pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
Menjauh


__ADS_3

"oh, ada kalian yah" zafran meletakkan sepaket bunga yang dia bawa untuk ku


"apa kabar zafran" Lana membuka pembicaraan agar tidak terasa kaku


"Aneh, kan tadi kita ketemu di kantor"


"ohiya yah, hehe"


zafran mencium keningku "bagaimana kondisi mu?"


*aku tidak menjawabnya*


"Ada apa vania?"


"Yuni tolong ambilkan aku minum dong" aku mengalihkan pembicaraan namun saat yuni ingin mengambil air dia dihalangi oleh zafran


"kenapa meminta tolong pada yuni, airnya kan lebih dekat dengan ku" memberikan ku air


setelah selesai minum aku memberanikan diri untuk bicara pada zafran "lebih baik kamu pulang deh zaf!"


"van!" Lana mencubit ku


"kamu kenapa vania?" zafran menggenggam tanganku


"kamu pulang saja zafran!!" aku mulai menegaskan nada suara ku


"tidak! kamu kenapa?"


"Pulang zafran!!!" suaraku mulai meninggi


"aku mau bicara berdua dengan vania" zafran memberi isyarat agar dika, yuni dan lana pergi


"tidak! kamu yang harus pergi bukan mereka!" aku melepaskan genggamannya

__ADS_1


"vania, kamu kenapa? heh! lihat aku" dia memegang wajah ku agar menatapnya tapi aku berusaha menolak dan membalikkan badan ku


"vania, apa yang terjadi? kamu kenapa?" zafran menatap yuni "yun, ada apa ini?" zafran mungkin tahu kalau yuni itu polos dan berharap yuni bisa memberi tahunya sesuatu namun yuni hanya menggelengkan kepalanya "vania, kamu kenapa sayang?" berusaha membalikkan badanku namun aku menolak


"pergi zafran, aku butuh waktu bersama sahabat ku!"


"tapi vania"


"ku mohon zafran, pergilah!"


"baiklah" zafran mengelus lembut kepala ku "besok pagi aku akan ke sini" zafran pergi


***


"vania, kamu kok jahat sih" yuni berlari keluar mengikuti dan melihat kalau zafran benar-benar pergi atau tidak


*aku menangis sejadi-jadinya, Lana memeluk ku*


"vania, kamu jangan seperti ini! kasihan zafran, dia di parkiran terlihat sangat frustasi dan mungkin dia menunduk untuk menangis"


perkataan yuni membuat ku sangat merasa bersalah padanya, aku mengambil paket bunga yang tadi zafran bawa dan memeluk bunga itu "maaf zafran"


"jadi kamu akan mengikuti permintaan nadin?"dika yang daritadi hanya menyaksikan akhirnya bicara


"aku tidak tahu dika! aku tidak tahu" aku tidak bisa menahan air mata ku mengalir terus menerus


"kamu jangan sampai mengambil keputusan yang salah vania, kamu fikir dengan menjauhi zafran seperti ini nadin akan mendapatkan apa yang dia inginkan?hah?" Lana


"setidaknya aku bisa membahagiakan nadin"


"membahagiakan nadin tapi menyakiti dirimu? menyakiti zafran? itu maksudmu? hah!"


"Lalu katakan! katakan apa yang harus ku lakukan!"

__ADS_1


"aku ingin bertemu dengan nadin, jangan karena kondisinya saat ini dan dengan alasan kalau umurnya sudah tidak lama lagi dan dia merusak kebahagiaan mu"


"nadin tidak ingin bertemu dengan kalian"


"kenapa? kenapa tidak ingin bertemu? karena dia tahu vania! dia tahu bagaimana dirimu, kamu pasti akan mengikuti kemauannya"


"dia sahabatku, dia sahabat kita lana! kenapa kamu bicara seperti itu"


"kamu menganggapnya sahabat! tapi dia? apa dia juga menganggap mu sahabatnya? dia hanya memanfaatkan diri mu vania, itu bukan sahabat namanya!"


"aku fikir dengan menjauhi zafran bisa membuat nadin bahagia"


"dengarkan aku, nadin mengatakan kalau dia akan bahagia kalau zafran bersamanya kan? lalu, dengan kamu menjauhi zafran seperti ini apa nadin mendapatkan apa yang dia inginkan? tidak! aku yakin zafran akan tetap berjuang untuk mu"


"kamu jangan menyalahkan ku seperti itu, bantu aku berfikir! aku harus bagaimana" aku menangis sambil memeluk paket bunga dari zafran


"besok kalau nadin kesini, kamu hubungi kami!"


"kamu mau apa Lana, nadin saat ini sangat lemah"


"aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin menyadarkan dia untuk kesekian kalinya dan membuat dia berhenti menekanmu menggunakan kondisinya! kalau memang dia hanya ingin bahagia di sisa umurnya maka akan mendapatkan itu, dia punya sahabat! dia punya keluarga! itu akan membuatnya bahagia, kita juga pasti akan terus mendukung dan menemaninya melawan penyakitnya itu"


"tapi nadin cuma mau zafran"


"nah! itu dia, aku akan mencoba membuatnya sadar dan tahu kalau kau dan zafran saling sayang dan ingin bersama"


"kepalaku sakit!"


"sudah vania, jangan terlalu memikirkan ini! kondisimu juga sedang tidak sehat, lebih baik sekarang kamu istirahat saja! biar allah swt yang menentukan apa yang terjadi" yuni


"lebih baik sekarang kita pulang saja, biarkan vania istirahat" dika menepuk bahu ku "jangan terlalu memikirkannya yah"


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2