pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 10


__ADS_3

"harusnya dari awal aku jangan melibatkan hati saat bersama zafran, sekarang aku harus melupakan perasaanku padanya! aku tidak mau egois dengan mementingkan perasaanku sendiri, bagiku sahabat jauh lebih penting dan aku juga tidak ingin membuat nadin patah hati lagi meskipun aku yang akan patah. apa yang harus ku katakan pada zafran, sikap apa yang harus ku tunjukkan padanya? aku bahkan sudah setuju dengan komitmen yang dia buat, aku sudah berjanji tidak akan meninggalkannya. huffftttt"


mataku sudah bengkak karena menangis dan aku memikirkan semuanya hingga aku terlelap. sungguh tidur setelah capek menangis memang akan membuat kita tidur dengan nyenyak sampai-sampai di esokannya aku bangun hingga siang dan itupun karena ponselku yang bunyi.


"halo" aku mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelfon


"kau sakit?"


masih setengah sadar aku merasa mengenal suaranya, aku mengucek mataku dan memperhatikan ponselku ternyata zafran yang menelfon membuat ngantuk ku pergi seketika


"halo" zafran menunggu jawaban


"iyaa"


"kau sakit apa?"


"cuma flu berat jadi tdk enak badan"


"kau sudah makan dan minum obat?"


"iyaa"


"mungkin kau kecapean"


"iyaa"


"istirahat yang banyak"


"iyaa"


"jangan lama-lama sakit nanti aku rindu"


"iyaa"


"dari tadi cuma bilang iyaa, kau malas bicara denganku?"


"sudah dulu yah, aku baru bangun mau mandi dulu" tanpa menunggu jawabannya aku mematikan telfonnya.


apa aku terlalu judes padanya? maafkan aku zafran aku tidak pernah ada maksud untuk mempermainkan mu tapi aku harus bersikap seperti ini agar membuatmu menjauh dariku.


aku mengingat kejadian di kafe saat dia menyatakan perasaannya membuatku kembali meneteskan air mata.


"kenapa aku jadi cengeng sih, ayo vania perasaan sahabatmu lebih penting daripada perasaanmu sendiri!"


setalah bersih-bersih aku cek ponselku yang terus berbunyi ternyata hari ini ada event lagi di kantor dan seperti biasa semua orang berpasangan, aku penasaran kali ini zafran akan berpasangan dengan siapa. kenapa aku merasa tidak rela kalau zafran berpasangan dengan orang lain? selama ini setiap ada event aku yang menjadi pasangannya.


tiba-tiba Lana menelfon ku.

__ADS_1


"iya lana?"


"kenapa hari ini kau tidak masuk sih?" lana kedengaran sedang kesal


"aku tidak enak badan"


"kau tidak perlu bohong padaku, aku tau kau hanya pura-pura sakit karena ingin menghindari zafran kan?"


"apasih"


aku heran lana memang tau apapun tentangku.


"kau tau hari ini ada event tau"


"iyaa aku tau"


"kau tau tadi zafran berpasangan dengan siapa?!"


"terserahlah lana, aku ingin melupakannya"


"zafran berpasangan dengan nadin!"


"oh iya? baguslah nadin pasti senang" nada suara ku harus ku kendalikan agar terdengar baik-baik saja.


"kau tau harusnya zafran berpasangan dengan yuni tapi nadin merengek pada yuni agar bertukar pasangan, nadin benar-benar tidak tahu malu!"


"aku tahu kau orang baik van, bukannya aku tidak mau nadin bahagia tapi justru dia akan sakit karena aku tahu zafran tidak akan membalas rasanya! dia ingin denganmu!"


"sudahlah lana, lupakan saja kalau aku dan zafran ada hubungan"


"cepat atau lambat nadin pasti akan tahu semua ini"


telfonnya terputus.


tetnyata keputusan ku tidak masuk kantor hari ini benar! zafran berpasangan dengan nadin,


nadin pasti bahagia sekali hari ini.


saat mengatakan itu air mataku jatuh tanpa ku sadari.


"vaniaaa, ada temanmu yang datang" ibu memanggilku


"iyaa tunggu, suruh masuk saja dulu bu"


aku fikir anak-anak yang datang, saat aku ke ruang tamu ternyata zafran yang datang.


"hah, kau?" aku terkejut

__ADS_1


"kenapa kau memutuskan telfonnya secara sepihak?"


"maaf" aku duduk di hadapannya


"ini ku bawakan sup ayam dan jus kesukaanmu makanlah mumpung masih hangat"


"makasih, aku ambil mangkuk dulu sebentar! kau mau minum apa?"


"tidak perlu repot-repot"


"baiklah"


aku memakan sup ayam di depannya.


"enak?"


"iyaa, kau beli dimana?"


"enak saja itu buatan ku"


aku tersedak "bohong"


"serius aku yang buat tapi dibantu ibuku hehe"


"oh iya? titip salam pada ibumu, makasih supnya enak sekali"


"terima kasihnya pada ibuku saja?"


"kan aku sudah terima kasih tadi"


"tadi ada event berpasangan lagi dikantor"


"iyaa aku tau"


"karena kau tidak masuk jadi aku harus berpasangan dengan orang lain"


"memangnya kau berpasangan dengan siapa?"aku pura-pura tidak tahu


"Nadin"


"oh, baguslah"


"bagus apanya?"


"tidak haha"


saat aku dan zafran asik mengobrol tiba-tiba Nadin,Dika,Yuni dan Lana datang.

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2