pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 6


__ADS_3

aku bisa melihat zafran duduk di bukit-bukit menungguku.


"hufffft, kenapa aku jadi tegang begini" berjalan mendekati zafran


"darimana saja? aku mencari-cari mu didalam"


"aku diruang latihan sama dika"


"kau cuma berdua dengannya?"


"iyalah"


"kau dan dia ada hubungan apa?"


"apa apaan sih, dia sahabatku!"


zafran menatapku penuh curiga


"jangan berfikir aneh-aneh, dika sudah ku anggap seperti kakak ku!"


"baguslah, ayo pergi kita sudah terlambat"


"terlambat? memangnya mau kemana sih?"


"sudah tidak usah banyak bertanya, ayo naik!"


diperjalanan semuanya terasa hening, dia hanya fokus mengendarai motornya.


"apa pendapat mu kalau orang-orang menjodohkan kita?" aku berusaha membuka pembicaraan


"biasa saja"


"memangnya kau tidak terganggu? memangnya pacarmu tidak apa-apa jika mengetahui ini?"


"aku tidak punya pacar!"


"kenapa? sepengetahuanku banyak gadis yang suka padamu, apalagi gadis yang berambut pendek itu"


"siapa maksudmu?"


"ituloh, yang selalu memberikan mu bunga dan coklat saat kau live music, sepertinya di ponselnya sudah full foto dan videomu"

__ADS_1


"ohh, ternyata kau selalu memperhatikan gadis yang mendekatiku?"


"sudahlah, fokus saja pada jalanan" aku berusaha mengalihkan pembicaraan.


ternyata dia membawaku ke sebuah kafe, mengandeng tanganku, menarikkan kursi untuk ku duduki.


"kau tunggu disini yah"


"baiklah"


ternyata dia akan nyanyi di kafe ini, dia sudah naik ke podium untuk bernyanyi.


"Lagu yang akan ku nyanyikan hari ini khusus untuk dia yang duduk dikursi sana" dia menunjuk ke arah ku.


aku terkejut dan merasa malu saat orang-orang menatapku "jadi ini yang mau dia tunjukkan padaku"


zafran memulai lagunya, dia menyanyikan lagu Terindah dihidupku.


aku salah tingkah, tidak tahu apa yang mau ku lakukan, rasa-rasanya aku ingin terbang! perasaanku campur aduk antara malu dan bahagia. bayangkan saja jika kalian yang berada diposisi ku saat itu.


saat selesai bernyanyi dia kembali padaku membawa makanan dan minuman.


"bagaimana penampilan ku?"


"iyaa, suaramu bagus"


"lagu itu khusus untukmu vania,


aku tidak akan memberimu banyak janji, aku hanya akan selalu ada buatmu saat susah dan senang! aku akan menjadi pelindungmu, aku akan menggenggam tanganmu dan membantumu bangkit saat kau terjatuh. kau tahu, kau benar banyak gadis yang mendekati ku tapi tidak ada yang bisa membuat ku tertarik dengan apapun usaha yang mereka lakukan! tapi berbeda denganmu, kau tidak melakukan apapun untuk mencuri perhatian ku! kau hanya tersenyum dan itu membuat ku jatuh hati padamu, iya aku menyayangimu vania" memegang tanganku


" aku tidak tahu harus berkata apa zafran"


"aku tidak akan memaksamu van, aku tahu ini mendadak buatmu! aku cuma mau kau tahu perasaanku.


sudahlah ayo makan, kau juga harus pulang bukan?"


aku cuma diam diam dan diam karena sungguh aku tidak tahu apa yang harus ku katakan atau apa yang harus ku lakukan, aku merasa seperti sedang di sambar petir. lidahku kaku.


di perjalanan saat mengantarku pulang aku hanya diam, bahkan dia tahu dimana rumahku padahal ini pertama kalinya dia mengantar ku pulang.


"makasih zafran, makasih untuk makannya tadi dan makasih sudah mengantar ku pulang"

__ADS_1


zafran mengelus lenganku dengan lembut.


"aku pulang yah, makasih juga karena mau ku antar pulang"


"hati-hati" aku melihatnya sampai dia hilang dari pandanganku


bahkan aku masih gemetar untuk berjalan.


aku langsung membuang diriku di kasur kamarku, tersenyum sendiri, malu sendiri. aku mengambil ponselku mencari WhatsApp zafran di grub magang kami.


"kau sudah sampai?" aku mengirim pesan wa padanya


tak lama dia membalasnya


"siapa ini?"


apa dia pura-pura tidak tahu? apa dia tidak bisa melihat fotoku di profilku?


"ini aku vania"


bahkan sebelum garis dua terlihat chat wa ku sudah garis biru. wow cepat sekali dibacanya


"oh, jadi kau diam-diam menyimpan nomorku?"


"tidak! aku mencari nomor mu di grub magang"


"baiklah, jadi apa aku boleh menyimpan nomormu?"


"terserah padamu"


"oke, aku akan menyimpan nomormu dengan emoticon hati"


"kenapa?"


"kenapa kau selalu bertanya kenapa, aku mengganti wallpaper ponselku kau bilang kenapa, aku menyimpan nomormu dengan emoticon hati kau juga bilang kenapa,


padahal kan itu hak ku!"


"iyaiyaa terserah padamu"


aku menyimpan ponselku, menatap langit-langit kamarku

__ADS_1


"kau berhasil zafran, kau berhasil membuatku menyukaimu."


*bersambung*


__ADS_2