pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
Nadin (part 3)


__ADS_3

"tapi zafran bukan barang yang bisa begitu saja ku berikan padamu" aku melepaskan genggamannya


"ku mohon! tolonglah vania, kau mungkin bisa menikmati hidup mu masih lama sedangkan aku? hanya sisa tiga bulan vania, hanya tiga bulan sisa waktu yang aku punya untuk bahagia"


"apakah kebahagiaan mu hanya zafran?"


"iyaa vania, aku cuma butuh zafran!"


"kamu kan punya aku nadin, kamu juga punya sahabat-sahabat kita yang lain! mengapa harus hanya zafran?"


"karena aku cuma mau zafran!"


"kamu tidak akan mengerti nadin"


"kamu egois vania! kamu punya segalanya! kamu masih punya banyak kesempatan hidup dan meraih kebahagiaan di dunia ini, sedangkan aku?"


"tapi nadin"


"tapi apa vania!!! kamu bilang aku sahabat mu kan? aku hanya minta hal kecil dari sahabat ku"


"hal kecil katamu?"


"aku hanya punya kesempatan tiga bulan vania, hanya tiga bulan! aku kemari membawa banyak harapan padamu, aku hanya ingin merasakan kebahagiaan dengan zafran dan aku sangat memohon pada mu untuk itu tapi apa yang ku dapatkan?" nadin merasa kesakitan


"nadin! kamu tidak apa-apa?"


"aku mohon vania, berikan zafran untuk ku!" nadin terlihat sangat kesakitan dan sangat lemah


"katakan padaku nadin, apa yang harus aku lakukan?"

__ADS_1


"berikan zafran untuk ku, hanya tiga bulan sisa waktu yang ku punya vania dan di sisa waktu ku itu aku ingin mengisinya dengan tawa bahagia! iya, zafran vania, zafran adalah bahagia ku! aku mohon pada mu, izinkan aku membuat keinginan ku itu menjadi kenyataan" nadin memeluk ku, aku bisa merasakan getaran tubuhnya yang sangat lemah


"aku akan mencobanya nadin tapi aku tidak akan berjanji apapun padamu! aku tidak bisa memastikan zafran bersedia bersama mu"


"kau akan berjuang kan?"


"berjuang?"


"bagaimana kalau kamu putuskan zafran saja"


"din! apa kamu tidak pernah memikirkan ku? memikirkan perasaan ku?"


"menurut ku hanya itu jalan satu-satunya agar kau dan zafran pisah, kamu bisa bilang padanya kalau kamu tidak pernah benar-benar menyayanginya atau kamu juga bisa bilang kalau di hatimu ada orang lain"


*aku terdiam, tidak menyangka betapa egoisnya perempuan dihadapan ku ini! padahal kita sama-sama perempuan dan bisa-bisanya dia berkata seperti itu*


***


aku menelfon sahabat-sahabat ku yang sesungguhnya untuk datang kerumah sakit, aku butuh seseorang saat itu! aku hancur untuk kedua kalinya, aku dihadapkan pada situasi yang pernah ku hadapi sebelumnya namun ini jauh lebih sulit.


"kamu baik-baik saja? kenapa terlihat begitu tegang? mau ku panggilkan dokter?" dika terlihat begitu khawatir saat dia baru saja sampai


"apa yang sudah terjadi? aku tahu ada hal yang sangat mengguncang mu" sambung lana


"kau sudah minum obat kan?" yuni


"nadin tadi kesini" aku memulai pembicaraan


"hah? nadin?" Lana seketika duduk dan menatapku

__ADS_1


"iya"


"kenapa dia hanya menemui vania?" yuni berbicara pada dika


"apa yang nadin lakukan ke sini?" dika terlihat sangat serius


*aku menceritakan semuanya pada mereka*


"Leukemia? nadin?" yuni terlihat syok, bukan hanya dia namun lana dan dika juga pun terlihat sangat terkejut dengan cerita ku


"tapi kau tidak bisa melakukan itu vania, kau akan sangat melukai zafran!"


"entahlah lana, aku tidak tahu lagi harus melakukan apa! rasanya aku ingin pergi saja dari dunia ini"


"nadin sedang tidak berpura-pura kan?" dika


"tidak! tidak dika, nadin benar-benar sakit"


"jangan lakukan itu pada zafran van! kau tidak bisa mempermainkan perasaannya seenak mu" sambung yuni


"apa aku harus memutuskan zafran?"


"vania?" kami bahkan tidak sadar bahwa zafran telah membuka pintu


"zafran, ehm..." Lana beranjak dari tempat tidur


*zafran menatapku sangat dingin, dalam hatiku berkata apakah dia mendengar semua percakapan ku tadi?*


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2