
mentari pagi dengan sinarnya yang masuk melalui jendela yang terbuka membiarkan seberkas sinar masuk menghangatkan tubuh seorang lelaki tampan yang terbaring tak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya namun ada sebuah selimut tebal yang menutupi bagian bawahnya dan tubuh bagian atasnya di biarkan begitu saja terbuka dan di sentuh oleh cahaya matahari pagi.
tatapan mata yang begitu lembut pun tertuju pada pria itu walaupun sudah tidak muda lagi namun ketampanan itu seakan tidak pernah pudar.
"aku tidak pernah menyangka kalau akhirnya aku akan sebahagia ini"batin Acha tak melepaskan pandangan matanya dari sang suami dengan sebuah senyuman simpul yang terukir di wajahnya yang cantik walau sudah tidak muda lagi, seperti nya sepasang suami istri ini menolak tua.
"sayang"panggil kai dari ranjangnya sambil mengedarkan pandangan mencari cari keberadaan Acha,tak lama kemudian pandangan terpaku pada seorang wanita yang tengah duduk di kursi dengan meja dan secangkir teh hangat di hadapannya, terlebih lagi wanita itu juga sedang memandang nya dengan tatapan manis
dengan senyuman manis mengembang di bibirnya kai bangun dan melangkah menuju ke tempat istrinya berada
"kenapa tidak bangunkan aku Hem?"suara parau khas orang baru bangun tidur terdengar di telinga Acha
"aku akan mengatakan nya nanti, sekarang kau mandi dulu"ucap Acha sambil menutup matanya rapat-rapat, kenapa begitu karena sang suami sekarang berada tepat di samping nya berdiri tanpa menggunakan busana
"oh ayolah sayang buka saja matamu bukannya kau sudah melihatnya juga bahkan merasakan nya hemm"sahut kai sambil terus menggoda istri kecilnya itu
"tetap saja pergilah mandi sana,aku akan menunggumu di bawah bersama anak-anak"ucap Acha mendorong tubuh besar kai menuju kamar mandi jika tidak begitu mungkin kai tidak akan pernah mandi dan terus menggoda Acha
"terimakasih atas semalam aku sangat bahagia untuk sekian kalinya"ucap kai menahan tangan Acha saat Acha ingin menutup pintu kamar mandi itu
"terima kasih kembali"sahut Acha ingin cepat-cepat pergi dari sana
"tunggu" ucap kai lagi, yang membuat Acha menoleh ke arahnya, yang dilihat Acha adalah kai yang memonyongkan bibirnya memberikan isyarat jika ingin di cium
mau tidak mau Acha harus melakukannya meski ada sedikit rona merah di wajah namun dengan sekuat tenaga Acha menahan diri agar tidak canggung
secepat kilat Acha melayang kan ciuman nya dan bergegas pergi meninggalkan kai yang gemas melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu meski telah melakukannya hampir setiap hari
...*************...
"sayang apa kita sungguh akan pindah?" ucap Sarah bertanya memastikan apakah benar yang dikatakan oleh Sam kemarin malam
"aku sudah memikirkan matang-matang"sahut Sam mengelus rambut Sarah sembari mencium keningnya
"aku berangkat"pamit Sam kepada Sarah yang masih diam di tempatnya
"ini masih pagi sekali kenapa cepat sekali ke kantor?"ucap Sarah bingung karena tidak biasanya Sam berangkat pagi-pagi sekali seperti ini
__ADS_1
"aku ada urusan penting jadi harus berangkat lebih awal"sahut Sam sambil masuk ke dalam mobilnya, Sarah pun mengangguk tanda mengerti
"baiklah jika ini keputusan nya"batin Sarah menghela nafas dalam-dalam, sambil berjalan menuju ke kamar asael untuk mengecek apakah anak semata wayangnya itu sudah bangun atau belum
"wah anak Mama sudah rapi"ucap Sarah kagum sekaligus tidak percaya jika anaknya akan tumbuh secepat ini
"iya dong mah"sahut asael sambil tersenyum riang
"ayo kita sarapan"ajak Sarah setelah putri nya itu benar-benar siap
...***************...
"kami berangkat dulu"pamit zaka zeka dan Zaki bersiap untuk berangkat ke sekolah
"baik hati-hati"sahut Acha melambaikan tangannya
30 menit kemudian
seperti biasanya mereka bertiga sampai tepat waktu sepuluh menit sebelum masuk kelas
hari yang ditunggu-tunggu setelah libur akhirnya sekolah kembali,yah bagi sebagian orang libur adalah hal yang paling ditunggu bahkan orang-orang ingin agar libur diperpanjang sampai mereka benar-benar siap untuk melakukan aktivitas kembali.
beberapa menit kemudian bel berbunyi nyaring seluruh murid berkumpul berjajar rapi di halaman sekolah itu, kecuali zaka yang menjalankan kewajiban sebagai seorang ketua OSIS bersama sahabatnya Yosua mereka di tugaskan untuk mengontrol setiap ruangan kelas yang akan di gunakan untuk proses pembelajaran mengecek setiap sudut ruang apakah ada yang kurang atau tidak layak.
"ka aku ke toilet sebentar"ucap Yosua dengan cengar-cengir memperlihatkan senyum manis nya itu,tapi di mata zaka senyum itu sangat kecut sekali
"pergilah sana sekalian cek di bagian kantin mungkin ada murid yang bandel lagi"sahut zaka melanjutkan langkahnya menuju ruang selanjutnya
seperti sekolah pada umumnya ada saja murid yang bandel tidak mau ikut apel pagi dan memilih bersembunyi di kantin atau tempat tidak terduga lainnya
saat hendak masuk keruangan selanjutnya mata elang zaka menatap tajam ke arah seorang gadis yang tertidur pulas di mejanya, berani sekali Gadis itu.
"hei bangun"ucap zaka memukul meja sedikit keras agar gadis itu terjaga dari tidurnya
"bukannya sudah aku katakan tadi perutku sakit"sahut gadis itu tak kalah ngegas sambil mengangkat kepalanya
"owh menarik sekali kapan kau mengatakannya?"ucap zaka menatap tajam gadis yang sudah berani membentak nya
__ADS_1
"t tadi aku mengatakannya pada teman-teman ku"ucap asael huh kalau dirinya tau zaka akan datang dia mungkin akan berpenampilan cantik, tapi sekarang apalah daya baju tidak karuan rambut kuncir kuda tidak rapi pula ini masih pagi tapi penampilannya tampak seperti orang baru bangun tidur tapi masih kelihatan sangat cantik
"tadi ya mari biar aku antar ke UKS"ucap zaka smirik menarik kasar tangan asael
"tidak, bajingan"ucap asael tak terkontrol sambil menarik kembali tangannya beberapa hari ini emosi asael naik turun tanpa sebab
"apa maksudmu mengatai ku bajingan hah,aku bermaksud baik mengantar mu ke UKS tapi ini balasan mu?"sahut zaka naik pitam jika bukan asael adalah wanita mungkin zaka akan menampar hingga pingsan
"maaf aku tidak sengaja mengatakan nya"ucap asael tertunduk takut pada zaka
"kau pikir aku percaya begitu saja?"sahut zaka makin emosi setelah mengatakan nya bajingan lalu dia berkata tidak sengaja apa-apaan ini
"mari biar aku membawa mu ke UKS"paksa zaka menarik tangan asael lagi untuk membuktikan apakah gadis ini benar-benar sakit atau hanya akal-akalan nya saja supaya tidak ikut berbaris
dengan terpaksa asael berdiri dari duduknya namun tidak mengikuti langkah zaka yang akan membawa nya ke UKS
"kenapa berhenti"ucap zaka menatap tajam
melihat asael yang tertunduk takut Itu tanpa merespon pertanyaan nya membuat hati zaka semakin panas berani sekali Gadis ini
namun matanya tiba-tiba membelalak ketika melihat tempat duduk dan rok putih asael menempel cairan berwarna merah seperti darah.
"A apa itu,apa itu darah"pertanyaan muncul dari mulut zaka sambil melonggarkan cengkraman tangannya dari lengan asael
"a aku tiba-tiba datang bulan"sahut asael semakin tertunduk takut campur malu sebagai perempuan mana mungkin tidak malu jika seorang pria melihat yang seharusnya tidak mereka lihat
"akkhh kenapa kau tidak bilang dari tadi, tidak perlu membuat drama seperti ini"ucap zaka kesal bukan main jika asael mengatakan nya langsung mungkin tidak akan ada emosi di antara mereka tadi
"kenapa lagi??"ucap zaka bingung karena tangan asael sudah ditarik untuk ke UKS namun tubuhnya tidak bergeming sedikitpun
"tidak mungkin a aku pergi dengan keadaan begini"ucap asael dengan takut-takut sambil menunjukkan roknya yang sudah berlumuran dar*h
"aish kalian para wanita memang merepotkan saja"sahut zaka meski merasa di repotkan zaka tetap membuka blazer nya dan mengikatnya di pinggang asael dan tanpa aba-aba zaka langsung menggendong nya menuju UKS
"diam saja"ucap zaka memotong perkataan asael yang akan keluar dari mulut nya
***bersambung....
__ADS_1
kelamaan update maaf ya 🙏***