Pengantin Simpanan

Pengantin Simpanan
Episode 28


__ADS_3

Maaf lama update hehe


**


Suri menjauh dari orang rumah


termasuk suaminya. Ia duduk di pinggir kolam sambil bermain air dipinggirnya.


Hatinya sesak, dadanya seperti ditimpa beban tapi itu semua dapat diatasi


dengan mengingat Ibunya.


Kapan aku bertemu Ibuku? Aku


rindu.’’ Gumam Suri sambilmelihat kilatan


cahaya yang terpantul dari air kolam.


Disisi lain Allexe di


dalam rumah mancari Suri ia bertanya dengan Dewina.


‘’Win, lihat Suri gak?’’ tanya Allexe.


‘’Di belakang Pak, deket kolam renang.’’ Jawab Dewina


sambil menengok ke pintu kaca.


‘’Thanks.’’ Allexe melangkahkan kakinya ke kolam


berenang saat di depan pintu ia terhenti sejenak untuk menatap istri belianya.


Allexe kemudian melangkah mendekati Suri dan langsung berbaring di paha


istrinya.


‘’Eh.’’ Sua Suri kaget saat kepala suaminya berada di


pahanya.


‘’Pijitkan kepalaku sayang. Sakit’’ kata Allexe dengan


nada manja, matanya tertutup karena silau matahari pagi. Sebenarnya gak pagi-


pagi amat karena sudah jam 11 lewat.


Suri dengan enggan memijat Allexe, hatinya masih


sangkal akibat bentakan suaminya. Allexe tak lama memiringkan kepalanya hingga


wajahnya berhadapan dengan perut Suri yang buncit.


‘’Mommymu marah sama Daddy.’’ Kata Allexe seraya


tersenyum matanya terbuka dan pangkal hidungnya mengusap perut Suri. Semancung


itukah hidung bule ini? ‘’daddy sayang banget sama kalian, Mommy, kalian


berdua, para uncle dan Aunty disini. Selama Daddy gak ada mereka akan jaga


kalian.’’ Cerita Allexe. Suri terharu mendengarnya namun di akhir kalimat yang


suaminya ucapkan ada rasa ingin pergi.


‘’Maaf.’’ Cicit Suri bukannya memijit namun mengelus


sayang kepalanya Allexe.


‘’Aku yang minta maaf Sur, bukan kamu. Wajar kamu


marah sama aku tadi.’’ Jawab Allexe. Allexe bangun dan memeluk istrinya. Tak lama


Suri nangis.


‘’Aku cemburu, aku gak suka hiks.’’ Dengan polosnya


Suri berkata seperti itu membuat Allexe tertegun dan hatinya seperti di beri


harapan baru. Allexe mencium kening Suri dan mengusap- usap lengan istrinya.


‘’Maaf, Maaf, Maaf. Aku gak akan mengulanginya lagi. Jangan


nangis nanti anak kita jadi cengeng kalau sudah keluar.’’ Kata Allexe ngasal.


‘’Aaa gak mau, anak kita harus seperti kamu. Kuat,


tinggi, gagah perkasa sama gak pelit.’’ Suri mengusap air matanya. Allexe


terpatung sejenak hatinya seperti berbunga- bunga dan tak lama ia tertawa

__ADS_1


lepas.


‘’Emang aku seperti itu?’’ Allexe menunjuk ke dirinya


sendiri dan Suri mengangguk pasti.


‘’Tapi kata Farrel dan Gerald aku kejam, tidak


berperikemanusiaan dan sebagainya.’’ Kata Allexe.


‘’Siapa bilang?’’ tanya Suri ia bahkan mengerutkan


alisnya. Rasa sangkal dan kesal hilang di benak Suri. Allexe menatap mata Suri


lalu ke pipi, hidung dan bibirnya. Untuk pertama kalinya Allexe bisa sebahagia


ini, sesenang ini dan tanpa topeng keterpurukan.


Disisi lain Farrel dan Gerald berdiri di depan pintu


kaca, Kimberly dan anaknya juga serta dua asisten cantik.


‘’So sweet banget Pak Allexe, mirip seperti Drama


korea.’’ Kata  Sinta seraya tersenyum


senyum. Farrel dan Gerald menatap gadis bertubuh pendek itu.


‘’Kasian jomblo Ger, pelukan aja sama pintu.’’ Kata Farrel


sambil menggeleng- gelengkan kepala.


‘’Maaf ya, saya itu bukan jomblo tapi single. Tolong di


garis bawahi.’’ Kata Sinta.


‘’Sama aja.’’ Kata Farrel.


‘’Sama kaya kamu Rel, jangan menghina wanita.’’ Kata Gerald


tak lama lelaki itu menarik Kimberly yang berada disampingnya tadi.


‘’Bilangin Allexe, aku keluar sebentar sama Erly.’’ Kata


Gerald. Kimberly terdian dan melihat Gerald mengerlingkan matanya.


**


duduk di ruang santai sambil menyeruput teh hangat. Alunan simfoni begitu merdu


mengisi ruangan bernuansa emas.


‘’Bagimana kabar Allexe? Dia berada di Indonesia tanpa


sepengatahuanku ataupun kamu, ibunya.’’ Kata Alexander ayah dari Allexe. Xander


meletakan gelasnya dengan pelan lalu melihat Liliana.


‘’Eh, entahlah mungkin dia ada urusan.’’ Jawab Liliana


ibunya Allexe.


‘’Anak itu, sangat keras dan tidak bisa di atur. Untung


saja hidupnya sukses, kurasa Tuhan memberikannya segudang keberuntungan


walaupun ceroboh.’’ Kata Alexander.


‘’Sama seperti dirimu, tidak ada bedanya. Hanya saja


ia memiliki sifat lembut seperti diriku namun ditutupi.’’ Kata Liliana.


Alexander tertawa pelan.


‘’Aku sengaja menekannya untuk meminta cucu. Aku curiga


dengan Lonas. Kenapa ia sangat susah memiliki anak padahal usia pernikan mereka


sudah enam tahun.’’ Kata Xander sambil berfikir. Liliana mengangguk setuju.


‘’Kalau ia mandul tidak mungkin, kita akan memanggil


dokter paling ahli di dunia agar ia bisa hamil nanti, Tapi ia tidak mau.’’ Ujar


Liliana.


‘’Terus? Bagaimana kabar Lonas?’’


‘’Entahlah, Mami sudah lama tidak mendengarnya. ‘’ jawab

__ADS_1


Liliana.


‘’Sepertinya ada yang tidak beres. Coba kamu hubungi


Farrel atau Gerald.’’ Kata Xander.


‘’Eh, kamu ini. Biar benci sama anak tetap juga


khawatir. Sudahlah, Lonas maupun Allexe biarkan mereka. Biasa juga seperti itu.’’


‘’Namanya anak, kamu ini.’’ Xander memperbaiki jasnya


dan Liliana tertawa pelan.


‘’Bagaimana kalau kita kerumah mereka?’’ usul Liliana


ke suaminya.


‘’Sepertinya ide yang baik. Ayolah kita kesana.’’


***


Suriani memekik bahagia ketika mendapatkan cake


cokelat dari Gerald. Gerald sengaja keluar dengan Kimberly awalnya untuk jalan-


jalan saja namun mereka berinisiatif untuk membelikan cake cokelat. Siapa tau


saja mood Suri berubah menjadi bagus.


‘’Makasih ya Mas Gerald dan Mba Kim, Enak banget


cakenya.’’ Kata Suri dan mereka mengangguk


‘’Sama- Sama Sur. Makan biar moodmu baik. Dulu waktu


hamil sepertimu moodku swing banget terus karena cake cokelat dan moodku


kembali seperti semula.


‘’ Iya Mba.


Disaat para wanita berkumpul di meja makan. Ketiga


lelaki tampan berada di ruang tengah dan sibuk membahas hari esok.


‘’Besok sudah tinggal berangkat. Oh ya, kudengar  orang tuamu akan berkunjung kerumahmu dua


hari lagi. Om Xander sudah pulang dari perjalanan bisnisnya.’’ Kata Gerald


setelah mendapatkan informasi dari salah satu anak buahnya disana.


Allexe menegakan badannya dan membuka matanya lebar.


‘’Serius? Siapkan penerbangan jam 5 dan pagi. aku akan


menelfon lonas untuk mengatur siasat.. kalau sampai Papi dan Mami tau semua


bakalan kacau.’’ Kata Allexe serius.


‘’Aku sudah menyiapkannya.’’ Ujar Farrel.


Allexe kemudian mengambil honya dikantong dan memberi


Lonas pesan.


***


Aku


pulang besok, siapkan dirimu untuk bersamaku.


Lonas yang sedang membaca pesan dari Allexe langsung


memekik senang ia akan menyiapkan segudang pertanyaan dan juga perlindungan


agar Mark tidak mengejarnya karena harta Allexe.


Mark masih mengejarnya karena masih Bersama Allexe dan


Mark juga mulai menyukainya sejak berhubungan intim dengan panas beberapa waktu


lalu. Mengingat percintaan panas itu Lonas jadi tidak sabar menunggu Allexe dan


merasakan kenikmatan sepeti sedia kala. Membayangkan Allexe telanjang saja


sudah membuat Lonas kepanasan apalagi bertemu secara langsung.


Lonas juga akan membuat Allexe untuk tidak bertemu

__ADS_1


Suri yang entah lelaki itu sembunyikan dimana.


__ADS_2