
pagi yang mendung dengan sedikit gerimis menyapa hari baru hari ini di negara x, di meja makan kini duduk para pria-pria tampan dan satu bidadari surga yang menemani mereka yang sedang sarapan pagi,sambil menatap hangat pria-pria tercinta nya dan tersenyum menatap mereka.entah Kenapa Tuhan sangat baik padanya, walaupun di awal memang terasa pahit.
"kami berangkat"pamit zaka,Zaki dan zeka melambaikan tangan mereka ke arah kai dan Acha, kemudian mereka membalas dengan lambaian tangan juga.
"apa kau tidak berangkat kerja?"tanya Acha karena biasanya kai juga akan berangkat saat anak-anak mereka berangkat sekolah
"tidak sayang,hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama mu sudah lama kita tidak berduaan"sahut kai sambil mencium istri tercinta nya itu
"lalu?"Acha melepaskan rangkulan kai darinya,sebab dirinya tau artinya kata berduaan yang di maksud oleh kai
"laluuuuu..kita ke kamar"ucap kai berbalik badan,dan menggendong tubuh Acha kemudian sambil berlari kecil membawanya menuju kamar.
"lepaskan..."Acha berusaha melepaskan diri dari kai dengan cara memukul-mukul dada kekar kai namun semua itu tidak mungkin berhasil
"tidak mungkin"sahut kai tersenyum penuh kemenangan
"oh ayolah sayang ini masih sangat pagi"ucap Acha terus mencari alasan agar tidak menjadi santapan lezat kai
"hemm"hanya itu yang di keluar dari mulut kai,dan peperangan pun tak bisa di hindari lagi.
aiss benar-benar tuan azel kaizaro Wiliam yang tidak manusiawi
...**********...
"zeka tunggu sebentar!"teriak seorang gadis mengejar zeka yang cepat-cepat melarikan diri dari kejaran gadis yang lumayan cantik itu tidak lebih tepatnya dia sangat imut
"apa!"akhirnya zeka berhenti setelah sekian lama terus berusaha menghindari gadis yang terus menerus mengejar nya,dan membentak keras gadis imut itu
bruuukkkk suara tabrakan gadis itu menabrak tubuh zeka yang tiba-tiba berhenti terdengar cukup keras
"auhh"rintih gadis yang menabrak dada zeka yang tinggi nya sekitar 170 cm sedangkan tinggi gadis itu sekitar dada zeka saja.
"apa kau tidak punya mata!"bentak zeka lagi,gadis yang tadinya menunduk kini semakin menunduk karena takut dengan suara besar zeka yang membentaknya,untung saja di tempat ini tidak banyak orang yang berlalu lalang, mungkin karena jalan ini jalan menuju WC murid jadi tidak ada yang melihat mereka saat ini.
__ADS_1
zeka sempat berpikir apakah dirinya akan senasib dengan kakaknya zaka yang di kejar-kejar oleh gadis-gadis, sungguh hal yang paling tidak berfaedah sama sekali
"m maaf,a aku hanya ingin mengembalikan ini kau menjatuhkannya nya saat berjalan kemari"ucap gadis imut itu tanpa melihat wajah zeka setelah menyerahkan ponsel yang di jatuhkan oleh zeka tadi kepada pemiliknya dia langsung lari begitu saja.
"terima kasih.."gumam zeka menatap punggung gadis itu yang mulai hilang dari pandangannya.
"apa aku terlalu keras padanya"batin zeka melihat pantulan dirinya di cermin yang ada di hadapannya
"ahh nanti aku minta maaf"gumam zeka pergi meninggalkan kamar mandi itu tidak jadi masuk ke dalam kamar mandi, karena tujuannya kemari hanya untuk menghindari gadis imut itu
...*****...
"ahh kenapa kau sangat kasar menarik lengan ku kalau lecet bagaimana!?"ucap Anya dengan nada kesal karena sepanjang koridor zaka terus menarik tangannya dengan kasar tidak peduli dengan harga diri Anya sebagai seseorang wanita tercantik menurutnya,menurutnya saja bukan Menurut author.
"drama ini selesai!"ucap zaka menghempaskan tangan Anya dengan kasar
"drama apa?"sahut Anya pura-pura tidak tahu apa-apa, sembari menggosok gosok pergelangan tangannya yang terasa perih akibat di cengkram oleh zaka
"cih! status kekasih pura-pura berakhir di sini aku tidak mau lagi!"zaka langsung pada intinya dia sudah sangat muak dengan drama menjijikkan ini,model aktor Korea seperti nya mana mau sama jagung bakar jalanan
memang waktu itu mereka sepakat untuk menjadi sepasang kekasih tapi hanya pura-pura dan hanya sehari saja,untuk membuat asael cemburu dan menjauhi zaka,namun yang terjadi malah di luar dugaan setelah asael pergi malah zaka yang ketar ketir sendiri.
"apa kau pikir aku mau padamu?"cibir zaka menatap sini Anya
"kau pikir aku punya selera model seperti kau itu?"sahut Anya membalas cibiran zaka
"tunggu saja,aku pulang sekolah aku akan menembak kepala mu..ah tidak aku akan merobek mulutmu lebih dulu dan mencabik-cabik isi perut mu!"ucap zaka penuh penuh ancaman yang mengerikan dan begitu kejam, kemudian terlihat senyuman aneh di wajahnya.
dengan wajah pucat pasi Anya berkata"banyak gaya"sambil pergi meninggalkan zaka di tempatnya yang menatap aneh ke arah Anya
"kita liat"gumam zaka pergi juga dari tempat nya
...******...
__ADS_1
"kau dari mana?"tanya Zaki kepada zeka
"dari kamar kecil"sahut zeka duduk di sebelah Zaki
"bodoh kau melewatkan satu pelajaran"ucap zaki memukul kepala zeka yang ceroboh itu
"aduuhh... jangan bilang bilang papa"sahut zeka memohon tapi dia juga ingin membalas Zaki yang memukul kepalanya namun jika dia melakukan itu maka dirinya akan mendapatkan pukulan yang lebih menyegarkan dari kai.
"oke,tapi katakan kau dari mana sebenarnya?"Zaki terus bertanya karena penasaran apa yang di lakukan oleh zeka tidak biasanya dia keluar kelas apa lagi sampai melewatkan satu mata pelajaran.
"menghindari gadis"jawab zeka apa adanya
"huahahaha.. selamat selamat"ucap Zaki menjabat tangan zeka sambil menepuk-nepuk punggung kembaran nya itu.
...*********...
"kau dari mana maikhel?"tanya seorang wanita dewasa yang duduk di meja guru seakan tau siapa murid yang baru masuk itu kan bisa saja dia salah menyebut nama,sambil memperhatikan lembar demi lembar buku yang berada di atas meja di hadapannya
"a anu Bu saya dari rapat mendadak"sahut zaka memberi alasan yang terbaik agar tidak di hukum oleh Bu Maya guru bahasa Inggris di kelas zaka ternyata tebakan guru itu tidak salah.
"rapat apa?"tanya guru itu lagi menatap tajam zaka seakan ingin mengulitinya
"o OSIS Bu"sahut zaka lagi dengan wajah tegang takut ketahuan bohong
"OSIS?,lalu kenapa Yosua tidak ikut?"ucap Bu Maya semakin mempersulit zaka untuk menjawab pertanyaan nya
"a anu Bu.."
"anu anu kamu itu sudah kelas tiga mau ibu turunkan ke kelas dua?"ucap Bu Maya penuh tekanan yang membuat dada zaka terasa tertekan,malah banyak murid lagi yang menatapnya karena baru kali ini dia dimarahi seperti ini.
"tidak Bu"
"ya sudah duduk sana lain kali jangan di buat lagi"peringatan keras dari Bu Maya yang juga adalah wali kelas mereka.
__ADS_1
up lagi yaa sorry telat ❤️❤️❤️