
"jangan keluar dari kamar ini selangkah pun kalau kau berani membantah maka siap-siap terima hukumannya"ujar kai menghilang di balik pintu sambil membawa kunci kamar Acha
Acha yang saat ini masih terbaring lemah karena permainan kasar kai membuat nya tidak dapat berdiri, hanya menangis dibalik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benang pun
diruang kerja kai
"tuan saya sudah mendapat siapa dalang di balik penyerangan beberapa hari lalu"ucap Sam yang datang sambil membawa sebuah bukti berupa gambar yang di ambil secara diam-diam
"katakan"sahut kai memandang wajah Sam dengan tatapan seperti ingin membunuhnya
dengan menelan ludah kasar Sam mulai menceritakan kejadian penyerangan yang terjadi beberapa hari lalu, yang dilakukan oleh Ling Zhi berkomplot dengan beberapa orang yang ia bayar untuk mencelakakan Acha, akibat kecemburuan yang sudah menggelapkan mata Ling Zhi sehingga membuat nya tidak bisa melihat siapa yang menjadi lawannya.
"begitu rupanya"ucap kai sambil tersenyum smirik
"baik kalau begitu saya permisi dulu tuan"ucap Sam sambil membungkuk memberi hormat
"MMM"gumam kai sambil membakar sepuntung rokok ditangannya
kembali ke Acha
dikamar nan mewah itu sekarang terlihat seorang wanita cantik yang sedang merias diri dihadapan sebuah kaca besar yang memantulkan kembali wajahnya yang sudah dipoles dengan makeup natural namun terlihat sangat cantik
__ADS_1
"auhh"gumam Acha saat mencoba untuk berdiri
"apa yang harus kulakukan didalam kamar ini"ucap Acha berbaring terlentang di atas ranjang
lama-kelamaan Acha pun mulai tertidur hingga malam menjelang, karena kelelahan karena seharian tidak mendapat istirahat Acha sama sekali tidak berniat untuk bangun dari tidurnya.
krieett suara pintu terbuka dari luar samar-samar muncul sosok kai dari balik pintu
"dimana anak itu tidak mungkin ia keluar"ucap kai melihat sekelilingnya
"kenapa ruangan ini gelap sekali"ucap kai melangkah mencari saklar lampu dan menyalakan nya
"nyenyak sekali dia"ucap kai sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi
setelah selesai melakukan ritual mandi malam yang menyegarkan bagi kai,ia langsung menuju ke tempat dimana zaka berada.
"zaka maafin papa yah gak main sama kamu seharian ini"ucap kai pada zaka yang sudah berada di dalam pelukan nya
"ah sampai juga"ucap kai saat mereka sudah tiba di dalam kamar
"wah sudah tidur rupanya"ucap kai sambil meletakkan zaka di atas box bayi nya
__ADS_1
"sebentar lagi usia mu akan genap dua tahun"batin kai tersenyum tipis sambil membelai lembut wajah imut zaka
setelah memasukkan zaka kedalam boxnya kai beranjak ke ranjang tempat tidur Acha, bermaksud untuk merebahkan diri di sana
jam yang menunjukkan pukul sepuluh malam, namun kai masih terlihat terjaga entah memikirkan apa kai terlihat memandang kosong kearah langit-langit.
"kemana sebenarnya dia tadi"batin kai memalingkan pandangannya
"jangan berpikir untuk bisa lepas dari ku"ucap kai mengelus pipi Acha yang masih memerah bekas tamparan keras yang di terima nya dari kai
merasakan sesuatu yang menyentuh pipi nya, yang masih terasa perih itu Acha perlahan membuka matanya, matanya membulat sempurna saat melihat kai yang mengelus pipi nya, ada perasaan takut dan benci menyelimuti hatinya
dengan cepat Acha menghindar dari kai, namun sebelum bergeser, tengkuknya sudah di pegang oleh kai sehingga membuat Acha tidak bisa bergerak lagi.
"mau kemana Hem"ucap kai yang semakin kuat meremas tengkuk Acha
"emm tidak kemana-mana"sahut Acha
"bagus kemari dan tidurlah sudah tengah malam"ucap kai menarik Acha kedalam pelukannya.
...see you next part 🖐️🖐️...
__ADS_1