
tubuh ASAEL seketika gemetar dan jantung nya seakan ingin keluar,saat melihat wajah siapa yang dilihatnya dengan jarak begitu dekat hanya beberapa Senti saja dari wajahnya.
"bagaimana hah apa kau sudah melihatnya dengan jelas"ucap ZAKA menarik rambut panjang ASAEL dengan sangat kasar.
perlakuannya terhadap ASAEL saat ini membuat author Dejavu.
"aaaahhhkkkk sa sakit "rintih ASAEL memegang tangan ZAKA yang menarik kuat rambutnya,dan mencoba melepaskan diri dari manusia jahat itu.
"a apa salah ku, hingga anda menyiksa saya seperti ini"lagi kata ASAEL berlinang air mata menahan rasa sakit di kulit kepala nya.
"kenapa kau tidak datang ke wisuda ku hari ini?"tanya ZAKA mencengkeram kuat pipi ASAEL.
"bodoh,saya sudah berhenti mencintai anda dan menuruti kemauan anda untuk menjauh dari kehidupan anda, sekarang apa ini hah anda menyiksa saya seperti ini"bentak ASAEL penuh emosi, ternyata tangisan ASAEL itu tidak membuat ZAKA kasihan melihatnya malah justru ingin membunuhnya.
plakkkkk satu tamparan keras mendarat dengan sempurna di wajah imut ASAEL.
"kau tau apa salah mu, salah mu ialah berhenti mencintai ku"ucap ZAKA sambil menarik kasar ASAEL keluar dari bathtub membawanya ke kamar dan membanting tubuh kecil ASAEL di ranjang miliknya,ZAKA tidak peduli dengan rintihan ASAEL yang merasa kesakitan.
"bukannya itu mau anda sendiri?"tanya balik ASAEL menatap wajah ZAKA dengan air mata yang mengalir deras, sungguh sakit sekali bertemu dengan orang yang selama ini berusaha dilupakannya, kemudian orang itu datang menyapu nya layaknya sebuah badai besar.
__ADS_1
"yaa itu keinginan ku dulu,tapi sekarang aku ingin kau mencintaiku lebih dari kau mencintaiku dulu"menatap balik ASAEL dengan tatapan tajam sehingga membuat ASAEL ketakutan.
ddreeeetttt suara ponsel seseorang bergetar dalam saku
"halo mah"sapa ZAKA terlebih dahulu kepada wanita yang ingin mengatakan sesuatu dari seberang telepon.
"halo sayang, begini mama ingin bertanya apakah ASAEL ada bersama mu saat ini, soalnya tidak biasanya dia pergi sampai larut malam begini dan ponselnya juga tidak bisa di hubungi"tanya SARAH ibunda ASAEL,sedari kecil ZAKA dan adik-adiknya sudah terbiasa memanggil SAM dan SARAH dengan sebutan mama dan papa, begitu sebaliknya ASAEL.
"tenang saja dia bersamaku dan malam ini dia mengatakan ingin menginap di rumah ku, sembari belajar tentang kesehatan."jelas ZAKA yang tentunya berbohong.
"oh syukurlah jaga dia baik-baik dia gadis yang sangat polos"balas SARAH lalu menutup teleponnya.
namun ZAKA tidak menghiraukan ucapan ASAEL sama sekali, justru dia melangkahkan kakinya menuju sebuah lemari dan mengambil beberapa helai pakaian.
"pakai itu kau basah kuyup"ucap ZAKA memberikan baju kaos nya dan beberapa pakaian yang dibutuhkan ASAEL.
"saya ingin pulang"sahut ASAEL tidak menghiraukan pakaian yang diberikan oleh ZAKA padanya
"pakai itu atau aku yang memakainya untuk mu"ucap ZAKA menatap tajam ASAEL,sambil menahan emosi yang meluap-luap,gadis ini sungguh susah di atur.
__ADS_1
"baik"balas ASAEL takut takut untuk berdiri
tak beberapa lama kemudian ASAEL keluar dari kamar mandi dengan mata yang sembab dan ada bagian tubuhnya yang lebam termasuk kedua sudut bibirnya.
"ayo, kemari"ajak ZAKA menepuk ranjang yang kosong disebelahnya.
mau tidak mau ASAEL menuruti perintah ZAKA.
ASAEL HIZKIA KIM.
MAIKEL ZAKARIA WILIAM.
YOSUA.
__ADS_1