
"yahh sayangg, kenapa kamu pesan makanan duluan sih? tidak tungguin aku biar makannya bisa bareng" gadis itu merengek sambil membenamkan wajah di pundak zafran
demi apapun! kalian tidak akan bisa paham apa yang kurasakan waktu itu! rasa sakit, kecewa, marah, malu bercampur aduk dalam hati ku.
vaniaa!tunggu dulu!" zafran menahan ku
"apaaa!!!" aku menghentak pegangannya
"maksud kamu tadi bilang masih sayang"
belum zafran menyelesaikan perkataannya aku sudah memotong "lupakan saja! pergi sana! lanjutkan makan siang mu bersama pacar mu itu"
"pacar?" gadis itu menghampiri zafran dan langsung melingkarkan tangannya di tangan zafran
aku menatap gadis itu, mungkin dia murid kelas satu disekolah ini karena aku belum pernah melihatnya berada disekolah
"vaniaa" zafran memegang tanganku
"sayang! kamu apa-apaan sih?!
ayo kita makan, aku sudah kelaparan ini" gadis itu menarik zafran menjauh dari ku
aku hancur! sehancur-hancurnya! batin ku tersiksa! entah dengan kata apa lagi yang bisa ku tuliskan untuk mewakili perasaan ku saat itu.
yuni dan lana mengejarku
"van!vaniaaa!" yuni
"kalian lihat itukan! kalian bisa lihat, zafran sudah berubah! bahkan sekarang dia sudah punya pacar baru huhu"
"iya vania, sabar! tenangkan dirimu!" Lana memeluk ku
dika datang menghampiri kami
"kenapa ini? vania? kamu kenapa?" aku tidak menghiraukan dika
"yun? vania kenapa? jawab!" dika mendesak yuni dan akhirnya yuni menceritakan semuanya
saat mendengar cerita yuni, raut wajah dika berubah! dia langsung meninggalkan kami tanpa berkata apapun, aku melihatnya kearah kantin! firasat ku sudah tidak enak! aku memutuskan untuk mengejar dika
__ADS_1
aku tidak berhasil mengejar dan menghentikan dika karena dia telah menghilang begitu cepat, aku sangat khawatir! saat aku sampai di kantin firasatku benar, telah terjadi perkelahian disana.
dan yah itu adalah dika dan zafran. aku panik!
"dik!dikaa!hentikan!" aku berusaha melerai pertikaian mereka namun tidak berhasil sampai akhirnya pertikaian mereka berhenti saat dika tidak sengaja mendorong ku hingga aku terjatuh dan terbentur di meja
dengan penglihatan yang kabur aku melihat zafran berlari ke arah ku namun di dorong dengan dika dan entah apa yang selanjutnya terjadi karena penglihatan ku sudah gelap dan aku tidak sadar diri
saat aku siuman, aku mendapati kepala ku yang sudah di perban karena benturan tadi. dorongan dika memang sangat kuat!
"vania, alhamdulilah!" yuni
"apa yang kau rasakan?apa kepalamu sakit?" Lana
aku bahkan tidak menghiraukan mereka "zafran? dika? dimana mereka?" saat aku ingin berdiri "aduh" kepala ku terasa sangat pusing
"vaniaa! sudahlah, kepalamu masih sakit" Lana
"apa yang terjadi saat aku pingsan?"
*Lana dan yuni saling tatap*
"saat melihat mu terjatuh dan terbentur di meja zafran sangat panik dan berlari kearah mu, dan" Yuni menghentikan perkataannya
"dan apa yun?"
"dan saat zafran melihat kepala mu berdarah, zafran memukuli dika sampai wajah dika habis babak belur"
"aku menampar zafran vania, maafkan aku" Lana
"hah?"
"iyaa, karena bukannya membawa mu ke uks dia malah memukuli dika" Lana
"siapa yang membawa ku kesini?"
"zafran" Jawab yuni dengan cepat
"dimana mereka sekarang?"
__ADS_1
"diruang kepala sekolah"
"apa?"
"iya, karena ulah mereka banyak barang dikantin yang hancur dan pecah! mungkin mereka berdua akan di skorsing atau di keluarkan dari sekolah"Lana
"huss! jangan bilang begitu!" aku menguatkan diri untuk bangun dan pergi melihat mereka di ruang kepala sekolah
saat tiba didepan ruangan kepala sekolah, aku melihat ada gadis itu lagi! iyaa dia pacar barunya zafran! dia mungkin menunggu zafran yang sedang di sidang dan saat melihat ku gadis itu berdiri dari bangku nya dan menundukkan kepalanya tapi aku tidak menghiraukan dia! aku masih sangat khawatir dengan zafran dan dika
dengan memberanikan diri aku membuka pintu ruang kepala sekolah karena sangat khawatir dan merasa harus berada disana karena ini semua terjadi karena diri ku.
"permisi pak!" aku melihat dika, benar! wajah dika dipenuhi luka pukulan dimana-mana dan hampir tidak ada bagian wajah yang tidak lebam namun aku juga melihat wajah zafran yang berdarah dan lebam dimana-mana. perkelahian mereka memang sangat brutal
"siapa yang mengizinkan mu masuk?!" guru BP
"maaf bu, tapi saya merasa harus berada disini! karena ini semua terjadi karena saya bu"
"oh, jadi kalian berdua berkelahi separah ini hanya karena perempuan?!" kepala sekolah
"aku sudah pernah mengingatkan dia untuk tidak akan menyakiti vania dan dia sudah berjanji untuk itu!" Dika menekankan suaranya
"diam kau! kau sudah membuat kepala vania berdarah! berani bicara sekali lagi ku habisi
kau!" zafran berdiri dan menunjuk dika
"diam! apa kalian tidak punya sopan santun hingga berani bertingkah seperti ini di hadapan saya?! apa kalian mau saya keluarkan dari sekolah ini?!" kepala sekolah
mendengar perkataan kepala sekolah membuatku sangat takut, aku tidak ingin mereka dikeluarkan dari sekolah
"dika! sudah, kau sudah salah paham"
"zafran, aku tidak apa-apa! sungguh!" aku berusaha menenangkan mereka agar tidak ada lagi pertengkaran diantara mereka dan jangan sampai di keluarkan dari sekolah
akhirnya keputusan kepala sekolah dan guru BP adalah dika dan zafran di skorsing selama satu minggu.
aku merasa sangat bersalah tapi syukurlah karena mereka tidak sampai dikeluarkan dari sekolah.
*bersambung*
__ADS_1