
aku keluar dari toilet, lagi-lagi terkejut karena mendapati zafran sedang berdiri didepan pintu masuk toilet.
"huffftttt, kau kenapa selalu ada didepan toilet sih! apa kau kerja sampingan menjadi penjaga pintu toilet" aku memukul pundaknya
"aku mencari-cari mu, tapi kata nadin kau toilet makanya ku tunggu disini! ayo siap-siap pulang"
"ah, zafran..ehmm"
"kenapa?"
aku mengajaknya duduk
"kalau minta sesuatu padamu, apa kau mau mengabulkannya?"
"bicara saja, kau mau apa?"
"tapi kau jangan marah yah?"
"vaniaa, ada apa sih?" dia mencubit pipiku
"kau antar nadin pulang yah" aku memegang tangannya dan menunjukkan wajah memelas ku
"apa?"
"iyaa, kan biasanya nadin pulangnya dengan hera tapikan hera sudah tidak ada jadi dia bingung mau pulang dengan siapa"
"kan ada ojek online vaniaa, kau kenapa sih?! kan kau tau kita mau pergi menjenguk kawanku" dia melepaskan tanganku
"tapi nadin belum pernah naik ojek online sebelumnya, dia takut"
"apa yang harus di takutkan sih? kan kalau drivernya macam-macam dia bisa teriak"
"aku juga sudah janji dengannya untuk membujuk mu mengantarnya"
zafran hanya diam
"zafrannn, maafkan aku! kau antar nadin yah, ku mohon"
"lalu bagaimana denganmu?"
"aku, akukan bisa meminta kakakku untuk menjemput ku. kau tidak usah khawatir"
zafran hanya diam
"zafran ku mohonnn, kalau kau mengantar nadin pulang aku janji kau bisa minta apapun padaku"
__ADS_1
zafran menatapku "kau kan tau vania, aku ingin mengenalkanmu dengan kawan-kawan ku"
"iyaa, kaukan bisa mengenalkanku kapan saja ke mereka. kali ini saja zafran, katanya kau sayang padaku tapi aku minta tolong saja kau tidak mau"
"hanya aku yang sayang padamu tapi kau tidak sayang padaku! dari awal kan kau bisa bilang dengan nadin kalau kita mau pergi"
"kenapa bicara mu seperti itu sih, kalau kau tidak mau yasudah! kau memang tega melihatku mengingkari janji" aku pergi dengan harapan zafran akan menyusulku dan mau mengantar nadin pulang dan benar dugaanku dia menyusulku
"iyaiyaa, kali ini kau menang!"
"kau mau mengantar nadin?"
"iyaa"
"ahh, terima kasih zafrannn" aku refleks memeluknya tapi dia malah memelukku lebih erat
"ehh, zafran lepaskan ih"
"aku menunggu di parkiran yah"
"oke, makasih zafrann"
setelah zafran pergi aku bergegas turun kebawah untuk memberi tahu nadin dan mengambil barang-barang ku.
"vaniaa, bagaimana? apa kau berhasil?" nadin kelihatan penuh harapan padaku
"aku menyuruh vania membujuk zafran untuk mengantar ku pulang"
"apa?!"
"kenapa kau terkejut begitu sih,- van? kau berhasil tidak?"
aku sengaja menunjukkan wajah sedih pada nadin
"yahh, zafran tidak mau yah?"
mendengar itu Lana tertawa mengejek nadin,
nadin terlihat sangat kecewa
"haha,iyaiyaa! zafran mau kok, dia sudah menunggumu di parkiran"
Lana langsung menghentikan ketawanya "hah?"
"beneran? ahhh terima kasih vaniaaa, kau memang yang terbaik! aku menyayangimu"
__ADS_1
"iyaa, aku juga menyayangimu! eh dika dan yuni mana?"
"mereka sudah pulang duluan tadi, katanya dika punya urusan" Lana menatapku sinis
"ayo! buruan! kasian zafran menungguku" nadin terlihat sangat semangat, dia berjalan sangat cepat
"kau apa-apaan sih vania, kenapa kau membujuk zafran mengantar nadin pulang?!"
"dia merengek padaku waktu ditoilet tadi dan memaksaku untuk berjanji bisa membujuk zafran agar mengantarnya pulang"
"bodoh! apa kau tahu? hari ini zafran akan menembakmu tahu!"
"hahh?"
"iyaa, dia memberi tahuku kalau dia akan membawamu ke suatu tempat dan akan menembakmu"
"kalian bicara apasih, ayo cepat!" nadin yang sudah jauh didepan berteriak
***
saat sudah sampai di parkiran, aku melihat zafran sedang melamun menatap senja dan aku langsung merasa tidak enak hati setelah mendengar perkataan lana tadi.
"zafran! makasih yah karena mau mengantar ku pulang" nadin berdiri dihadapan zafran menutup sinar matahari
"awas, kau mengahalangi matahari ku"
"kau lihat itu, kau memang jahat vania! bukan hanya zafran yang kau sakiti tapi kau juga akan membuat nadin patah hati" Lana memperlihatkanku sikap dingin zafran pada nadin, sikap yang biasa dia perlihatkan pada gadis-gadis yang ingin mendekatinya.
setelah matahari turun sempurna, zafran berdiri untuk pulang dan nadin mengikutinya.
"eh, zafran kau membawa dua helm?" nadin memegang helm yang zafran belli untukku "helmnya couple dengan punyamu yah? wah kebetulan sekali" saat nadin ingin memakai helm itu tiba-tiba zafran merampasnya dan membawa helm itu padaku
"ambil ini" menyodorkan helm itu
"biarkan nadin memakainya"
"ini ku belli untukmu, kau bisa membujukku mengantarnya pulang tapi tidak untuk memakai helm punyamu"
"zafran, ku mohon jangan bersikap seperti ini dihadapan nadin! dia bisa terluka"
"kau selalu mementingkan perasaan sahabatmu tapi tidak memikirkan perasaanku bahkan perasaanmu!" zafran pergi
aku hanya bisa melihat zafran dan nadin pergi tanpa ku sadari air mataku terjatuh.
"untuk apa air mata itu! ini yang kau mau kan? ini tidak benar vania, sama sekali tidak benar!"
__ADS_1
aku memeluk lana, aku tidak sanggup membendung air mataku.
*bersambung*