pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
Gerbang


__ADS_3

Setelah minggu pertama kami putus dan zafran tidak pernah kelihatan di hadapanku akhirnya pada minggu kedua dia kembali melakukan aktivitas sekolah. aku bertemu dengannya di gerbang masuk sekolah, melihat zafran membuat ku sangat bahagia! tidak dapat dipungkiri aku memang masih sangat menyayanginya.


kesenangan ku yang bisa kembali melihatnya berubah saat aku tersenyum padanya namun dia memalingkan wajahnya padaku, hatiku terluka!


zafran yang dulunya selalu berusaha melakukan hal-hal konyol hanya untuk bisa melihat senyumku berubah sangat drastis saat itu.


dia bukan zafran! tatapan mata dan raut wajahnya sangat dingin seakan-akan sangat tidak menginginkan pertemuan kami waktu itu.


aku ingin menangis, berlari kearahnya, memeluknya, meminta maaf padanya dan ingin bersamanya seperti dulu lagi! melewati hari-hari yang sangat menyenangkan karena selalu ada dia yang menemamiku, aku rindu kamu zafran! maafkan aku! hanya itulah kalimat yang selalu terngiang-ngiang dalam benakku saat itu.


kakinya terasa terpaku dibumi, melihatnya berjalan menjauh dariku! melihat zafran yang bahkan tidak ingin melihat kearahku, fikiranku kacau, pagi ku saat itu sangat berantakan! zafran sudah benci padaku!


****


"masih pagi tapi wajahmu sudah asam begitu, pasti gagal move on" Lana mengejekku


*air mata yang sudah ku tahan dari gerbang akhirnya tidak dapat ku bendung lagi*


"vaniaa, kamu kenapa? aku cuma bercanda tadi, maafkan aku" Lana


"kamu sih lan!" yuni


"apasih, kan aku cuma bercanda" Lana


"tidak, ini bukan salahmu lana" aku berusaha menahan air mata yang terus saja mengalir di pipiku


"lalu ada apa vania?" yuni


"aku tadi bertemu zafran di depan"


"bagus dong! kan kamu rindu padanya" yuni

__ADS_1


"iyaa, tapi saat aku tersenyum padanya dia memalingkan wajahnya dan pergi begitu saja! zafran telah membenci ku yun! zafran benci aku lana!"


"tidak vania! tenangkan dirimu, jangan berfikir yang tidak-tidak! zafran pasti kecewa padamu, dan yang dia tunjukkan hanyalah kekecewaannya"Lana


"lana benar, coba saja kamu fikir kalau kamu yang ada diposisi zafran! kamu di putuskan dengan alasan hanya berpura-pura sayang padanya, itukan sangat menyakitkan" sambung yuni


"aku menyesal lana! aku tidak bisa seperti ini terus dengannya yun! aku sayang zafran"


"kalau begitu, kau temui saja zafran saat jam istirahat nanti! minta maaf padanya, aku yakin zafran pasti akan memaafkan mu apalagi zafran sangat sayang padamu"


"tapi nadin?"


"vaniaa! ayolahh! kali ini dengarkan aku! nadin sudah tidak ada, satu minggu ini dengan memutuskan zafran apa saja yang sudah kau dapatkan? apa kau bisa menjamin kalau nadin bahagia disana?! ayolahh vaniaa, kau tidak salah dan jangan merasa bersalah! kau juga berhak bahagia bukan? kau dan zafran bertemu dan saling sayang apa itu salah? tidak kan! rasa itu tidak akan ada jika sang pencipta tidak mengizinkannya, jangan terus-terusan merasa bersalah karena kau tidak bisa memberi apa yang nadin mau disaat terakhir di hidupnya" yuni


"hah?" Lana memegang dahi yuni "apa kau sakit? kok bisa berkata bijak seperti itu?"


"apaansih, aku memang pintar tahu! kalian saja yang selalu meremehkan aku" yuni


"kenapa harus malu? aku yakin zafran pasti juga ingin bersama lagi denganmu" yuni


"pokoknya kami akan menemani mu menemui zafran oke?" Lana


"baiklah"


****


bel istirahat sudah berbunyi, aku telah mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan zafran, meminta maaf padanya, dan aku yang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi! apa yang membuat ku memutuskannya waktu itu. perasaanku yang sangat menggebu-gebu dengan memikirkan kalau aku dan zafran akan kembali seperti dulu kembali menelan kekecewaan!


"zafran dimana?" Lana bertanya pada teman sekelas zafran


"sudah ke kantin kayaknya" saat melihat ku teman zafran langsung bertingkah aneh "eh tidaktidak zafran tidak ada dikantin! heiiii"

__ADS_1


tapi aku tidak menghiraukannya dan tetap berjalan ke kantin, disana aku melihat zafran duduk sendiri.


"nahh itu zafran van!" yuni bersemangat


"kau kesana cepat! kami akan melihat mu dari sini! semangat!" Lana mendorong ku


*dengan rasa gugup aku menghampiri zafran*


"hai" aku memberanikan diri duduk di depannya


zafran hanya menatapku ku dengan hitungan detik kemudian kembali memakan makanan dihadapannya


"zafran" suaraku terdengar gemetar karena rasanya aku ingin menangis saat itu "zafran? aku ingin mengatakan sesuatu padamu"


"katakan!" jawaban yang sangat singkat darinya


"maaf zafran! maafkan aku! aku menyesal memperlakukan mu seperti itu"


*zafran tidak menggubris perkataan ku*


aku sudah merasa putus asa dengan sikap dingin zafran pada ku jadi aku putuskan untuk pergi saja namun sebelum aku pergi aku mengatakan


"aku sayang kamu zafran, masih sangat sayang" dan aku berdiri


"vaniaa!" zafran menahanku, dia memegang tanganku! ya ampun aku sangat rindu pegangan itu! namun saat zafran masih menahanku seorang gadis tiba-tiba datang


"sayang!" memegang bahu zafran


seketika hatiku hancur, mendengar kalimat sayang yang dilontarkan dari perempuan lain kepada zafran.


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2