
"apa ini"kai bergumam sendiri memegang alat tes kehamilan yang tidak dia ketahui apa itu. (๐)
karena rasa penasaran kai tentang benda pipih dan kecil yang ada digenggamnya saat ini,ia kemudian beranjak dari tempatnya menuju ke sofa untuk duduk sambil mencari informasi di internet.
tak perlu waktu lama rasa penasaran kai akhirnya terjawab sudah, kehamilan yang disembunyikan oleh Acha sudah diketahui oleh kai, entah bagaimana jadinya.
"apa ini yang dia sembunyikan"batin kai dengan wajah memerah menahan amarah namun ada sedikit kebahagiaan yang terpancar dari matanya yang menatap Acha masuk ke dalam kamar
"perasaan apa ini apa aku harus senang atau sebaliknya?"
"kemari"ucap kai singkat tanpa menatap Acha
dengan tarikan nafas panjang Acha melangkah menuju ke arah kai, dan duduk di sampingnya dengan wajah tenang namun jantung nya berdebar kencang seakan mau melompat dari tempat nya.
"a ada a apa t tuan"ucap Acha terbata karena firasat nya tidak baik tentang hari ini
__ADS_1
"apa maksudnya ini"tanya kai sambil melemparkan alat tes kehamilan tadi di pangkuan Acha
cetarrr bagai tersambar petir tubuh Acha lemas seketika saat melihat benda yang berusaha ia sembunyikan sekarang berada di pangkuan nya,"Tuhan tolong aku"batin Acha ketakutan takut kai akan melakukan yang aneh-aneh padanya juga bayi nya
"jangan pukul aku tuan"ucap Acha tertunduk lemas saat melihat kai yang mengangkat tangannya
"siapa yang akan memukulmu"sahut kai meneruskan tangannya memijat pelipisnya
entah apa alasannya sehingga kai tidak mengijinkan Acha untuk mengandung seorang bayi mungil, padahal setiap manusia yang menjalani rumah tangga pasti mempunyai mimpi untuk kelak menjadi orang tua.
setelah beberapa menit terdiam dalam ruangan itu akhirnya kai angkat bicara
"sabar Acha hanya tinggal setahun lagi"batin Acha meneteskan air mata sambil mengambil black card dari tangan kai
"jangan menangis aku tidak menyuruh mu untuk membuang bayi itu"ucap kai bersandar di sandaran sofa dengan kedua tangan dilipat di belakang
__ADS_1
"aku tidak perlu ini"ujar Acha menyerahkan kembali black card itu pada kai sambil menghapus air matanya
"ambil itu atau singkirkan bayi yang ada dalam kandungan mu"
lagi-lagi Acha bagaikan di sambar petir mendengar ucapan yang barusan dilontarkan oleh kai, betapa menyakitkannya itu bagi seorang ibu, Acha sudah pernah merasa kehilangan zaka meskipun itu hanya dua hari itupun hanya bersama dengan ars tidak pergi untuk selama-lamanya.
namun rasanya begitu hampa, jadi sekarang bagaimana pun caranya dia akan mempertahankan janinnya hingga lahir ke dunia ini dan demi mewujudkan impian zaka untuk mempunyai seorang adik.meskipun hanya sementara.
"b baik aku menerima nya"sahut Acha lirih menahan sekuat tenaga untuk tidak menangis agar tidak terlihat lemah dihadapan kai, sambil mengangkat kedua kakinya untuk berjalan kearah tempat tidur mengistirahatkan tubuh dan jiwa nya yang terguncang oleh perkataan kai.
diantara kata-kata yang dilontarkan kai bukan hanya hati Acha yang tersayat tapi juga ada hati dan perasaan yang bagaikan di tusuk oleh ribuan anak panah,"maafkan aku bukan maksudku untuk melukai perasaan mu aku mencintaimu"batin kai menatap Acha yang sudah tertidur lelap, sambil memberi ciuman di pipi nya yang masih terdapat bekas air mata yang mengering
hai maafkan aku tidak mengupdate kemarin-kemarin dan hari ini baru bisa ๐
karena tugas sekolah yang numpuk,juga jaringan yang kurang stabil
__ADS_1
hari ini ku usahakan sampai 2 part di up tapi gak janji
...sampai jumpa lagi ๐๏ธ...