
Lana menghentakkan tangan nadin yang memegangku dan menarikku kesampingnya "cukup! vania tidak akan berjanji apapun padamu"
"kenapa kau selalu ikut campur saat aku membahas zafran dengan vania sih?! sebenarnya apa masalahmu?" Nadin membentak Lana
"kau harus tau kalau zafran itu!"
aku langsung menghentikan perkataan Lana dan menariknya untuk menjauh dari nadin
"kenapa lagi sih vania, kenapa kau menghentikan ku!"
"Lana ku mohon jangan lakukan ini"
"tapi nadin sudah keterlaluan, dia menyebut mu apa tadi? penghianat? dia tidak tau bagaimana kau mengorbankan perasaanmu demi menjaga perasaannya"
"iyaiyaa, aku tau tapikan nadin tidak tahu jadi tolong mengerti saja perasaannya"
"makanya hari ini dia harus tahu semuanya vania! dengan sikapmu yang seperti ini justru kau yang akan membuat nadin patah hati lagi karena kau tau zafran tidak akan membalas perasaannya! dan dengan begini bukan hanya kau yang akan merasakan sakit tapi zafran juga. ayolah tolong fikirkan perkataanku ini vania!" Lana memohon
"iyaaiyaa, aku akan memikirkannya tapi kau janji tidak akan memberi tahu nadin sekarang yah, aku janji aku yang akan memberi tahu semua padanya tapi tidak sekarang, tolong beri aku waktu untuk mengumpulkan keberanian Lana"
"baiklah, tapi jangan membohongi ku! kalau tidak aku yang akan memberi tahu nadin semuanya"
"terima kasih" aku memeluk Lana
__ADS_1
aku dan Lana kembali keruang tamu, aku berusaha membuat nadin dan lana baikan dan akhirnya mereka baikan. saat mereka pamit untuk pulang nadin memelukku dan berkata
"vania, aku percaya padamu! kau sahabat yang baik jadi aku yakin kau tidak akan merebut zafran dari aku iyakan?"
mungkin dika mendengar perkataan nadin dan melihat wajahku yang sudah pias hingga dia menarik nadin sampai melepaskan pelukannya padaku.
"sudah, vania butuh istirahat! kau jaga dirimu yah van" dika mengelus lenganku
"besok kau sudah masuk kan?" yuni berteriak saat dia sudah berada diluar pagar
"iyaa" kataku
"ingat janjimu!" Lana memberi senyum sinis padaku
"iyaa" aku memeluk lana "makasih karena sudah mendukungku"
"kalian hati-hati yah, sampai jumpa besok!"
aku membereskan ruang tamu yang agak berantakan setelah itu aku bersih-bersih dan masuk ke kamar untuk membuang diriku ke tempat tidur.
"huffftttt, tadi hampir saja!" aku memegang keningku, kening yang dikecup lembut oleh zafran tadi.
"kenapa semuanya jadi rumit seperti ini sih?! aku sudah berjanji untuk selalu menemani zafran tapi aku sudah berjanji pada nadin untuk membantunya mendekati zafran, dan satu lagi! Lana, aku sudah berjanji juga padanya untuk mengatakan yang sebenarnya pada nadin"
__ADS_1
astagaaa kenapa keadaan selalu menjebak ku untuk memberi janji pada mereka:(
apa yang harus ku lakukan? jika tidak dosa maka aku akan mengakhiri hidupku saat ini juga atau kalau bisa aku ingin tidur tanpa ingin bangun lagi! ya tuhan tolong aku:(
belum selesai aku menyesali diriku sendiri, ponselku berdering dan lagi-lagi zafran yang menelfon. aku tidak mengangkatnya tapi ponselku tidak berhenti berdering, aku juga tidak bisa mengendalikan tanganku untuk tidak mengangkat telfonnya.
"halo" aku memberi nada suara yang terdengar jutek
"ku kira kau sudah tidur"
"baru mau tidur"
"kau sudah bisa masuk kantor besok?"
"iyaa"
"aku jemput yah? aku akan membawa mu ke langganan bubur ayamku"
"ta" belum selesai aku bicara zafran sudah memotong
"oke? tunggu aku besok yah! aku akan menjemput mu satu jam lebih cepat, selamat malam"
Tut..Tut..Tut..
__ADS_1
"astaga, apa lagi ini_-"
*bersambung*