pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 9


__ADS_3

"menangislah, aku tau ini sakit untukmu" dika masih memelukku


dengan suara yang tidak bisa ku atur karena menangis aku bertanya pada dika.


"darimana kau tau? aku kan tidak pernah cerita apapun denganmu"


"zafran yang memberi tahuku, dia pernah memintaku bertemu untuk meminta izin mendekatimu"


mendengar itu tangisku makin pecah


"aku akan memberi tahu nadin kalau zafran dan kau saling menyayangi dan memintanya untuk melupakan perasaannya"


Lana bergegas untuk pergi ke nadin tapi aku menghentikannya.


"tidak, jangan Lana! itu akan membuat nadin patah hati lagi"


"tapi dia harus tau semua ini vania!"


"dia baru saja sembuh dari patah hati nya, aku tidak ingin membuatnya merasakan itu lagi lana"


"lalu? bagaimana dengan hatimu?hah? bagaimana dengan zafran?"


"Lana benar van, nadin harus tau kalau kau dan zafran benar-benar saling menyayangi bukan sekedar dijodoh-jodohkan seperti yang dia fikirkan" dika mendukung lana


"tidak! aku tidak mau egois kalau harus mementingkan perasaanku dika!"


"tapi sampai kapan vania? kalau kita tidak memberi tahu nya sekarang dan membiarkan rasanya semakin dalam justru itu akan lebih membuatnya patah hati, karena zafran tidak akan membalas perasaannya! zafran cuma ingin denganmu!" Lana

__ADS_1


"berjanjilah, kalian berjanjilah untuk tidak mengatakan semuanya pada nadin! aku, aku yang akan mundur! aku tidak mau membuatnya patah hati lagi"


yuni datang mencari kami karena sudah lumayan lama tidak kembali


"ada apa ini? kenapa kalian lama sekali disini?"


aku langsung berbalik badan untuk menghapus air mataku dan berusaha tersenyum.


"ah, tidak! ayo kita kembali" aku memberi isyarat pada Lana dan Dika akan perkataan ku tadi untuk tidak mengatakan apapun pada nadin.


"kalian darimana? kenapa lama sekali?" hera


"aku sakit perut" aku berusaha tampak baik-baik saja, sementara lana dan dika hanya diam.


nadin menarik tanganku untuk duduk disampingnya.


"iyaa" lagi-lagi aku merasa seperti ada anak panah yang menusuk dadaku


"bagus! jangan beri tahu dia kalau aku menyukainya yah vania!"


"iyaa" aku menyeka air mataku yang hampir jatuh


"sepertinya kau dan zafran sudah menjadi teman dekat yah van? beri tahu aku dong tipe gadis yang zafran suka itu bagaimana?"


"aku tidak tau nadin"


"tipe zafran itu ada di diri vania" sepertinya lana kesal karena nadin terus mendesak ku

__ADS_1


aku menatap lana.


"apa maksudmu lana? nadin meninggikan suaranya


"jangan dengarkan lana! dia memang suka asal bicara, kau cantik nadin! pasti zafran juga akan menyukai mu" demi tuhan saat itu hati dan fikiranku berperang keras


"semoga saja kali ini aku tidak akan patah hati lagi, kau mendukungku kan van?"


aku hanya mengelus lengan nadin, aku tahu kalau aku bicara pasti tangisku akan pecah.


"sudah! aku akan mengantarmu pulang" dika menarik tanganku untuk berdiri dari samping nadin


"kenapa buru-buru sekali? bukannya vania juga akan memberi tahu kita kabar gembira?" yuni


"kabar gembiranya batal! aku juga permisi pulang!" Lana masih terlihat kesal


"ada apa sih?" yuni heran dengan perkataan Lana


"aku pulang dulu yah yuni" aku pamit


dika mengantar ku pulang


"kau sahabat yang baik vania! nadin beruntung karena bisa menjadi sahabatmu" dika mengelus kepalaku


"terima kasih sudah mengantarku, sepertinya besok aku tidak masuk kantor! sepertinya aku butuh waktu sendiri tolong izinkan aku, kau bisa bilang kalau aku sedang tidak enak badan"


"baiklah, jaga dirimu"

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2