Pengasuh Untuk Anak Angkat Ku

Pengasuh Untuk Anak Angkat Ku
part 78


__ADS_3

hari yang begitu cerah, langit biru awan putih matahari pagi sungguh keindahan alam yang luar biasa.


"hati-hati"ucap Acha melambaikan tangannya membalas lambaian tangan Zaki dan zeka dari dalam mobil


setelah mengurus anak-anak nya sekarang mengurus bayi besarnya lagi,ya siapa lagi kalau bukan kai walau sudah berumur tapi tingkah nya seperti anak kecil.


"sayang ayo nanti terlambat"ucap Acha, yang kesana-kemari entah mencari apa.


"apa masalah nya aku adalah bos, bos bisa datang kapan saja"sahut kai sambil duduk di meja makan


"tetap saja tidak boleh begitu apa kau mau jika karyawan mu mengikuti kebiasaan bos nya?"ucap Acha tak mau kalah,sambil menyajikan makanan di piring milik kai


"ayo makanlah"sambung Acha lagi


"yah baik lah....."


...*********************...


"hei bung"sapa Yosua sambil meraih pundak zaka


"wajah mu kenapa kusut begitu?"tanya Wily penasaran


"aku lapar"balas zaka mencari alasan,sambil berbelok menuju arah kantin


"ada apa dengan nya apa kalian tau?"tanya Yosua kepada Zaki dan zeka yang juga ada di sana karena kebetulan lorong kelas mereka sama dengan lorong kelas zaka.


"asa.."


"entahlah"ucap Zaki menutup mulut adiknya zeka sebelum menyelesaikan ucapannya,sambil menarik kerah bajunya menjauh dari kedua orang itu


"dasar adik dan kakak sama saja"ucap Yosua kesal bisa bisanya dia di cuekin seperti itu


"sudahlah nanti kita tanya zaka Langsung"ucap wily menenangkan Yosua yang sedang kesal


setelah itu keduanya juga menyusul zaka ke kantin, mungkin sekarang makanan zaka sudah habis duluan karena kelamaan menunggu dua orang sahabat nya itu.


"di mana dia?"ucap wily mengedarkan pandangannya mencari di mana posisi zaka


"tidak tau"sahut Yosua sama bingungnya dengan Wily


sekarang kedua manusia tampan itu menjadi pusat perhatian murid yang berada di dalam Kantin tersebut terutama para kaum hawa, bagaimana tidak jadi pusat perhatian di dalam Kantin itu mereka seperti seorang mafia yang sedang mencari sandera nya,mata tajam mereka menelisik setiap sudut kantin itu.

__ADS_1


"hah...anak itu cepat sekali menghilang"sambung Yosua membuang kasar nafasnya


"kita tunggu di kelas saja mungkin dia akan muncul di sana"ucap wily berbalik pergi menuju kelas mereka di susul Yosua di belakang nya


saat sampai di kelas mereka berdua melihat zaka yang sedang duduk santai sambil membaca buku yang berada di tangan nya.


"kami mencari mu di kantin tapi tidak ketemu ternyata kau di sini rupanya"ucap Yosua kesal


"cerewet"balas zaka sinis karena memang sahabatnya yang satu ini mulutnya seperti mulut wanita tidak pernah berhenti mengeluarkan kata-kata


"benar, kupingku saja tidak sanggup lagi mendengar ocehan tidak jelas dari mulutnya itu"ucap wily membenarkan ucapan zaka


"huh..."Yosua membuang kasar nafasnya, hari ini harinya begitu tidak mengenakan sekali


"zaka"panggil Wily sambil memberi kode dengan mengerahkan pandangan nya ke satu sisi


"apa?"sahut zaka melihat ke arah Wily melemparkan pandangannya


bak bidadari turun dari langit,asael tak hanya di pandangi oleh zaka dan kedua sahabatnya tapi juga di pandangi oleh teman-teman sekelasnya, terutama para lelaki buaya darat.


"ini blazer mu sudah ku cuci sampai bersih,maaf hari ini aku baru mengembalikannya"ucap asael setelah menghampiri zaka


"kalau begitu aku pergi dulu"pamit asael dengan berat hati sambil melangkah keluar,zaka bahkan tidak peduli dengan kehadiran nya di sana.


"asael"panggil Wily sebelum asael benar-benar menghilang dari pandangan mereka


mendengar namanya di panggil sontak membuat asael berbalik badan


"terima kasih atas nama zaka"


"sama-sama"balas asael tersenyum kecut,dan kembali melanjutkan langkahnya.


kelas yang tadinya hening sejenak,kini kembali riuh dengan suara gelak tawa dan ada sedikit perkataan yang menusuk Telinga zaka,apa lagi kalau bukan tentang sifat dinginnya pada asael,namun zaka tetap berusaha mengabaikan ocehan ocehan tidak penting itu.


"selamat pagi anak-anak,maaf ibu telat masuk soalnya tadi ada rapat mendadak"sapa ibu Wina guru matematika, yang mendapat julukan sebagai guru anti badai karena walaupun di luar sedang hujan badai tapi Bu Wina tetap datang dan mengisi mata pelajarannya.


"pagi Bu"sahut semua murid lemah tak berdaya, harapan indah yang di bayangkan mereka untuk tidak belajar matematika hari ini sirna sudah, walaupun waktu sudah mepet tetap saja ibu anti badai itu masuk mengajar.


"perhatikan"ucap Bu Wina Tanpa basa-basi sambil terus menjelaskan di papan tulis tentang materi nya.


...**...

__ADS_1


"bruukk"suara pintu yang di buka paksa dengan cara di dobrak


"Anya"ucap asael lantang karena saking terkejutnya, bagaimana tidak tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kamar mandi sebrutal itu, sedangkan di dalam masih ada orang sangat tidak punya sopan santun.


"upss maaf"balas Anya menutup mulutnya seperti orang tidak punya salah


"permisi aku mau lewat"ucap asael berusaha menghindari Anya


"kenapa terburu-buru Hem"


"aku mau masuk ke kelas"ucap asael lagi menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang memicu terjadinya pertengkaran


"silahkan"balas Anya sambil memberi jalan kepada asael


"tapi ingat, jangan terlalu berharap jika kau akan menjadi wanita pilih zaka"sambung Anya lagi, yang membuat hati asael Semakin panas.


Anya bukan orang biasa latar belakangnya terlahir dari keluarga bangsawan,Anya juga adalah kakak kelas asael, semenjak masuk ke sekolah ini asael sering di ganggu oleh nya apa lagi saat Anya tau jika asael menyimpan rasa terhadap zaka, itulah yang membuat Anya semakin ingin mengganggu asael.


"terserah padaku"ucap asael berlalu pergi meninggalkan Anya


"bocah sialan"ucap Anya geram, yang melihat tingkah asael yang tidak ada takutnya pada dirinya


...**************...


"bagaimana semuanya sudah beres?"tanya kai kepada Sam tentang keberangkatan mereka besok


"sudah semuanya,besok tinggal mengambil surat pindah asael di sekolahnya"sahut Sam tersenyum tipis


"jika sudah di sana jangan lupakan kami"ucap kai bercanda


"ha-ha-ha itu sangat tidak mungkin terjadi"balas Sam tertawa renyah


"bagaimana dengan anggota?"tanya Sam khawatir karena sekarang tinggal kai sendiri yang akan menangani anggota sebanyak itu


"tentang itu kau tenang saja,aku sudah mengajari dasarnya pada zaka mungkin satu atau dua Minggu kedepannya aku akan membawa nya ke markas besar untuk memperkenalkan dirinya"sahut kai yang membuat pikiran Sam kembali tenang


"hah aku benar-benar tidak menyangka kita akan berpisah seperti ini"ucap Sam menghela nafasnya


"sudahlah tidak apa-apa"balas kai menepuk pelan pundak Sam.


🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2