
satu minggu telah berlalu, hari-hari yang membuat ku sesak dengan sikap zafran yang masih saja dingin atau terkesan benci padaku.
dan nadin justru terlihat semakin dekat dengannya sampai-sampai jika aku dan zafran dipasangkan seperti biasanya dia menolak karena dia ingin berpasangan dengan nadin. bahkan bukan hanya zafran yang berubah, nadin pun sama. dia tidak pernah lagi berkumpul bersama aku dan sahabatku yang lain, entah apa yang sebenarnya telah terjadi pada mereka berdua.
"harusnya aku senang melihat nadin bahagia bukannya merasa hancur seperti ini" aku bicara dengan lana, yuni dan dika
"sebenarnya apa yang terjadi sih? kenapa aku tidak tahu apa-apa?" yuni merasa kesal karena tidak ada yang menceritakan apapun padanya
"sebenarnya vania dan zafrann memiliki hubungan" Lana menceritakan semuanya dengan rinci pada yuni
"apa? hal sebesar ini kalian tidak memberi tahuku? jahat sekali" yuni merasa dirinya tidak penting bagi kami
"maafkan aku yuni, bukannya aku tidak ingin kau tahu tapi aku tidak ingin kau terlibat dengan semua ini"
"justru kalian salah, aku tahu kenapa zafran menjauhi mu vania"
aku menghentikan tangisku sejenak,
dan menggenggam tangan yuni.
__ADS_1
"maksudmu?"
"iyaa, saar ivent kemarin waktu diruang make up aku mendengar percakapan nadin dan zafran. aku mendengarnya dari ruang ganti baju dan kebetulan ruang ganti baju yang ku tempati atasnya terbuka jadi aku memanjat kursi untuk mengintip mereka"
"percakapan apa? benarkan dugaanku! ini pasti ada hubungannya dengan nadin" Lana menggebu
"apa yang mereka bicarakan?" sepertinya dika sudah mulai terbawa suasana
***
Nadin : "terima kasih yah zafran, kau sudah memilih ku menjadi pasangan mu"
Nadin : "Iya, vania pasti senang sekali dengan sikapmu yang seperti ini padanya"
Zafran : "aku tidak mau lagi membuat vania begitu terganggu dan risih dengan ku" dia menunduk dan menunjukkan raut wajah sedih
Nadin : "kau sudah benar zafran, selama ini vania selalu merasa sangat terganggu denganmu apalagi saat kau mendekatinya seperti dulu membuat pria yang di sukai vania jadi menjauhinya"
Zafran : "memangnya siapa yang disukai vania? apa dia lebih keren dariku?"
__ADS_1
Nadin : "tidaklah, kau jauh lebih keren zafran" nadin memegang tangan zafran tapi dengan cepat zafran melepasnya "aku suka padamu zafran, untuk apa kau mengejar vania yang bahkan merasa terganggu dengan keberadaan mu. kau juga harus tahu ini zafran, saat kau mengantar ku pulang waktu itu sebenarnya karena vania yang memaksaku agar mau diantarmu karena dia tahu kalau waktu itu kau ingin menembaknya kan? dia merasa tidak enak jika harus menolakmu makanya dia memaksaku untuk mau di antar denganmu"
***
"begitu ceritanya vania, sebenarnya aku tidak ingin memberi tahumu tapi aku rasa kau harus tahu semuanya"
"lalu mendengar kebohongan nadin apa yang zafran lakukan?"
"aku bisa lihat mata zafran sangat kecewa, dia tidak mengatakan apapun dan pergi"
"aku merasa kecewa dengan nadin, bisa-bisanya dia seperti ini hanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan padahal tanpa memfitnah ku dihadapan zafran aku sudah berjanji akan membantunya mendekati zafran"
"dasar! dia memang licik! kita bahkan sudah tidak mengenal nadin, hanya karena pria dia melakukan hal serendah ini! aku akan bicara padanya!" Lana bergegas pergi
saat aku ingin menghentikan lana, dika menahan ku.
"biarlah vania, apa yang lana lakukan benar"
*bersambung*
__ADS_1