
zafran akhirnya masuk kantin dan melihat ku berpelukan dengan hera,yuni,lana dan juga nadin.
"dorrr...kenapa kalian berpelukan seperti itu?" dia mengejutkan nadin karena posisi nadin memang paling diluar membuat kami berhenti berpelukan dan duduk di tempat kami masing-masing.
saat zafran melihatku dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, menyeka sisa air mata yang ada di ujung mataku.
"kenapa kau menangis? siapa yang sudah berani membuatmu mengeluarkan air mata ini?" dia mengangkat dagu ku
"apaan sih" aku menarik wajahku
zafran memberi isyarat pada lana untuk memberi tahu apa yang terjadi.
"hera akan pindah ke bandung" Lana memberi tahu zafran
zafran duduk di sampingku dan berhadapan dengan hera.
"kau akan pindah?" menatap hera
hera hanya mengangguk
"kenapa?"
entah kenapa hera mau memberi tahu semuanya pada zafran padahalkan dia tdk akrab dengannya, bahkan mereka tidak pernah saling bicara.
setelah mendengar cerita hera, zafran tiba-tiba berdiri dari sampingku untuk duduk di samping hera, melingkarkan tangannya di bahu hera dan mengelus bahunya.
"sabar yah, tapi kau jangan membenci ayahmu! (zafran bicara seperti ini karena hera yang mencaci maki ayahnya saat bercerita tadi) biar bagaimanapun dia tetap ayahmu, kalau dia tidak ada maka kau tidak akan bisa ada disini, kau tidak akan duduk dengan sahabat-sahabat mu disini kan. dia mungkin salah karena sudah menyakiti kau dan ibumu tapi kau tidak tahu apa yang membuat ayahmu sampai dia berselingkuh walaupun tindakannya itu memang tidak bisa dimaafkan"
mendengar itu hera kembali menangis dan menjatuhkan kepalanya ke dada zafran. kalian tahu apa yang kurasakan saat itu? aku merasa sangat bahagia melihat hera mau mempercayakan Masalah keluarganya pada zafran dan juga bangga pada zafran.
tapi lain halnya dengan nadin. dia terlihat sangat kesal karena hera menangis di pelukan zafran, terlihat jelas dari dia yang mengepalkan tangannya.
hera bangkit dari pelukan zafran, dia melihat baju zafran yang basah karena air matanya
__ADS_1
"eh, maaf zafran"
"iyaa sudah jangan bersedih terus! sekarang kau bisa memesan apapun disini aku yang akan bayar"
"cuma hera doang? aku?" yuni merengek
"iyaa, kau juga! bahkan Lana, nadin, dika juga boleh haha"
"wahhh, ayo" Lana menarik tangan hera sementara yuni menarik tangan nadin dan dika untuk memesan makanan, mereka memang belum sempat makan karena mendengar hera bercerita.
tinggallah aku dan zafran yang berada di meja, aku menatap zafran dengan senyumanku.
"kenapa menatapku sambil senyum seperti itu?"
"makasih zafran"
"memangnya apa yang sudah ku lakukan untukmu hingga kau berterima kasih?"
aku hanya menepuk punggung tangannya dan tersenyum.
"eh, tidak" aku langsung berhenti tersenyum
"kau tidak lupa dengan janji mu sebentar kan?"
aku hanya mengangguk.
"kau tunggu disini aku mau pesan makanan untukmu"
***
aku dan nadin berada di toilet.
"vaniaa"
__ADS_1
"iyaa?"
"sebentar kau pulang dengan siapa?"
kenapa nadin menanyakan itu, apa dia tahu kalau tadi aku berangkat dengan zafran.
"hah seperti biasa, aku di jemput"
nadin memegang tanganku "vania kau bisa menolong ku? menurutku hanya kau yang bisa membuat keinginan ku ini terwujud"
"keinginan apa?"
"kau bujuk zafran yah, bujuk dia untuk mengantar ku pulang sebentar. aku ingin sekali bisa merasakan waktu berdua dengannya dan hanya dengan cara ini aku dan dia bisa berdua. yah vaniaa, ku mohonnn"
"bukannya aku tidak mau din, tapi.."
"tapi apa? apa jangan-jangan kau akan pulang bersamanya?" dia melepaskan genggamannya
"eh,bukan itu maksudku nadin"
"lalu apa? kau kan sudah janji untuk mendukung ku mendapat kan zafran"
"iyaa, aku akan bicara dengannya"
nadin langsung memelukku "ahh terimakasih van, kau memang sangat baik! aku janji kalau aku dan zafran sudah resmi jadian maka kau adalah orang pertama yang akan ku beritahu dan aku akan membelikan apapun yang kau mau"
"iyaiyaa, tapi lepaskan dulu pelukanmu! aku bisa mati karena tidak bisa bernafas"
"eh, haha maaf! yasudah semoga berhasil yah vaniaa" nadin pergi
aku menatap diriku di cermin, menatap gadis yang terjebak cinta segitiga dengan sahabatnya sendiri.
"bagaimana ini, akukan sudah membuat janji akan menemani zafran menjenguk kawannya, astaga kenapa makin rumit seperti ini sih:("
__ADS_1
*bersambung*