
Azel kaizaro Wiliam,pria tampan memiliki tinggi 185cm, memiliki tubuh atletis, bersifat ramah,dan murah senyum kepada siapa saja yang ia temui di jalan atau di mana saja,tapi sikap hangat itu sirna dalam sekejap saja, akibat kecelakaan yang menimpa kedua orang tua nya,yang merubah sikapnya 180°yang semula sehangat pancaran sinar matahari pagi, sekarang sedingin salju di Antartika, begitu juga dengan adik angkatnya.
*flashback on 11 tahun yang lalu
"pah...mah bangun apa kalian tega meninggalkan kami berdua,pah.. mah ayo bangun buka mata kalian"teriak kai yg berusaha membangunkan kedua orang tua nya, namun apa daya nasi sudah menjadi bubur, tubuh yang kini terbaring kaku di kamar mayat tersebut tidak akan bangun sebanyak apapun kai memanggil
Brukk
kai langsung mencari asal suara tersebut,dan tersentak kaget saat melihat sang adik terjatuh di lantai,melihat orang yang sangat di cintai telah terbaring kaku
"hiks hiks kenapa kalian meninggalkan kami"tanya kai dan ars bersama sambil terisak memeluk satu sama lain untuk saling menguatkan
para perawat dan dokter yang menyaksikan pun ikut berlinang air mata, merasakan kepedihan yang di rasakan kedua anak itu
"tuan muda hari ini Kita akan memakamkan jenazah tuan dan nyonya besar"ucap salah satu dokter di rumah sakit tersebut
"baiklah"ucap kai singkat sudah mulai tenang
setelah jenazah di doakan,dan jenazah di bawa ke pemakaman keluarga Wiliam, semua orang yang menggiring ke pemakaman menggunakan baju serba hitam tanda turut berdukacita
saat peti jenazah sudah di masukkan ke liang tanah,tangis yang ditahan oleh kai dan ars pun pecah, mereka tidak dapat menahan diri untuk tidak menangis, setelah semua selesai mereka berdoa untuk terakhir kalinya, untuk ketenangan jiwa yang telah berpulang itu.
"tuan muda apakah kau akan di sini terus , jadilah kuat jangan cengeng seperti ini"ucap ars kepada kai yang masih sedih
"tuan dan nyonya pasti tidak tenang melihat keadaan mu yang terus bersedih seperti ini"ucap ars lagi sambil mengusap punggung kai menguatkan
memang umur kai dan ars hanya berbeda beberapa tahun,kai berusia 13 tahun, sedangkan ars berusia 7 tahun,tapi ars memiliki otak yang cerdas,dan dewasa dari umur nya,sehingga iya dapat mengerti apa yang di rasakan oleh kai
kai yang mendengar ucapan ars yg ada benarnya langsung berdiri dan melihat ars,Kai yang melihat ars masih sesenggukan, padahal tadi dia yang menyuruh nya untuk berhenti bersedih,
"hei hei hei bukannya tadi kau yang menyuruh ku untuk tidak bersedih lagi, sekarang kenapa kau yang sesegukan"tanya kai
__ADS_1
Ars yang mendengar itu langsung menghapus air mata yang mengalir di pipinya
"ah jangan melihat ku seperti itu, sudahlah ayo kita pulang hari sudah mulai gelap"sela ars mengalihkan pembicaraan
"Hem ayo"ajak kai sambil melihat langit
di dalam mobil
"ars apa kau tidak menganggap papa dan Mama itu orang tua mu juga"tanya kai pada ars
"kau salah aku sudah menganggap mereka orang tua kandung ku"jawab ars
"kalau begitu kenapa kau tadi tidak menggunakan kata papa sama Mama, kenapa kau mengatakan tuan dan nyonya"tanya kai lagi
"ah i..itu itu anu maafkan aku tuan muda"Jawab ars sambil tertunduk
"ya sudah kali ini aku menerima permintaan mu, tidak dengan lain kali"tegas kai
"kau jangan senang dulu ars,aku punya permintaan padamu dan kau harus memenuhi nya, sebagai balasan karna aku memaafkan mu"tambah kai lagi,ars langsung bertanya
"apa itu"tanya nya
"kau tidak boleh sekali pun memanggil ku tuan muda, mulai dari sekarang karna kau adalah adikku maka panggil aku kakak"ucap kai kepada Ara, karena memang ars sering memanggilnya tuan muda, itu membuat kai tidak nyaman
"aku tidak menerima penolakan sama sekali"tambah kai lagi
"huh baiklah kalau seperti itu"jawab ars mengalah dari pada berdebat pikirannya
mendengar ucapan ars membuat kai tersenyum penuh kemenangan,ars yang melihat itu menjadi kesal sendiri
"maaf tuan tuan muda kita sudah sampai"ucap supir
__ADS_1
"baiklah terima kasih pak"ucap kai datar
"sudah tanggung jawab saya tuan"jawab pak Tono
karena perjalanan yang cukup jauh, membuat mereka kelelahan
"kakak apa aku boleh masuk"tanya ars dari luar sambil mengetuk pintu
"masuk lah"jawab kai singkat
"kakak karena aku sudah menjadi adik mu, apakah boleh aku meminta sesuatu dari mu"tanya ars penuh harap
"Hem apa itu yang kau inginkan"tanya kai
"aku ingin kau tidak terlalu memanjakan ku,dan aku ini ketika dewasa aku bekerja bersama kakak di kantor"ucap ars
Kai yang sebenarnya ingin menolak, tapi saat melihat wajah yang begitu ia benci, wajah imut yang tidak mungkin untuk ia tolak dan pada akhirnya dia memutuskan
"baik baik singkirkan wajah imut mu itu,"
ars pun langsung berbinar bahagia karena keinginan Nya di kabulkan,
"mari kita sepakati bersama kakak"sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman,kai pun menyambut uluran tangan itu
"sepakat"kata mereka berdua bersama
flashback of
lanjut gak? kasih saran kalian di kolom komentar
ini cerita pertamaku loh😄*
__ADS_1