
keesokannya aku menunggu nadin, awalnya aku telah memutuskan untuk setuju. tapi bukan pada nadin melainkan lana, semalaman aku berfikir dengan keras dan aku telah memutuskan tidak akan melepaskan zafran tapi juga tidak akan menyakiti nadin! aku akan memberikan nadin kebahagiaan yang dia maksud, yaitu zafran! tapi bukan berarti aku harus memutuskan hubungan dengan zafran, aku akan membuat zafran menemani nadin melewati dan melawan penyakitnya sebagai seorang sahabat untuknya, aku fikir jika zafran menjadi sahabat nadin maka nadin akan mendapat kebahagiaan yang dia ingin kan? itulah akhir dari keputusan ku
***
"selamat pagi" seorang pria berdiri di depan pintu, menutup wajahnya dengan sepaket bunga matahari dan tubuhnya pun di selimuti dengan cahaya matahari pagi
"zafran" entah mengapa saat melihatnya air mata ku terjatuh! aku merasa sangat bersalah padanya, benar kata lana dia tak melakukan kesalahan apapun dan sikap ku padanya sangat tidak pantas
"aku sudah boleh masuk?" masih saja menutupi wajahnya dengan bunga
"iyaa, sini zafran!"
"tapi aku tidak akan di usir lagikan?" memperlihatkan wajahnya
mendengar perkataannya air mata ku semakin deras membuatnya terkejut dan duduk di hadapan ku
"eh, kamu kenapa?" mengusap air mata di pipi ku
aku memeluknya, sangat erat dan mungkin membuat zafran susah untuk bernafas! aku bisa merasakan saat itu dia bernafas melalui mulut, dia hanya diam dan menunggu ku melepaskan pelukan ku
"maaf"
"eh, tidak apa-apa vania!"
"semalam aku keterlaluan padamu"
"tidak kok"
"tidak apanya!! aku bahkan sudah mengusir mu dihadapan sahabat-sahabat ku"
__ADS_1
*zafran hanya tersenyum sambil mengusap pipi ku*
"kenapa zafran tidak marah sama vania?"
"tidak akan"
"tidak akan apanya?"
"aku tidak akan marah padamu"
"kenapa tidak akan?"
"karena tidak bisa!"
"kenapa tidak bisa? zafran juga berhak memarahi ku kalau aku salah"
"dengar! kalau aku marah padamu itu sama saja aku menyakiti mu dan kalau aku menyakiti mu itu sama saja aku menyakiti diriku sendiri"
"yaiyalah aku baik padamu, kamu kan pacar ku! kalau aku baik pada pacar orang itu baru salah"
"apa yang kamu rasakan waktu aku marah semalam?"
"bingunglah, aku fikir awalnya kita baik-baik saja, sangat baik bahkan tapi kenapa kamu bersikap seperti itu bahkan sampai mengusir ku"
"iyaa, vania yang salah! maaf zafran"
"iyaa tidak apa-apa, stok kesabaran ku untuk mu masih banyak"
"maaf, vania selalu menyakiti zafran! vania egois!"
__ADS_1
"tidak! kamu tidak seperti itu kok"
"zafran selalu sabar pada vania, selalu ada buat vania, selalu membuat vania bahagia, selalu memberikan yanh terbaik untuk vania"
"sudah vania! aku tidak bisa memberikan apapun padamu, aku hanya bisa memastikan kamu nyaman berada disisi ku"
"bahkan vania bahagia dengan zafran, vania ingin selalu bersama zafran! mudah-mudahan di kabulkan"
"amin"
"aku sudah bisa pulang"
"Alhamdulillah, kamu tidak boleh capek-capek lagi yah! harus jaga pola makan dan istirahat yang cukup"
"siap! tapi kita sudah tidak magang lagi yah?"
"sudah saatnya kita kembali ke sekolah"
"sedih sekali tidak bisa ikut perpisahan di kantor"
"aku sangat berterima kasih pada setiap sudut tempat dimana kamu dan aku bertemu dan di dekatkan"
"kalau begitu besok aku langsung ke sekolahkan? rindu juga pakai seragam"
"iyaa, aku jemput yah?"
"tidak usah, kamu itu pacar ku! bukan sopir ku!"
"tapi aku memaksa ingin menjemputmu"
__ADS_1
"iyaa deh iyaa"
*bersambung*