
"mengapa kau menghentikan ku, kalian tahu bagaimana Lana kan! dia akan berbuat bodoh saar marah, lepaskan tanganku dikaa!" aku berusaha melepaskan genggaman dika
"tapi kau tidak perlu menghentikan lana, dia benar kali ini vania. nadin sudah keterlaluan! ini bukan masalah zafran tapi masalah persahabatan kita!"
"iya aku tidak akan menghentikannya tapi lepaskan tanganku! aku hanya ingin mengantisipasi agar lana tidak melewati batas"
akhirnya dika melepaskan tangannya, kami bertiga pun mencari lana dan bertanya pada orang-orang yang mungkin melihatnya dan saat kami bertanya pada senior yang lewat ternyata Lana ke kantin untuk menemui nadin dan zafran.
"eh itu lana, ayo cepat" yuni melihat lana hampir sampai ke kantin
"oh disini kau penghianat!" Lana memukul meja dihadapan nadin
"Lana, sudah! kendalikan dirimu!" aku berusaha menenangkan lana
"apa-apaan sih" nadin berdiri
"apa kau bilang?! hanya karena pria kau melakukan ini semua?hah?" Lana semakin kesal
__ADS_1
"Lana, bicarakan ini baik-baik. ini kantin, banyak orang yang melihat kita dan ini sama sekali tidak baik" dika menyuruh Lana duduk
raut wajah nadin sudah terlihat sangat khawatir
"kita ini sahabat nadin, kenapa hanya karena pria kau menjadi licik seperti ini?" yuni menatap nadin
"apasih, apa maksudmu?" nadin terlihat pias
"kau tidak usah berpura-pura lagi! kami sudah tahu semuanya, kenapa?hah? kenapa kau bisa seperti ini nadin?" sepertinya Lana sudah bisa mengontrol emosinya
"ada apa ini" Zafran menatap nadin
"jujur apa, aku tidak melakukan apapun" Nadin masih berusaha menutupi kesalahannya
"baiklah, kau harus tahu zafran apapun yang telah nadin katakan padamu itu bohong! kenapa kau begitu mudahnya bisa percaya perkataan nadin tanpa mencari tahu kebenarannya sih zaf"
nadin berdiri dan menarik tangan zafran agar mengikutinya tapi zafran justru menarik nadin agar tetap duduk karena dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"apa kau tahu zafran? vania tidak salah apapun, ini semua hanya akal busuk nadin agar bisa mendekatimu! semua yang pernah nadin sampaikan padamu itu bohong! hanya rekayasanya agar kau membenci vania" lana memegang tanganku
zafran menatap ku tapi aku memalingkan mataku agar tidak menatapnya.
"harusnya kau bersyukur punya sahabat seperti vania, kau tahu nadin? tanpa kau menjatuhkan harga dirimu dengan berbuat seperti ini vania akan membantu mu mendekati zafran kan? dia bahkan mengorbankan perasannya sendiri demi kau nadin! demi kebahagiaan mu! dia selalu menjaga perasaanmu agar tetap baik-baik saja tanpa kau tahu kalau perasaannya sangat hancur. tapi apa balasan mu? kau memfitnahnya! demi apa? demi memenuhi keinginanmu kan? ini yang kau sebut sahabat? ini arti sahabat untukmu?"
nadin terlihat semakin pias saat zafran menatapnya.
"kau masih ingin diam saja din?" dika bicara dengan nada pelan
"iya, aku melakukan semuanya! aku berbohong padamu zafran tapi aku melakukan ini semua karena aku sayang kamu zafran! aku sudah tahu kalau kau menyukai vania, aku tahu semuanya! bahkan aku tahu apa saja yang telah terjadi antara kalian berdua! bahkan saat aku sudah memohon pada vania untuk menjauhimu tapi kalian tetap saja dekat! aku fikir dengan melakukan semua ini kau bisa membenci vania dan aku punya kesempatan untuk bisa mendapat hatimu, ini semua hanya karena aku sayang kamu zafran! aku tahu bagaimana sakitnya ditolak jadi aku tidak ingin merasakannya lagi! maafkan aku"
mendengar pengakuan nadin, zafran berdiri menatapku tapi aku tidak ingin melihatnya karena masih ada rasa kecewa dengan sikapnya akhir-akhir ini, dia langsung bersikap seperti itu padaku bahkan sebelum dia mencari tahu kebenarannya.
zafran duduk disampingku, memegang tanganku tapi aku menolak pegangannya dan pergi.
rasa kecewa ku berlipat ganda! kecewaku pada zafran yang pernah berjanji akan selalu bersamaku dengan apapun keadaannya tapi meninggalkan ku hanya karena kebohongan tidak sebanding dengan rada kecewaku pada nadin sahabatku, sahabat yang sangat ku jaga perasaannya hingga mengorbankan perasaanku sendiri tetnyata mengkhianati ku. aku pergi dengan air mata yang tidak berhenti mengalir tanpa mengatakan apapun ke FD aku pulang ke rumah.
__ADS_1
*bersambung*