
hari ini tepat di mana warisan yang sudah sejak beberapa tahun lalu yang lalu, yang di titipkan oleh Axel James Wiliam ayah kai dan ars sebelum pergi meninggalkan dunia bersama istrinya tercinta,kepada pengacara kepercayaan mereka akan di bacakan, karena sudah tiba waktunya.
*********
tok tok tok
terdengar dari luar suara orang mengetuk pintu yang tak lain adalah kai
"ars apa kau sudah siap, pengacara sudah menunggu kita di bawah"kata kai sambil mengetuk pintu
"aku sudah siap"sahut ars yang muncul dari balik pintu
dan keluarlah seorang anak yang tampan nya kelewatan ðŸ¤
"ayo kak"ajak ars sambil berjalan dibelakang mengikuti kai yang berjalan duluan
di ruang tamu
"selamat pagi tuan kai,tuan ars"sapa Hendri pengacara yang akan membaca wasiat hari ini
"selamat pagi pak"jawab ars dan kai gugup
__ADS_1
"baiklah supaya tidak mengulur waktu saya akan memulainya"kata pengacara tersebut kepada kai dan ars, sambil melihat ke arah mereka, yang hanya mengangguk tanda setuju
kemudian pengacara itu mulai membuka lembar demi lembar kertas itu sambil membaca isi dari wasiat terakhir yang dititipkan oleh almarhum kedua orangtuanya dihadapan mereka berdua, hingga lembar terakhir dibacakannya dan merogoh kantong jasnya kemudian mengeluarkan dua buah black card yang tidak bisa dihitung berapa nominal Rp nya
"silahkan di ambil tuan tuan muda" sambil memberikan kartu tersebut kepada kai dan ars
"oh aku juga dapat?"ucap ars terkejut dia pikir dia tidak akan mendapatkan apapun karena dirinya hanya seorang anak angkat saja,namun perkiraan salah besar
"tentu tuan muda"jawab Hendri tersenyum lebar
"kita lanjutkan lagi"ucap pengacara itu lagi mengejutkan keduanya,sambil membuka lembaran kertas yang baru saja di berikan oleh asisten nya
"ku kira itu yang terakhir"batin kai dengan ujung bibir yang berkedut
saat pengacara akan pulang ars menahan Hendri pengacara itu
"tunggu"kata ars tiba-tiba
"ada apa tuan"tanya Hendri penasaran,dan kai hanya melihat nya dengan tatapan bertanya, bukan nya tadi sudah jelas bahwa semua harta warisan sudah di serahkan sepenuhnya kepada mereka masing-masing menurut jumlahnya, apakah ars tidak terima jika miliknya terlalu sedikit atau?? berbagai pertanyaan muncul di kepala pengacara itu tapi menurut nya tiga puluh persen bukan jumlah yang sedikit.
"ah kakak bukannya itu terlalu banyak untukku,aku tidak mau harta sebanyak itu"ucap ars sambil berganti menatap kai dan Hendri,Kai yang mendengar ucapan itu langsung terkejut dan balik bertanya
__ADS_1
"kenapa kau tidak menerima"tanya kai singkat
"itu sudah keputusan yang papa buat jangan di bantah"sambung kai lagi
sedangkan Hendri pengacara itu,kaget setengah mati mendengar ucapan ars, bukannya bagus memiliki banyak harta dan hidup dalam kemewahan, pikir Hendri
"tapi kakak aku tetap menolak,lagi pula aku ini hanya seorang anak angkat aku tidak layak menerima apapun dari kalian aku sudah cukup merepotkan kalian dengan tinggal di rumah ini"ucap ars tetap menolak sambil menatap wajah kai
"apa yang kau katakan ars,kau adalah adikku kau juga adalah anak dari mama dan papa kami semua menyayangi mu"sahut kai dengan lembut sambil memegang kedua pundak ars
mendengar apa yang diucapkan oleh kai membuat hati Ars luluh dia pikir setelah pembacaan surat wasiat itu dia akan diusir dari rumah itu ternyata dugaan nya salah
"terima kasih kakak"ucap Ars memeluk erat tubuh kai sambil menangis terharu
"baiklah kalau begitu apakah kau masih menolak lagi"tanya kai tersenyum sambil mencubit gemas kedua pipi ars,sambil mengusap air matanya Ars menggeleng kan kepalanya
"anda boleh pergi sekarang tuan"ucap kai kepada Hendri yang dari tadi menyaksikan drama antara kedua kakak beradik itu yang cukup dramatis
butuh saran tulis di kolom komentar ya
maaf banyak typo bertebaran karena ini cerita pertama ku
__ADS_1
jangan lupa like jempolnya, untuk ninggalin jejak 😄