Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Bagian 9


__ADS_3

Sudah update


Selamat baca


Semoga suka


Jangan lupa vote dan komen


Jika ada kesalahan mohon di blok lalu komen. Please, kisah ini tidak perlu di logikan di dunia nyata ya. Ini hanya imajinasi aku hehe...


Terima kasih.


❣❣❣


Perkumpulan transgender dunia...


Sebagai miss yunivers waria 2011 Lonas diundang dalam sebuah pesta. Pesta khusus waria. Lonas nampak anggun dengan gaun seksi bewarna ungu, belahan punggug dan dada sengaja terlihat agar terkesan indah.


"Lonas?" Panggil Mark. Mark adalah salah satu rival Allexe dan sponsor dalam acara ini. Maklum Mark seorang gay.


"Mark? Oh, senang berjumpa denganmu." Lonas mengangkat minumannya begitupun dengan Mark.


"Aku juga senang berjumpa denganmu, mana suamimu? Tidak ikut?" Tanya Mark sambil melihat sekitar.


"Dia sedang bekerja, lagian dia tidak tau aku disini." Jawab Lonas.


"Oh begitu, kukira dia akan datang. Selamat menikmati pestanya Lonas. Beruntung Allexe memilikimu." Mark belenggang pergi untuk bertemu dengan yang lainnya.


"Wow kau di dekati gay tampan? Awas Allexe akan pergi nanti." Goda Bella pemenang miss Univ 2017 dari belakang. Lonas menengok ke belakang.


"Tidak mungkin, bule tampan itu selalu berada di dekapanku." Elak Lonas sambil minum.


"Oh ya? Apa kau mencintainya?" Tanya Bella.


"Banci tidak kenal cinta baby, aku menyayanginya karena sentuhan tubuhnya lembut dan duitnya berlimpah."


"Ku dengar Allexe memiliki istri simpanan. Hati- hati sepertinya posisimu akan tergantikan." Bisik Bella. Bella tersenyum miring.


"Tidak mungkin, gadis desa itu hanya dipakai untuk mengandung saja."


"Allexe bisa mengalahkan rival- rivalnya di perusahaan dengan cerdas, apalagi mendepakmu di hatinya. Ingat barang asli lebih murni dari buatan sayang. Ingatlah kita ini Waria bukan wanita asli, karena kita mengubah ketentuan pencipta." Jelas Bella.


"Sinis sekali dirimu ini Bel, mending cari bule juga gih sana." Kata Lonas yang terlihat kesal.


"Udah kaya gue, gak perlu bule. Emang elu parasit Allexe, oupps sorry Lonas. Aku permisi dulu." Tak lama Bella pergi dan mendatangi Mark dan saling menyapa. Lonas sangat kesal sekarang ia segera menghabiskan minumannya dan pergi.

__ADS_1


❣❣❣


Drttt


Drtt


Drtt


Mata Allexe memandang file teralih oleh deringan ponsel. Lonas menelfonnya malam seperti ini, ia segera mengambil hpnya di meja dan mengangkatnya.


"Kamu dimana? Apa tidak pulang? Pulanglah. Aku ingin bersamamu."


Allexe menjauhkan telpnya dari telinga karena suara Lonas memekakan telinganya.


"Aku sedang lembur dikantor. Pekerjaanku belum selesai." Jawab Allexe dengan nada lelah.


"Baiklah, tunggu disitu."


"Hm."


Allexe meletakan hpnya dan merenggangkan tubuh. Ia melihat celah pintu kamar terbuka. Ia berdiri dan kemudian mendatangi kamar tersebut.


Suri nampak berbaring sambil  tertidur miring. Rok yang ia pakai tersingkap ke atas, membuat paha wanita itu keliatan. Allexe mendekati Suri dan menutup tubuh wanita itu dengan selimut. Ia duduk di samping Suri dan menatapnya.


"Lugu, dan polos. Apa dirimu masih muda? Hah, tanpa sadar diriku nyaman bersamamu." Gumam Allexe. Allexe kembali berdiri dan keluar dari kamar, menutup pintu lalu kembali duduk. Allexe memutar kursinya dan melihat pemandangan malam yang gemerlap.


❣❣❣


"Apa masih sibuk?" Bisik Lonas pelan ke telinga Allexe sebelah kanan. Allexe yang sedang menopang kepalanya dengan tangan kiri dan membaca dokumen langsung buyar. Ia menegakam badannya dan menggeleng.


"Belum. Habis dari mana? Apa tadi ada acara?" Allexe memandangi Lonas yang nampak baru sehabis dari pesta.


"Aa... tidak. Aku hanya kesini saja." Lonas nampak takut.


"Oh."


"Apa kamu tidak menginginkan having sex beb?"


"No beb, nanti aja."


Lonas mengusap punggung Allexe menggodanya dengan lembut namun Allexe tidak ingin melakukan karena ada Suri di kamar. Bagaimana jika dia bangun?


Lonas duduk di pangkuan Allexe mencoba mencium bibir suaminya. Allexe menahan tubuh Lonas dan segera berdiri.


"Tunggulah dirumah, jangan disini. Ini kantor." Allexe segera memegang tangan Lonas dan membawanya keluar.

__ADS_1


"Aku akan pulang kerumah kita malam ini." Allexe menelfon supir di bawah untuk mengantar Lonas pulang.


"Tidak usah telp supir. Aku bawa mobil sendiri. Aneh, kamu sudah berubah." Lonas masuk kembali mengambil tasnya lalu pergi.


Allexe menurunkan gawainya dari telinga dan menatap kepergian Lonas.


"Hm, maafin aku Lonas." Allexe masuk ke ruangannya kembali dan menutup pintu.


❣❣❣


Pagi hari...


Suri menggeliyat ia mengerjapkan matanya berkali- kali, awalnya pikirannya biasa aja tapi setelah melihat bukan kamarnya ia segera bangun. Tangan kokoh melingkar di pinggangnya.


"Jangan bergerak. Aku baru tidur dua jam yang lalu." Suara parau Allexe terdengar di pendengaran Suri. Suri menengok dan melihat Allexe memejamkan mata.


"Aku mau pipis." Suri menyingkirkan tangan Allexe lalu keluar dari kamar. Pas keluar ia di kagetkan dengan seorang pria berpakaian rapih sedang duduk sambil membaca koran pagi.


"Woh, morning." Sapa lelaki itu. Lelaki itu melipat korannya dan menatap Suri dalam. "Wanita panggilan atau apa? Wait, aku pernah melihatmu. Oh perpustakaan kota." Tebak lelaki itu. Suri mencoba mengingat dan ia tidak kenal lelaki itu.


"Permisi." Kata Suri sambil kembali ke kamar dan membangunkan Allexe.


"Ada orang di luar." Bisik Suri di telinga Allexe. Allexe membuka matanya dan menatap Suri.


"Siapa?" Allexe bangun sambil mengucek matanya. Suri dengan cekatan mengambil tisu basah di tas, kebetulan ia beli kemarin. Dengan sigap ia menyapu wajah Allexe dengan tisu tersebut dan merapikan sedikit rambut suaminya.


"Makasih." Jawab Allexe.


"Aku takut ketahuan." Cicit Suri.


"Keluarlah bersamaku." Allexe menggenggam tangan Suri dan keluar bersama. Setelah sampai di luar ternyata orang itu adalah adik sepupu Allexe.


"Long time no see kak." Sapa Farrel. Farrel berdiri dan memeluk Allexe.


"Dia siapa? Wanita simpanan? Aku pernah melihatnya di perpustakaan kota. Pelelangan." Kata Farrel lagi sambil melepas pelukannya dan menunjuk Suri. Suri langsung ingat jangan- jangan pria yang waktu itu.


"Eh." Suri nampak terkejut "kamu yang duduk di sebelahku?" Tanya Suri. Farrel menjentikan tangannya dan mengangguk. Suri melihat Allexe mengiba dan Allexe langsung melihat Farrel.


"Oh jadi kamu yang beli novel itu?" Tanya Allexe dan Farrel mengangguk senang. Allexe menarik lengan kemejanya setengah dan berkacak pinggang.


"Iyalah kak, hebatkan. 50 juta kak."


"Kasih dia." Perintah Allexe.


"Eh? Kasih? Jangan lah kak. Emang dia siapamu?" Farrel melihat jelas raut wajah kakak Sepupunya yang dingin dan galak itu.

__ADS_1


"Istriku." Jawab Allexe.


__ADS_2