
sinar matahari pagi yang menerobos masuk kedalam kamar mengenai wajah gadis cantik yang masih terlelap dalam tidurnya
"hoam sudah pergi rupanya"gumam Acha sambil mengucek matanya yang baru bangun itu
"aku akan mandi sebentar sebelum pergi ke kampus"
beberapa menit kemudian Acha sudah rapi dan bergegas keluar menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk dirinya, karena di rumah itu Acha hanya tinggal sendiri.
"aaaaaaa kau siapa kenapa kau ada didalam rumah ku bagaimana cara masuk"teriak Acha kaget bukan main saat melihat Sam ya duduk manis di sofa ruang tamu rumah satu lantai itu sambil menyesap kopi
rumahnya tempat tinggal Acha
"tidak usah berteriak seperti itu gampang saja untuk saya masuk ke dalam rumah ini"
"cepatlah habiskan makanan mu setelah itu kita akan pergi"ujar Sam dingin, menunjuk meja makan yang sudah full dengan makanan
"pergi kemana apa maksudmu"
"kerumah tuan muda kai"jawab Sam singkat padat dan jelas
"apa dia Sam yang di katakan tuan kai kemarin ternyata dia tampan ku kira pria tua dengan kumis tebalnya"batin Acha senyum-senyum sendiri
"aku tidak sejelek yang ada di pikiran mu itu nona"ucap Sam seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Acha tanpa melepas pandangan nya dari layar ponsel yang ada di tangannya
"apa kenapa dia bisa membaca pikiran ku"batin Acha menatap ngeri pada Sam
__ADS_1
"tidak perlu menatap ku seperti itu nona"
karena kepergok menatapnya Acha memasukkan banyak-banyak makanan ke dalam mulutnya hingga membuatnya tersedak.
"uuhuuk uuhuuk air air"
Sam yang semula tidak peduli dan melanjutkan aktivitas nya, dengan terpaksa harus berdiri mengambilkan Acha air
"apa yang mengejar mu saat makan kurasa tidak ada mahluk lain di rumah ini"ucap Sam sambil memberi Acha air
setelah adegan batuk-batuk itu Sam dan Acha berangkat meninggalkan rumahnya, menuju rumah tempat tinggal kai
"tuan bagaimana dengan Cafe dan kuliah ku"Acha memberanikan diri bertanya
"semuanya sudah di urus duduk manis dan jangan banyak bertanya"balas Sam datar
"huh ganteng-ganteng kok dingin"dengus Acha
"wah ini rumah atau istana besar sekali"gumam Acha terkagum-kagum dengan rumah bergaya Eropa klasik itu
rumah utama keluarga Wiliam, atau tempat tinggal kai saat ini
"silahkan masuk nona tuan muda sudah menunggu di atas"ucap Sam yang menyadarkan Acha dari lamunannya
"dimana jalannya"sahut Acha celingukan kesana kemari
__ADS_1
"itu di sana naiklah lift itu"ucap Sam menunjuk sebuah lift yang langsung terhubung dengan lantai dimana kamar kai
"apa kau tidak ikut dengan ku"tanya Acha yang melihat Sam yang berlalu pergi
"tidak"jawab Sam memberhentikan langkahnya sebentar dan melanjutkan nya lagi
"dingin sekali dia"gumam Acha kesal
Ting bunyi lift tanda sudah sampai ditujuan
"yang mana kamarnya"gumam Acha bingung karena melihat dua pintu yang saling berhadapan
"apa aku coba ketuk satu-satu oke aku ketuk yang ini dulu"ucap Acha memantapkan diri mengetuk pintu sebelah kanan nya
tok tok tok "apa ada orang di dalam"teriak Acha dari luar kamar
tiba-tiba saja pintu terbuka dengan kasar dan muncullah kai dari balik pintu itu
"hei kenapa kau berteriak keras kenapa kau tidak langsung masuk bagaimana kalau dia bangun lagi"ujar kai menarik tangan Acha masuk kedalam kamar dan menunjuk ke arah box bayi zaka
"m maafkan saya tuan saya tidak tahu"sahut Acha takut takut
"duduk dan baca ini lalu tanda tangan"ucap kai sambil melempar map coklat berisikan syarat yang harus disetujui oleh Acha di atas meja depan Acha duduk.
hai pagi ini segini dulu ya nanti saya up lagi sambungnya
__ADS_1
semoga kalian suka ya 😊
...see you next part 🖐️🖐️...