
di sebuah gedung hitam berkumpul begitu banyak manusia berjajar rapi,menghadap dua orang yang berdiri tanpa ekspresi di hadapan mereka.
"beberapa dari kalian mungkin sudah tau dia siapa"ucap kai melirik sejenak zaka yang berada di sebelahnya, memberi kode padanya untuk memperkenalkan dirinya kepada anggota mafia yang sebentar lagi akan dipimpin oleh nya.
"perkenalkan saya zaka anak papah saya"ucap zaka memperkenalkan dirinya tanpa ekspresi wajah
tentu saja cara zaka memperkenalkan dirinya itu membuat perut orang yang mendengar nya serasa di gelitik dan ingin mengeluarkan suara tertawa terbahak-bahak namun, situasi saat ini tidak mendukung untuk mereka tertawa,dan hanya tertawa di dalam hati agar tidak ada yang mendengar,jika satu suara saja yang terdengar maka siap-siap menerima serangan timah panas.
kai yang mendengar zaka memperkenalkan dirinya itu hanya tersenyum kecut,ya memang benar jika zaka adalah anaknya namun bukan seperti itu juga caranya.
"a apa aku salah?"tanya zaka setelah melihat wajah kai yang semula tersenyum bangga menatapnya sekarang malah tersenyum kecut.
"tertawa saja"perintah kai pada anak buahnya sambil berlalu pergi menuju ruangan nya.
zaka yang melihat papah nya pergi juga ikut pergi mengekor di belakang kai
"hahahaha anak bos kita memang konyol"
"aku kira dia orang yang sangat keras!"
"bubar saja jangan bergosip"
cakap cakap anggota black Lion sebelum membubarkan diri
...******...
"mungkin kedepannya akan banyak yang memburu mu atau anggota kita jadi papa minta kamu tingkatkan kewaspadaan"pesan kai untuk zaka
kabar tentang pindah nya Sam ke luar negara tentu terdengar oleh musuh-musuh black Lion, tentu saja ini kesempatan emas untuk mereka meruntuhkan seluruh anggota black Lion dan pemimpinnya karena penghalang mereka satu-satunya sudah pergi dengan sendirinya.
selama ini Sam selalu menggagalkan rencana mereka untuk menyerang,jadi kehidupan black Lion selalu tenang seperti air tidak ada manusia yang berani melempar batu ke dalam air tenang itu.
"sekarang dengan tidak adanya Sam semua akan berbeda, musuh yang dulu tertidur dalam kandang sekarang akan bangkit"ujar kai seraya memperhatikan wajah zaka yang sedari tadi melamun
"pah...apa selama ini paman Sam saja yang mengambil alih anggota?"
"yah..bisa di bilang begitu dia sendiri yang langsung turun tangan"
"berarti musuh kita belum tau soal kalau papa pemimpin yang sebenarnya?"
kai terdiam sejenak memikirkan sesuatu, selama ini hanya Sam yang yang muncul kepermukaan saat melawan dan membasmi kuman kuman yang mulai membandel,jika keadaan mendesak saja kai akan muncul itu artinya selama ini musuh-musuh menganggap bahwa Sam adalah bos dari black Lion.
__ADS_1
"Hem"jawab kai singkat
"oh"
deeerrrt suara getaran ponsel dari dalam saku kai
"sudah larut malam ayo kita pulang"ajak kai setelah mengecek ponselnya, yang berisi pesan dari Acha yang menanyakan kabar zaka karena seharian ini zaka belum kembali ke rumah bahkan untuk sekedar ganti baju,kai juga lupa mengabari istrinya itu jika tadi dirinya langsung menjemput zaka di sekolahnya,dan si kembar juga lupa di beri tau, terpaksa mereka pulang di antar Wily yang kebetulan rumahnya searah dengan rumah mereka.
...******...
di tempat lain gadis cantik sedang melamun di balkon yang langsung terhubung dengan kamarnya menatap indahnya langit malam kota y.
bayang-bayang waktu kejadian di depan kelas itu masih melekat jelas pada ingatan nya, sungguh itu salah satu hal yang ingin gadis itu hilangkan dari pikirannya.
"maikhel Zakaria Wiliam"ucap gadis itu berbalik badan meninggalkan balkon kamar itu
"aku akan melupakan mu"gumam gadis cantik sambil menatap foto maikhel Zakaria Wiliam di ponselnya sebelum menghapusnya,gadis cantik itu tak lain adalah asael hizkia kim
...******...
"uhukk uhukkk"
"mungkin kakak tidak sengaja menelan tulang mah"ucap zeka dengan makanan full di mulutnya
"ehh konyol coba kau bayangkan tulang sapi ini masuk ke tenggorokan kakak"sahut Zaki menunjuk menu daging sapi yang tersedia di meja
"sudah sudah jangan berisik kalian mau juga keselek tulang dinosaurus?"sela kai diantara perdebatan kedua bersaudara itu.
"bagaimana?"tanya Acha tampak khawatir sambil mengelus-elus punggung zaka, yang di angguki oleh zaka
"asael"batin zaka lanjut memasukan lagi makanan kemulut nya
baru juga mulai makan tiba-tiba keselek.
seorang pria tampan sedang terbaring di ranjang empuk nya sambil menatap langit-langit kamar nya, sedang pikirannya melayang-layang kesana-kemari tak karuan.
"aku bosan dengan drama ini!"gumam zaka seraya bangkit dari tempat tidur nya kemudian melangkah ke meja tempat ponselnya berada
dengan jari panjangnya zaka menekan ikon kontak dan mencari nama seseorang di sana
tuuut tuuuttt... suara panggilan tersambung, namun tidak ada Jawaban dari nomor yang di tuju
__ADS_1
angkat bedebah sialan..isi pesan yang di kirim zaka pada nomor yang di tuju nya
...******...
"dasar..dia sangat kasar mengatai ku bedebah"gumam asael setelah membaca pesan yang dikirim oleh zaka
"buatlah panggilan masuk terbanyak di ponsel ku,aku tidak akan mengangkat satupun panggilan dari mu,aku tidak peduli lagi tentang diri mu,akau sudah pergi jauh dari mu seperti yang kau inginkan selama ini tapi sekarang kau yang menghubungi ku lagi kau yang bedebah sialan itu, bagaimana aku bisa lupa jika kau terus menghubungi ku seperti ini"omel asael mengaktifkan mode silent di ponselnya dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebalnya
"haha bedebah"gumam asael sebelum menutup mata untuk tidur pulas
...*****...
"sialan"gumam zaka melempar kasar ponselnya di ranjang sungguh menjengkelkan sekali dia sudah puluhan kali menghubungi asael tapi sama sekali tidak ada Jawaban,apa mungkin gadis itu sengaja?
"tunggu saja kau!"
"ekhem"dehem seseorang dari belakang zaka
"sejak kapan kalian berada di sini??"nada bicara zaka tiba-tiba meninggi akibat terkejut melihat adik kembarnya tiba-tiba saja berada di belakangnya
"tenanglah kakak kami sudah berada di sini sejak lima menit yang lalu, sejak tadi kami mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban jadi kami langsung masuk saja"jelas Zaki panjang lebar
"o oh.. kenapa ke sini?"
"kakak mungkin saja kak asael yang manis itu marah pada kakak karena pura-pura pacaran dengan gadis rambut jagung itu, makanya dia tidak menjawab telepon dari kakak."ucap zeka yang di angguki oleh Zaki
"jangan ikut campur! kakak bertanya kenapa kalian kesini?"
"papa menyuruh kami memanggil kakak katanya ada yang ingin di bicarakan"sahut Zaki
"oh.. minggir"ucap zaka menarik telinga kedua adik kembarnya itu menjauh dari jalannya
"pantas saja wanita tidak ada yang berani mendekati kakak"bisik Zaki kepada zeka yang di angguki nya
"kalian mengatakan sesuatu"tanya zaka berbalik badan dan menatap tajam keduanya
"kami hanya ingin bermain di kamar kakak"sahut keduanya buru-buru masuk kedalam kamar zaka sebelum mendapatkan Hujaman perkataan yang tidak sedap masuk ke telinga mereka.
"oh baiklah"sahut zaka melenggang pergi.
ups telat up nya soalnya dari kemarin pas mau up aplikasi nya gak mau ke buka jadi tadi pas udh ke buka Langsung up deh.
__ADS_1