
"vaniaaa!" zafran berlari ke arahku "kamu menghayal? aku sudah memanggilmu dari ujung jalan sana tapi kamu tidak mendengar ku"
"hah?"
"hah heh hah heh! kenapa? siapa yang kamu fikirkan?"
"bukan siapa-siapa"
"Tuhkan, kamu tidak bisa padaku. cepat cerita ada apa?" dia menarikku untuk duduk "aku tebak! pasti nadin?!"
*mengangguk*
"hari ini aku akan bicara dengannya, kamu tidak perlu memikirkannya lagi"
"aku takut menyakitinya zafran"
"nadin harus menerima kenyataan ini vania"
"aku merasa egois"
"eh!" dia mengangkat daguku yang tertunduk untuk menatapnya "kamu tidak egois, sama sekali tidak seperti itu! bukannya kita juga berhak bahagiakan?"
"tapi zaf"
"aku janji akan membuat nadin mengerti dan bisa menerima hubungan kita"
"apa yang akan kamu lakukan? jangan sampai kamu melakukan atau mengatakan sesuatu yang akan menyakitinya"
"iya tidak akan, kamu percaya sama aku"
"iyaa"
*tiba-tiba zafran cemberut*
"kamu kenapa?"
"hari ini aku belum melihat senyum manis itu"
"hm?"
"kamu jangan kemana-mana, tunggu sampai aku kembali"
"mengembalikan senyum manis milikku!" dengan suara yang hampir tidak terdengar diikuti dengan zafran yang telah menghilang
*tidak lama kemudian, dia datang dengan menyembunyikan tangan dibalik punggungnya*
"tutup matamu!"
"apasih"
"lakukan saja!"
__ADS_1
*aku menutup mataku*
"sekarang buka!"
*dia membawa ice cream dan cokelat*
"loh, kok kamu malah manyun?"
"kenapa membeli itu?"
"memangnya kenapa? yang aku tahu ice cream dan cokelat bisa membuat suasana hati kita senang"
"iyaa, tapi aku kan lagi program diet"
"diett!diett!" zafran menyentil dahiku
"ihhh! sakitttt" aku mengacak-acak rambutnya"
"jangan menyiksa diri! mau kamu gendut atau kurus itu bukan masalah untukku"
"hallahhh! omong kosong"
"kalau dibilangin suka ngeyel!" dia menyentil dahiku lagi
"tuhkan! ih sakit!"
"aku sekarang ada di sampingmu bukan karena kamu cantik, langsing atau apapun itu"
"aku tidak begitu tertarik dengan perempuan cantik"
"omong kosong! mana ada pria yang tidak tertarik kalau ada perempuan cantik yang mendekatinya"
"kami dengar yah! kalau aku memang mencari perempuan yang hanya bermodalkan cantik pasti sekarang kamu tidak disampingku"
"tuhkan! jadi maksudmu aku tidak cantik"
"tidak! bukan begitu maksudku, kamu dengar yah, walaupun perempuan yang cantik itu banyak tapi tidak ada satupun yang sepertimu"
"omong kosong"
"kenapa sih, dari tadi bilang omong kosong terus"
"yah emang iya hanya omong kosong! kamu bilang begitu sekarang yah karena posisinya sekarang kamu sedang bersamaku iyakan?"
"aku tidak akan bisa berpaling darimu, apalagi dari senyum manis milikmu"
*aku merasa malu dan berusaha mencari topik untuk mengalihkan pembicaraan*
"eh lihat tuh, ice creamnya mencair!"
"yahhh, kamu sihh banyak banget bicaranya"
__ADS_1
"lohh kok aku, kamu yang cerewet!"
"nih cepat kamu ambil, habiskan!"
"ihh ngga! kamu yang makan ice creamnya, aku cokelatnya hehe"
"yaudah iya!"
*********
diperjalanan saat pulang, aku dan zafran saling diam tak ada suara bahkan aku bisa mendengar suara nafasku sendiri.
"dia kemana?"
"aku tidak tahu"
"aku yakin dia menghilang karena aku! aku sudah menyakitinya zafran! aku jahat, aku sahabat yang buruk!" aku menangis dijalan
"diam vania! tenang!" zafran menghentikan kendaraannya
"aku jahat zaf! aku sudah menduga semua ini, dia pasti sangat terluka dengan kejadian di rumah sakit kemarin! aku sahabat yang buruk! aku egois!"
"vaniaa tenang! ini bukan salahmu, menghilangnya nadin tidak ada hubungannya denganmu! tidak ada hubungannya dengan kita!"
"ada zafran! ada! nadin tidak mungkin berhenti magang begitu saja tanpa alasan!
apalagi magang ini penting! kita magang untuk nilai semester terakhir kita agar bisa lulus.
dan sekarang nadin berhenti, dia keluar zafran
ini sudah pasti karena ku, pasti! ini pasti zafran!
ini semua salahku! aku sahabat yang buruk! egois!"
*zafran memelukku berusaha menenangkan ku*
"dulu saat dia patah hati ada aku dan anak-anak yang lain bersamanya, membantunya untuk kuat!
tapi sekarang? nadin pasti sendiri zafran, tidak ada yang bersamanya! nadin kemana zafran?!
kata dika, nadin bahkan sudah pindah rumah"
"sudah! dengar aku, kamu tidak salah! tidak ada yang salah dengan kita! mungkin dengan cara menghilang seperti ini nadin bisa berfikir dengan tenang atau dia memang butuh waktu sendiri! ini sudah keputusan dia, mau kamu menyalahkan dirimu seperti apapun ini semua sudah terjadi, dan apa yang kita lakukan itu tidak salah! dengar! aku sayang kamu apa itu salah?
kamu sayang sama aku apa itu juga salah?
kita sama-sama menyatukan perasaan kita apa itu juga salah? tidak van! jadi aku mohon berhenti menyalahkan dirimu"
*aku hanya menangis dipelukannya*
"menangislah, mungkin dengan menangis bisa membuatmu tenang"
__ADS_1
*bersambung*