
Lana sepertinya mengerti mau zafran yang ingin makan siang denganku.
"kau pergi makan siang saja dulu, kita bicarakan ini nanti saja" Lana melihatku
"tapikan" aku merasa tidak enak dengan mereka
"sudah kau pergi makan saja dulu,kita bicara nanti" dika bicara
"iyaa, aku juga ingin mengatakan sesuatu pada kalian" sambung Nadin
"baiklah! maaf yah" aku pergi dengan zafran
dia menggandeng tanganku dan entah kenapa aku membiarkan dia melakukannya.
diperjalanan menuju kantin kami bertemu dengan gadis berambut pendek yang mungkin tergila-gila dengan zafran, sepertinya dia melihat tangan zafran memegang tanganku karena dia memberikan sorot mata tajam padaku. aku ingin melepaskan pegangannya tapi dia menggenggam tanganku sangat erat!
"sepertinya gadis itu marah karena kau menggandeng ku"
"baguslah, supaya dia bisa berhenti mengganggu ku"
"memangnya kau merasa terganggu dengan gadis-gadis yang mendekati mu? harusnya kau bangga dong"
"saya tidak kagum dengan lelaki yang dicinta banyak wanita, tapi saya akan sangat-sangat kagum pada lelaki yang mencintai satu orang wanita dan bisa mempertahankannya!"
"kok jadi puitis begitu haha"
"kenapa kau memiliki senyum semanis itu sih?"
aku menghentikan tawaku dan tertunduk malu
dia mengangkat dagu ku "tuhkan wajahmu jadi merah"
"apaan sih" menepis tangannya didagu ku
"kau mau makan apa?"
" kau saja yang makan, aku hanya mau minum jus"
__ADS_1
"yasudah, biar ku pesankan"
aku memperhatikan dia yang sedang makan, sepertinya dia benar-benar lapar sampai lahap begitu makannya. dia sadar kalau aku memandangnya
"tidak usah dipandang terus, nanti kau bisa jatuh cinta!"
"memangnya siapa yang memandangmu"
dia tersenyum tipis " mau coba? ini enak sekali"
"tidak! kau makan saja"
"ayolah, aku suap! buka mulutmu!" menyodorkan makanannya
"hentikan zafran, tidak enak dilihat orang!"
"makanya buka mulutmu!"
"dasar keras kepala!" akhirnya aku menerima suapannya
"iyaa"
"mau lagi?"
"tidaktidak! kau habiskan saja,aku masih kenyang"
saat selesai makan dia memegang tanganku dan menatap ku.
"ada apa?"
"tetap seperti ini yah, kau jangan meninggalkan ku! saat kau jadi milikku sekali maka aku akan menjadi milikmu ribuan kali"
entah kenapa saat dia mengatakan itu, aku langsung menganggukkan kepalaku.
"sekarang aku membuat komitmen dalam diriku sendiri untuk selalu bersamamu"
dia selalu membuat ku berada diposisi tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
di malam harinya aku dan sahabatku berkumpul dirumah yuni, seperti kata nadin tadi ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.
"maaf yah kalau akhir-akhir ini aku jarang berbicara padamu bahkan bersikap cuek" Nadin memegang tanganku
"iyaa" aku mengelus tangannya
"memangnya kau kenapa sih nadin?" yuni bertanya
"teman-teman, sebenarnya aku menyukai zafran" Nadin tersipu malu
"apa!" Lana teriak
saat mendengar itu aku merasa seperti terkena anak panah di dadaku. jadi ini alasan nadin akhir-akhir ini bersikap dingin padaku! aku berusaha menahan air mataku jatuh padahal mataku sudah berkaca-kaca.
"iyaa, dia bisa membuat ku melupakan jordan" (kakak kelas yang pernah dia suka)
"kenapa?kenapa harus zafran?" Lana terlihat kesal
"dia pria yang baik, aku pernah melihatnya menolong nenek yang kesusahan saat ingin menyeberang dan itu sangat menyentuh hatiku, aku memang sengaja menutupi perasaan ku dan berusaha bersikap biasa saja agar aku bisa dekat dengannya tanpa merasa canggung"
"tapi kau tau kalau zafran dekat dengan vania" yuni menatapku yang terlihat menahan air mata
"aku tahu mereka tidak punya hubungan apapun, senior kita saja yang selalu menjodohkan mereka. iyakan van?"
Lana yang sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan zafran menggenggam tanganku dengan tujuan menguatkan ku tapi sungguh, aku sudah tidak bisa membendung air mataku.
"aku permisi ke kamar mandi dulu"
aku menangis sejadi-jadinya di kamar mandi, kenapa! kenapa ini terjadi? nadin juga menyukai zafran?! astaga bahkan ini lebih sakit saat aku tahu bahwa mantan ku selingkuh dulu.
"vaniaaa" dika mengetuk pintu kamar mandi "kau tidak apa-apa vania? ayo keluar, aku mengerti yang kau rasakan saat ini"
apa menghapus air mata ku, apa maksud dika? aku kan belum cerita apapun padanya. akhirnya setelah mengumpulkan banyak tenaga untuk bisa terlihat biasa-biasa saja aku keluar dari kamar mandi, ternyata sudah ada dika dan Lana yang menunggu ku keluar.
Lana menatapku,menggenggam tanganku dan itu membuat ku kembali menangis. dika memeluk ku
*bersambung*
__ADS_1