya juga akan pergi dari kalian. Oh ya, saya
tutup dulu telponnya ya Mba.’’ Suri langsung mematikan telpon dan meredakan
rasa sedihnya, air matanya jatuh membasahi pipi.
Apa yang harus di lakukan? Pergi dari kehidupan ini
ataukah bertahan dengan rasa sakit.
‘’Apa aku pergi saja? Mencari tau sendiri dimana ibuku.
Aku harus kembali kerumah sakit untuk bertanya dimanakah ibuku berada. ‘’ gumam
Suri. Suri mendengar Allexe melengguh ia buru- buru menghapus air matanya dan
segera kembali ke tempat tidur.
Rumah sakit di mana ibunya di rawat dulu tapi pake apa
dia kesana?
***
Suri duduk di ruang tengah ia menyelunjurkan kakinya di
buahan dan juga cake yang tadi ia beli. Penghuni di rumah ini nampak sibuk
dengan aktifitas masing- masing seperti Gerald duduk di ruang tengah bersama
Kimberly dan anaknya, lalu Farrel sedang berada di teras belakang bermain game
online dan bibi beserta dua orang lainnya sedang duduk di lantai dapur dan
makan bersama.
‘’Bi, tau gak... Mba Suri itu hamil kembar dan hebatnya di umur yang semuda ini dia bisa
nampuk beban. Tau sendiri kan Tuan Allexe punya Bu Lonas yang super duper
sombong, cuek dan jutek..’’ kata Devina sambil mencubit ikan asin di cobek.
‘’Eh bener ya, jadi Mba Suri itu istri muda. Walaupun
muda tapi wanita tulen daripada Medusa Rakona itu banci.’’ Sambung Sinta.
‘’Betul itu, kasian Mba Suri harus di duakan dan harus siap jika Medusa Rakona itu ngambil Pak
Allexe.’’
__ADS_1
‘’Kamu sebut Mba Lonas Medusa Rakona? Ckck lucu juga
julukannya.’’ Kata Devina
‘’Eh Medusa Rakona itu yah parasnya cantik mirip Mba
Lonas tapi rambutnya ular! Sama kaya isi kepala Mba Lonas. Awas aja dia ganggu
majikanku, baru kali ini aku rasakan punya majikan santuy hehe.’’ Kata Shinta.
‘’Menganggap kami bukan jongos tapi setara dengan dia.’’ Sambung Sinta.
‘’Iya ya. Eh ikan asinnya habis.’’ Kata Devina.
‘’Kamu sih makanin terus.’’ Ujar Shinta sambil makan nasi
di piring.
‘’Sudah, kalian ini bergosip tentang majikan. Kita ini
kerja jadi gak usah ikut campur urusan mereka. Bibi goreng ikan peda lagi.’’
Bibi segera berdiri dan menggoreng ikan asin lagi.
‘’Yeee Bibi, kita gak ngegosip Cuma cerita doang. Ya kan
Sin.’’ Kata Devina mencari pembenaran.
‘’Bener itu.’’ Jawab Shinta.
***
Allexe bangun ia mencari Suri dan menemukannya di ruang
tengah.
‘’Sur.’’ Panggil Allexe. Suri segera menurunkan kakinya
dan Allexe berbaring di paha Suri lalu kembali tidur dengan kepala di hadapkan
ke perut istrinya.
‘’Tidur lagi? Ayo bangun ini sudah sore, anterin aku ke
klinik yuk.’’ Kata Suri. Allexe kemudian bangun dan mengangguk.
‘’Yaudah Ayo. Aku mandi dulu...’’ Allexe berdiri dan
pergi menuju kamar. Suri mengikuti langkah kaki Allexe untuk bersiap- siap.
Allexe juga teringat kata Yenni tadi untuk membawa Suri ke kliniknya untuk USG.
__ADS_1