
"cantik sekali" ucap ZAKA di dalam hatinya menatap lekat pantulan wajah ASAEL di cermin
"terpesona tuan?" suara ASAEL memecah fokus ZAKA yang sedari tadi tidak melepas sedikit pun tatapan nya pada pantulan wajah didepannya.
"hhmmpphhh terlalu berharap" sahut ZAKA tetap stay cool tanpa melepas pandangan nya dari ASAEL
"benarkah tuan?" ASAEL tersenyum meledek sambil menyelesaikan dandanan nya
"aku tidak memandang wajah jelek mu itu, tapi memperhatikan luka mu apakah tertutup dengan benar atau tidak!โ bantah ZAKA, memang manusia yang di penuhi oleh gengsi.
"saya ahli dalam hal nutup menutupi, dan ayo saya sudah siap untuk pergi" sahut ASAEL lembut sambil tersenyum manis, membuat ZAKA ingin ******* habis bibir yang menciptakan senyuman itu.
"persetan dengan hasrat ini" batin ZAKA melangkah keluar duluan dari kamar nya dan di susul oleh ASAEL yang berjalan anggun di belakangnya, gadis hebat dia sangat hebat menutupi segala rasa bencinya dan rasa terluka yang di alami nya.
"kita akan kemana tuan?" tanya ASAEL menatap jalanan yang ramai di lalui berbagai kendaraan.
"aku tidak suka gaya bicara mu yang formal itu" ZAKA menatap ASAEL tajam.
" oh... aku minta maaf sayang" balas ASAEL memeluk lengan kekar ZAKA hingga dua buah benda kenyal itu menempel pada lengan ZAKA.
__ADS_1
"oh Tuhan apakah aku harus melakukan nya?"batin ZAKA sekuat tenaga menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya, entah kenapa dengan nya sedikit sentuhan dari ASAEL mampu merangsang dirinya.
"lepas!" ucap ZAKA melepaskan tangan nya dari pelukan ASAEL
"maaf maaf" ASAEL tersenyum penuh arti sambil kembali menatap jalanan.
20 menit kemudian mobil mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah, sambil menatap rumah itu membuat mata ASAEL tidak bisa berbohong jika saat ini dia sangat merindukan suasana di rumah tersebut, terlebih kedua orang yang tinggal di dalamnya.
"anda membawa saya pulang?" tanya ASAEL tidak percaya karena pikiranya dia akan terus dikurung oleh ZAKA sampai waktu yang tidak di ketahui.
"ma maaf maksud ku, kau membawaku kembali pulang?" ASAEL mengulangi pertanyaan nya, setelah melihat tatapan mata ZAKA yang seakan ingin mencincangnya.
"aku tidak ingin siapa pun tau tentang masalah kita" tekan ZAKA, dan ASAEL pun hanya mengangguk menuruti perkataan ZAKA, dia tidak peduli lagi dengan apa yang di katakan oleh ZAKA atau rasa sakit yang dialami tubuh dan mentalnya saat ini, yang paling penting adalah saat ini dia sudah pulang ke rumah nya.
"masuk lah aku tidak bisa mengantar mu ke dalam, aku punya urusan yang lebih penting dari pada mengurus mu" lagi-lagi ZAKA mengeluarkan perkataan tanpa berpikir dahulu, sambil pergi meninggalkan ASAEL di sana yang terdiam menatap rumah tersebut, seakan dia sudah lama tidak melihat rumah itu.
dengan langkah pelan tapi pasti ASAEL melangkah masuk kerumahnya, sambil melepas semua perasaan sedih dan sakit yang dialami nya.
"ASAEL"seorang wanita menyebut nama ASAEL dengan lembut dan sangat, suara itu sangat dirindukan oleh ASAEL.
__ADS_1
"hai nak sudah pulang, bagaimana mana hari mu bersama tuan muda?" pertanyaan random SAM membuat ASAEL terdiam sejenak memikirkan jawaban yang pas untuk pertanyaan itu.
"dia pasti memperlakukan putri kita dengan sangat baik pah" ucap mama ASAEL penuh senyuman hangat ๐
"hahaha benar sekali apa yang di katakan oleh mama tercinta ku ini" sahut ASAEL berlari kecil memeluk kedua orang tercinta nya itu yang tengah duduk santai sambil ngopi di ruang keluarga milik mereka.
"eh kenapa kamu Menangis?" tanya SARAH khawatir jikalau ada sesuatu yang ditutupi oleh ASAEL dari mereka
"kenapa.. kenapa baru beberapa hari saja meninggalkan kalian aku sudah sangat rindu begini" ucap ASAEL sambil memeluk keduanya dengan erat menghilangkan semua rasa khawatir SARAH terhadap nya.
"bagaimana mana jika kau menikah dengan tuan muda nanti, kau akan pergi jauh dan tidak akan kembali lagi pada kami" ucap SAM
"Amit-amit mau menikah dengan monster darat itu" batin ASAEL membayangkan nya saja sudah membuat bulu-bulu nya merinding apa lagi jika hal itu terjadi.
"aku tidak akan menikah dengan siapa pun"sahut ASAEL berlari menuju kamarnya meninggalkan kedua orang itu yang tertawa melihat tingkah putri mereka itu.
" lebih baik aku tidur " ucap ASAEL membaringkannya tubuhnya di ranjang kesayangannya.
sorry ๐๐ฅ
__ADS_1