Pengasuh Untuk Anak Angkat Ku

Pengasuh Untuk Anak Angkat Ku
part 84


__ADS_3

setelah pulang sekolah zaka Zaki dan zeka langsung masuk ke kamar mereka masing-masing, tanpa berbicara satu sama lain mungkin saudara kembar itu masih kesal terhadap kakak mereka.


"kenapa kalian begitu cuek"tanya zaka menahan kedua adiknya itu, karena sudah tidak tahan dengan sikap dingin keduanya sejak dari mobil tadi mereka tidak berbicara,dan hanya duduk diam seperti patung, ini sungguh aneh karena biasanya mereka akan banyak bertanya dan ribut di dalam mobil itu membuat zaka sebagai kakak sangat ingin mengikat dan melakban mulut mereka.


"apakah kalian marah pada kakak hanya karena uang jajan itu?"tanya zaka lagi, karena keduanya masih diam.


"tidak,kami hanya ingin menjadi orang yang dingin dan misterius"jawab salah satu dari mereka memberi jawaban yang kurang tepat


"aku sangat lelah dan mengantuk,aku masuk dulu"ucap Zaki melenggang masuk kedalam kamarnya


"aku juga"ucap zeka menyusul kembarannya


"anak-anak aneh,apa mungkin aku berikan saja mereka kepada dua makhluk itu"batin zaka tersenyum masam melihat tingkah kedua adiknya itu seraya masuk kedalam kamarnya


makhluk yang di maksud adalah Yosua dan Wily


...********...


"ars bagaimana dengan rencana mu?"tanya bian di sela-sela waktu makan siang mereka, bukan makan siang tapi lebih tepatnya makan sore.


"rencana apa?"sahut ars bukannya menjawab malah balik bertanya


"jangan bilang pria ini lupa"batin bian menatap wajah ars dengan tatapan mata yang kebingungan


"bukannya Waktu itu kau mengatakan bahwa kau akan pulang ke negara x ?


"ah iya, untung kau mengikatkan aku,aku memang berencana pulang sebentar untuk menengok keponakan-keponakan ku yang ganteng-ganteng itu,dan kakakku Waktu itu kita pulang tanpa memberi tahu mereka"


"sudah ku duga"batin bian


"pulang lah bawa juga kekasih mu"ucap bian menggoda Ars yang tengah lahap menyantap makanan nya

__ADS_1


"uhuk uhuk, sialan siapa yang kau maksud sudah ku katakan padamu aku tidak menyukai wanita mana pun!"ars tersedak makanan nya sendiri mendengar ucapan bian yang menyakiti telinganya


"jadi pria mana yang kau sukai?"goda bian sambil mengambil ancang-ancang untuk lari


"sialan kau bian!"teriak ars, suaranya menggema dalam restoran itu membuat pengunjung yang ada di sana sontak menoleh ke arah ars yang wajah nya memerah karena kesal, dengan langkah cepat ars menyusul bian yang berlari kencang mencari tempat persembunyian.


"astaga monster itu bangun"bian panik bingung harus sembunyi di mana cepat atau lambat ars akan menemukan tempat persembunyian nya


"jika aku mendapatkan mu,aku akan memperkosa mu bian!"ars masih sempat-sempatnya mengirimkan pesan berisi ancaman lewat email kepada bian


"ya Tuhan manusia ini benar-benar akan memperkosa ku"batin bian semakin panik setelah membaca pesan yang masuk ke email nya, pasalnya jika ars sudah mengatakan sesuatu dari mulut nya maka mutlak perkataan itu harus di lakukan.


niat hati ingin main-main tapi malah menyulut api kekesalan yang membuat diri bian dalam kondisi panik bukan main, itu urusan mu bian author tidak bisa menolong.


...**********...


malam harinya


"sayang apakah kau begitu khawatir, biarkan dia memilih sendiri kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dirinya"sahut kai membelai rambut Acha yang duduk di sampingnya


"kita sudah berhasil membesarkan nya sampai sekarang ini,aku harap dia menjadi kebanggaan kita dan orang tua kandungnya"ucap Acha mengingat kembali momen-momen masa kecil zaka, tanpa terasa air matanya menetes ada kebanggaan tersendiri yang dirasakannya.


"hem, sudah lah jangan menangis ayo kita turun makan malam mungkin sudah siap"ajak kai sambil menghapus air mata Acha yang menetes


di meja makan..


"silahkan makan..."Acha mempersilahkan mereka untuk menyantap makanan mereka


dengan tenang dan damai mereka pun mulai makan, hanya ada suara sendok yang kedengaran.


tak lama kemudian semuanya sudah selesai makan malam.

__ADS_1


"zaka,kemari papa sama Mama mau bicara sama kamu"ucap kai mengajak zaka ke ruang keluarga untuk berbincang di sana


"kami boleh ikut?"tanya zeka menunjukkan tampang wajah yang manis


"boleh ayo"sahut Acha menggandeng tangan kedua putra kembarnya itu, mereka terlihat bukan seperti anak dan ibu tapi seperti kakak perempuan dan adik kembarnya.


"tidak terasa kalian tumbuh terlalu cepat"ucap kai memulai pembicaraan


"zaka,apakah kau sudah memilih kampus yang cocok dengan mu?"tanya kai memandang serius wajah zaka


"sudah pah"Jawab zaka singkat sambil tersenyum manis membuat siapa saja terpincut melihat senyuman manis itu


"boleh kami tau kampus itu di mana dan apa nama kampus itu"tanya Acha dengan suara lembut membuat kai ingin memakannya.


"kali ini aku ingin kuliah di luar negeri tepatnya di negara y,aku ingin mengambil jurusan kedokteran"sahut zaka,ia tau mungkin keputusan nya ini untuk menjadi seorang dokter akan bertentangan dengan ayahnya


"dokter?, apakah kau yakin sayang?"ucap acha menanyakan keyakinan zaka tentang jurusan yang dipilihnya


"ini adalah impian ku dari kecil sampai sekarang mah"


"papa tidak akan menghalangi mu,tapi suatu saat kau juga akan memimpin perusahaan sebelum adik-adik mu tumbuh dewasa"


"apa jadi kami juga akan memimpin perusahaan?"tanya Zaki dengan ekspresi terkejut pikirannya zaka akan mengambil alih semuanya dan mereka berdua akan bersantai dan hanya meminta saja jika mereka memerlukan sesuatu


"Zaki,mau tidak mau kalian harus menjadi pemimpin kalian adalah laki-laki dan kalian adalah harapan papa kakak kalian tidak akan mungkin bisa mengurus semua ini sekaligus"dengan sabar kai menjelaskan mengapa mereka menjadi pemimpin kelak


tidak terasa mereka berbincang sampai larut malam, kemudian kai menyuruh mereka untuk tidur karena besok mereka akan ke sekolah.


"ayo kita peregangan, kemudian kita senam malam"ucap kai membawa Acha menuju kamar


kali ini Acha tidak menolak dan memilih untuk mengikuti kai, karena percuma saja menolak.

__ADS_1


__ADS_2