
keesokan harinya
"a aku pamit"ucap asael tiba-tibamendekap tubuh zaka erat-erat, entah keberanian dari mana yang dia dapat kan sampai berani memeluk tubuh zaka di depan banyak murid di sekolah.
"a apa yang kau lakukan lepaskan"sahut zaka melepaskan diri dari dekapan asael,dan mendorong asael hingga menjauh dari dirinya
"apa-apaan ini beraninya kau memeluk kekasih ku!"wajah Anya terlihat kesal saat asael tiba-tiba memeluk tubuh zaka
"a apa?"sahut asael hampir menangis mendengar perkataan Anya yang mengatakan bahwa zaka adalah kekasih nya,itu berarti sekarang dia benar benar harus melepaskan zaka dengan orang yang dicintainya.
"Anya adalah kekasih ku, sekarang kau pergilah orang tua mu sudah menunggu dan satu lagi lupa kan aku"ucap zaka acuh tak acuh dia tidak menyadari bahwa dirinya secara tak sengaja menghancurkan hati asael yang begitu mengharapkan dirinya akan menjadi wanitanya seorang tuan muda zaka.
sekilas terlihat senyuman kekecewaan muncul di sudut bibir asael, sambil melangkahkan kakinya berbalik badan meninggalkan zaka yang berdiri tegak seperti tiang listrik
"bodoh apa yang kupikirkan"batin zaka berbalik pergi juga dari tempat nya bertemu dengan asael semula, tanpa mempedulikan Anya
"hah dia menyia-nyiakan berlian berharga itu dan malah memilih batu sandungan itu"ucap Yosua yang kata-kata nya di benarkan oleh Wily yang juga melihat kejadian di depan umum itu
"gadis cantik tapi bodoh"
"dia sebenarnya tau apa tidak kalau zaka tidak menyukainya?"
"lebih baik sama aku aja kasian asael"
"bodoh kau juga seorang gadis"
terdengar bisik-bisik dari murid-murid yang bubar melewati Yosua dan Wily yang berdiri di depan pintu kelas sambil bersandar di sana
"asael.."teriak Wily melambaikan tangan nya yang juga diikuti oleh Yosua sebagai tanda perpisahan, entah kapan mereka akan bertemu lagi dengan gadis cantik itu.
"maaf atas nama cinta"teriak Yosua membuat bentuk cinta menggunakan jarinya
"maksudnya atas nama zaka.."teriak Wily sambil menggeplak kepala Yosua yang masih saja bercanda, sudah tau orang sedang dalam keadaan sedih.
dari kejauhan tampak asael mengangguk kan kepalanya sambil menunjukkan senyuman manis yang membuat hati para kaum ada akan terpesona melihat nya, walaupun rasa kesedihan juga tak dapat di sembunyikan dari raut wajahnya.
"sudah jangan dipikirkan lagi nona,tuan muda zaka memang seperti itu orangnya lihat saja nanti dia yang akan mengejar-ngejar nona,saya bisa jamin". ucap supir menenangkan pikiran asael
__ADS_1
"tidak pak saya akan melupakan dia"senyuman kecut terpancar dari wajah cantik asael
"anak yang malang, andai saja aku masih seumuran dengan mereka aku yang akan menjadi kekasih asael"ucap pak kepala sekolah sambil duduk kembali di tempat duduknya setelah menyaksikan drama itu
"maka kita akan bersaing pak"sahut pak Suparman guru penjas yang masih lajang, yang selalu menggoda asael ketika sedang jam pelajarannya.
para guru yang melihat tingkah kepala sekolah dan pak Suparman itu hanya geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum.
...*********...
"sayang jangan cemberut terus nanti ketampanan mu bisa pudar"goda Anya menggunakan jurus genit nya yang menjijikkan itu.
"aku tidak cemberut"sahut zaka memperlihatkan senyum khasnya,sambil menatap Anya dengan tatapan mendalam.
"a apa yang kau lihat?"Anya merasa aneh dengan tingkah zaka yang menatapnya seperti akan memangsa dirinya saja.
"tidak"sahut zaka semakin mendekat kan wajahnya ke wajah cantik Anya,(tapi lebih cantik lagi asaelll UPS..🤭)
"eekkheem.. zaka kau bajingan sekali apa kalian kira dunia ini milik kalian berdua?"tegur askiel yang juga sahabat zaka namun mereka jarang bersama karena askiel adalah seorang ketua basket di sekolahnya jadi waktunya hampir semua di salurkan untuk berlatih bersama timnya.
"kenapa kau menegurnya padahal tadi pemandangan yang indah"bisik garsia di telinga askiel
"maaf aku hilang kendali,aku juga tidak tau jika di kelas ini ada manusia-manusia jomblo"zaka meminta maaf, sekalian mencibir teman-teman yang menggangu aktifitas nya, kemudian berlalu pergi sendiri.
"heh apa kau senang sekarang asael pergi hah?"ucap seorang gadis menghampiri Anya dengan wajah marah setelah zaka pergi
"tentu, sekarang aku akan melanjutkan rencana ku,toh asael pergi dengan sendirinya"sahut Anya dengan senyuman liciknya
"apa kau pikir kau itu cantik?"cibir askiel tidak suka dengan gaya Anya yang sok cantik itu
bayangkan saja rambutnya yang panjang tergerai seperti tidak di sisir dan suka sekali berdandan dengan riasan wajah menor,zaka memang sudah buta memilih pasangan entah kapan mereka jadian author saja tidak tau kapan.
"bilang saja kalau kau memang cemburu pada zaka karena dia yang mendapatkan wanita cantik seperti ku ini"sahut Anya berlagak sok cantik mengibas kan rambutnya sambil berlalu pergi menuju kelasnya.
mendengar ucapan terkutuk Anya itu membuat askiel ingin menjambak rambut anya, untung saja dia jijik melihat menampilkan rambut kuntilanak itu.
dibawah pohon besar yang menaungi sebuah tempat duduk yang di duduki oleh seorang lelaki yang melamun memikirkan entah sesuatu apa itu namun wajahnya sangat datar menatap lurus ke depan sesekali berkedip.
__ADS_1
"sial"kata-kata mutiara itu yang tiba-tiba keluar dari mulut zaka entah apa yang membuatnya kesal
"asael, kenapa aku melihat Anya itu adalah asael?"
"hahh aku sudah tidak waras,aku tidak menyukai anak kecil itu"
oh ternyata saat zaka dan Anya hampir saling mematuk itu zaka membayangkan bayang-bayang bibir merah alami asael waktu malam itu yang terbawa-bawa sampai sekarang.
"hei menurut mu kakak kenapa?"tanya Zaki kepada zeka
"mungkin dia menyesal karena mengabaikan asael tadi"sahut zeka menerka-nerka apa yang terjadi
"mungkin,ayo masuk biarkan saja dia menangis sepuasnya"ucap Zaki mengejek zaka kakaknya dari kejauhan.
"apa kau menyesali nya sekarang?"tiba-tiba Wily dan Yosua muncul di hadapan zaka yang tengah duduk melamun, mungkin karena terlalu asyik melamun jadi dia tidak sadar Wily dan Yosua datang.
"tidak"
"cih bohong"
...**************...
di bandara internasional kai dan Acha bergantian memeluk erat tubuh Sam,sarah, serta asael yang sebentar lagi akan berpisah dengan mereka untuk beberapa waktu yang lama kedepannya.
"hati-hati"
"kami pasti akan merindukan kalian semua"
sungguh perpisahan yang penuh dengan air mata.
sebelum benar-benar pergi asael berbalik arah berlari memeluk erat tubuh kai dan Acha yang sudah dia anggap sebagai orang tua keduanya.
"jaga kesehatan kalian aku akan kembali nanti"ucap asael menitihkan air mata
"anakku,kami menunggumu kembali"sahut Acha mencium pipi mulus asael
"anak nakal pergilah pesawat nya akan berangkat"ucap kai tidak mau berlama-lama melihat wajah asael cepat atau lambat pasti dia juga akan menitihkan air mata.
__ADS_1
tinggal lambaian tangan yang terlihat, karena kata-kata sudah tidak terucap lagi.
maaf sekali ya beberapa waktu yang lalu belum bisa up karena author lagi sibuk belajar untuk ujian semester,dan ujiannya juga🙏