pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 5


__ADS_3

"kenapa kau ada disini? harusnya kau diatas bersiap-siap untuk live music kan?" Lana yang berusaha mengalihkan


"kalian membicarakanku kan?" meski dia mengatakan kalian tapi matanya hanya tertuju pada vania


"apaan sih, memangnya kau siapa sampai kami membicarakan mu" Lana menarik tanganku dan bergegas meninggalkan zafran


"apa dia benar-benar menguping tadi?" aku merasa tegang


"entahlah, tapi kitakan hanya membahas fakta bukan bercerita yang tidak-tidak tentangnya"


"sudahlah!"


"entah apa yang terjadi padaku, setiap aku mendengar dia bernyanyi rasanya sangat damai. apa aku benar-benar sudah menyukainya? tidak!kau tidak boleh menyukainya! ayo kendalikan dirimu vania!"


karena sebentar siang perusahaan kami mengadakan event berpasangan, lagi dan lagi namaku dan nama zafran berpasangan dan kami harus memakai kostum yang tentu saja berpasangan dan event kali ini kami diharuskan membagi brosur pengumuman ulang tahun perusahaan ini.


"kau cantik" zafran berbisik di telingaku


"hah?"


"kenapa wajahmu jadi merah begitu? apa kau tidak pernah di puji cantik?" meledekku


aku hanya diam dan tiba-tiba dia mengeluarkan ponselnya "foto yuk!" dia meminta tolong kepada orang yang lewat untuk memotret kami


"terima kasih" dia mengambil ponselnya dan memperlihatkan hasil fotonya "yang ini bagus yah? aku akan menjadikannya wallpaper pada ponselku"


"kenapa? kenapa di jadikan wallpaper?"


"kenapa? ini kan ponselku jadi hak ku mau memasang wallpaper apapun"


aku kembali fokus membagi brosur pada orang-orang.


"aku mengantar mu pulang yah, kau bisa menelfon kakakmu untuk tidak menjemputmu" lagi-lagi berbisik ditelinga ku.


"tidak perlu, kakak ku yang akan menjemput ku"


"ayolah, jangan menolak aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu"


"apa?"

__ADS_1


"rahasia, kau pulang bersamaku yah?"


"hm, baiklah"


brosur kami sudah habis terbagi, kami kembali ke kantor untuk mengganti kostum.


sampainya kami di wardrobe senior-senior kami meledek


"wah wah pasangan kami sudah datang"


aku berusaha biasa-biasa saja dan tidak meladeni seniorku dan mendekati sahabat-sahabat ku yang sedang mengganti kostum.


"guys, aku akan pulang dengan zafran" aku merasa harus memberi tahunya agar tidak ada kesalahpahaman nanti


"semoga lancar!" sahut yuni


"iyaa, kau pulang saja dengannya" sambung Lana


"akhir-akhir ini kita jarang skli berbicara yah" aku mendekati Hera dan Nadin


"tidaklah, itu hanya perasaan mu mungkin" jawab hera


"baiklah, dika dimana ya?" aku merasa aku juga harus izin pada dika


"dia ada diruang latihan" yuni


"oh, aku ke dika dulu yah"


ternyata yuni benar dika ada di ruang latihan, dia memang selalu tau soal dika haha


"dika!" aku duduk didekatnya


"hm?"


"aku pulang dengan zafran yah?"


"kenapa?kenapa pulang dengannya?"


"dia memaksa ingin mengantar ku pulang, katanya ada sesuatu yang mau dia tunjukkan! boleh yah?"

__ADS_1


"terserah!" dika berdiri


"dikaa! kalau kau tidak mengizinkan ku maka aku tidak akan pulang dengannya"


dika kembali duduk disampingku


"kau tidak suka dengan zafran yah?" aku menatapnya


"aku hanya tidak mau kau mendapat masalah"


"masalah?maksudmu?"


"kau tau kan banyak yang menyukai zafran, aku selalu mendengar gadis-gadis yang lain membicarakan mu yang tidak-tidak karena dekat dengan zafran"


"oh iya?"


"tapi kalau kau menyukai zafran maka aku akan mendukungmu, dia beruntung karena bisa membuatmu kembali membuka hati" Dika mengusap rambutku


"tidak, aku dengan zafran hanya berteman! orang-orang saja yang sering menjodohkan kami"


dika hanya tersenyum


"jadi?" aku menatapnya


"jadi apanya?"


"aku pulang dengannya yah?"


"iyaa"


Yuni dan Lana datang


"van, zafran mencarimu di atas katanya dia menunggumu di parkiran" Lana


"oh oke, aku pulang duluan yah" menepuk pundak dika


"selamat pacaran" ledek yuni


"apasih aku tidak pacaran" mencubit yuni

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2